Music News
Abu Dhabi Jadi Tuan Rumah Perayaan Hari Jazz Internasional 2025 Dengan Rangkaian Acara Spektakuler

- Share
- Tweet /srv/users/gigsplayv2/apps/gigsplayv2/public/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 66
https://gigsplay.com/wp-content/uploads/2025/03/Hari-Jazz-Internasional-2025.jpg&description=Abu Dhabi Jadi Tuan Rumah Perayaan Hari Jazz Internasional 2025 Dengan Rangkaian Acara Spektakuler', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yang terpilih sebagai Kota Tuan Rumah Global untuk tahun 2025, bersiap menjadi pusat gemerlap perayaan jazz dunia selama lima minggu. Kota ini akan menggelar rangkaian pertunjukan musik, program edukasi, dan aktivitas komunitas menyambut Hari Jazz Internasional 2025, yang puncaknya ditandai dengan International Jazz Day All-Star Global Concert di Etihad Arena pada 30 April.
Konser megah ini, yang disiarkan ke seluruh dunia, akan dipimpin oleh legenda pianis Herbie Hancock dan dipandu oleh aktor peraih Oscar, Jeremy Irons. Acara ini akan menampilkan kolaborasi musisi dari berbagai genre, termasuk jazz, blues, klasik, dan hip-hop, yang berasal dari berbagai belahan dunia.
Tahun ini, perayaan Hari Jazz Internasional akan berlangsung serentak di lebih dari 190 negara pada tanggal 30 April, dengan Abu Dhabi sebagai tuan rumah utama. Acara ini, yang diselenggarakan oleh UNESCO dan Herbie Hancock Institute of Jazz, tidak hanya akan menampilkan konser kolosal, tetapi juga berbagai inisiatif pendidikan dan budaya yang bertujuan untuk memperkuat dialog antarbudaya melalui musik.
Daftar bintang yang telah diumumkan mencakup nama-nama seperti Arqam Al Abri (UEA), A Bu (Tiongkok), Danilo Pérez (Panama), hingga Varijashree Venugopal (India), dengan tambahan artis lainnya yang akan diungkapkan di kemudian hari
Herbie Hancock, dalam pernyataannya, menekankan filosofi jazz sebagai bahasa universal yang mempersatukan manusia, meruntuhkan sekat budaya, dan menyalakan api kreativitas. “Musik jazz mengajarkan kita bahwa harmoni bisa lahir dari keberagaman. Inilah momen untuk merayakan kekuatannya dalam memicu dialog, harapan, dan kebahagiaan,” ujarnya.
Abu Dhabi tidak hanya akan menggelar konser, tetapi juga akan menjadi pusat kreativitas dengan berbagai acara yang berlangsung selama sebulan penuh. Kegiatan edukatif seperti kelas master, diskusi panel, dan lokakarya akan diadakan di institusi terkenal seperti Louvre Abu Dhabi, Berklee Abu Dhabi, dan NYU Abu Dhabi, serta menjangkau rumah sakit, panti jompo, dan sekolah-sekolah.
Pertunjukan spesial juga akan menampilkan kombinasi jazz dengan alat musik tradisional Timur Tengah seperti oud, qanoon, dan ney, menciptakan dialog musikal yang menarik antara tradisi dan modernitas.
Etihad Arena – Tempat perayaan utama Hari Jazz Internasional 2025
Momentum ini bertepatan dengan Abu Dhabi Cultural Summit 2025, forum tahunan yang menghadirkan para pemimpin industri budaya dari seluruh dunia. Herbie Hancock dan seniman lainnya akan berbicara dalam sesi diskusi, menekankan pentingnya jazz sebagai sarana diplomasi budaya. Acara ini didukung oleh Doris Duke Foundation dan United Airlines, yang berperan sebagai mitra maskapai resmi.
Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO, menyebut Abu Dhabi—sebagai Kota Musik Kreatif UNESCO—sebagai tuan rumah ideal yang mencerminkan semangat inklusivitas. “Selain sebagai pesta musik, acara ini juga merupakan penghormatan pada warisan budaya Abu Dhabi yang kaya dan peran jazz dalam menjembatani perbedaan,” katanya.
Tiket untuk konser utama kini telah tersedia untuk umum di tautan ini, dan siaran langsungnya dapat diakses secara gratis melalui UNTV, situs UNESCO, serta platform digital seperti YouTube, Facebook, dan jazzday.com. Sejalan dengan misi Hari Jazz Internasional yang diresmikan oleh UNESCO pada tahun 2011, ribuan acara serupa diadakan serentak di lebih dari 190 negara, yang akan menjangkau lebih dari 2 miliar orang setiap tahunnya.
Sebagai daya tarik tambahan, masyarakat lokal dan wisatawan dapat menikmati pertunjukan jalanan, sesi jam spontan, dan instalasi seni interaktif yang tersebar di berbagai sudut kota. Institusi seperti Perpustakaan Anak Abu Dhabi akan menyelenggarakan workshop musik untuk pelajar, sementara rumah sakit menerapkan terapi jazz sebagai bagian dari proses penyembuhan emosional.
Herbie Hancock Institute of Jazz, sebagai penyelenggara utama bersama UNESCO, menegaskan komitmennya dalam menjadikan jazz sebagai alat pemersatu. “Ini lebih dari sekadar genre musik—ini gerakan kemanusiaan,” tegas pernyataan resmi institut tersebut.
Dengan kombinasi antara hiburan kelas dunia dan program berdampak sosial, Abu Dhabi tidak hanya menorehkan sejarah sebagai tuan rumah pertama di kawasan Timur Tengah, tapi juga membuktikan bahwa jazz tetap relevan sebagai simbol perdamaian di tengah gegap gempita zaman.
Sebagai penutup, rangkaian acara ini diharapkan meninggalkan warisan abadi bagi komunitas lokal, memperkuat posisi UEA sebagai hub kebudayaan global, dan menginspirasi generasi muda untuk melihat musik sebagai medium perubahan sosial.
Dengan deretan nama besar dan konsep yang ambisius, Hari Jazz Internasional 2025 diprediksi menjadi salah satu perayaan seni paling spektakuler yang pernah diadakan di kawasan ini, sekaligus mengukuhkan kolaborasi global antara UNESCO, Herbie Hancock Institute of Jazz, dan masyarakat dunia.