New Tracks
Dwi Pramono & Candra Megah Satukan Suara Di “Gemerlap Yang Sunyi”

- Share
- Tweet /srv/users/gigsplayv2/apps/gigsplayv2/public/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 66
https://gigsplay.com/wp-content/uploads/2025/04/Dwi-Pramono-dan-Candra-Megah.jpg&description=Dwi Pramono & Candra Megah Satukan Suara Di “Gemerlap Yang Sunyi”', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
Duo musisi Dwi Pramono dan Candra Megah resmi meluncurkan single terbaru berjudul “Gemerlap yang Sunyi” di bawah label Bulan Penuh Records pada 26 Maret 2025. Lagu ini menyoroti dinamika hubungan antara anak dan orang tua melalui sudut pandang seorang anak yang menyaksikan ketegaran orang tua dalam menyembunyikan kesedihan dan beban hidup.
Menurut keduanya, tema ini sering dianggap sebagai ketidakharmonisan keluarga, namun mereka justru melihatnya sebagai wujud cinta tanpa syarat. “Ini adalah bentuk pengorbanan diam-diam: seseorang yang memilih menanggung sendiri luka agar tidak membebani orang terkasih, khususnya orang tua,” jelas Dwi dan Candra.
Proses produksi lagu ini diwarnai momen mendalam sekaligus mengharukan. Ibunda Dwi Pramono, yang menjadi inspirasi utama lagu, meninggal dunia di tengah penyelesaian karya tersebut. Kepergiannya mengubah cara Dwi memaknai setiap lirik dan melodi.
“Lagu ini seakan menjadi suara terakhir Ibunda. Banyak pesan yang tidak sempat ia sampaikan karena kondisi kesehatannya yang sudah lemah, hingga ia hanya bisa menangis,” ungkap Dwi dengan haru. Pengalaman pribadi ini ternyata selaras dengan potongan lirik lagu: “Tak tersampaikan semua tertahan di mataku… Keras dunia s’lalu menahan yang terurai…”.
Awalnya, “Gemerlap yang Sunyi” direncanakan sebagai lagu untuk band Dwi, Sinleto. Namun, nuansa musik yang lebih intim dan personal membuatnya memutuskan untuk menjadikannya proyek kolaborasi dengan Candra Megah.
Perbedaan genre musik keduanya—Candra dengan aliran pop ballad dan Dwi yang akrab dengan pop rock—justru melahirkan harmoni unik. “Kolaborasi ini memaksa kami berdialog, bertukar ide, dan akhirnya menemukan titik temu yang memperkaya lagu,” tutur mereka.
Proses rekaman dilakukan di dua studio berbeda: instrumen utama dikerjakan di Larks Studio oleh Dwi, sementara bagian gitar dan vokal Candra dirampungkan di Sonikraft Studio. Andre Wahyu bertanggung jawab dalam mixing dan mastering, sementara artwork visual dikreasikan oleh Ayome Prima dan M. Januar Arib.
Usai meluncurkan “Gemerlap yang Sunyi”, Dwi dan Candra berencana merilis single solo masing-masing pada kuartal kedua 2025. Mereka berharap kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk terus menciptakan karya yang jujur dan menyentuh hati pendengar.
“Gemerlap yang Sunyi” telah tersedia di seluruh platform streaming musik digital atau di tautan ini. Dengarkan dan resapi setiap baitnya sebagai refleksi atas cinta tanpa kata yang sering tersembunyi dalam diam.