Gig Review
Gelaran Perdana Merch-Making Market Sukses Digelar, Jadi Ajang Kolaborasi Musisi Dan Penggemar

- Share
- Tweet /srv/users/gigsplayv2/apps/gigsplayv2/public/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 66
https://gigsplay.com/wp-content/uploads/2025/03/Merch-Making-Market-1.jpg&description=Gelaran Perdana Merch-Making Market Sukses Digelar, Jadi Ajang Kolaborasi Musisi Dan Penggemar', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
Gelaran perdana Merch-Making Market (MMM), yang berlangsung pada 21-23 Maret 2024 di Brickhall Fatmawati, Jakarta, berhasil ditutup dengan meriah.
Acara ekspo merchandise musik yang diselenggarakan oleh PT. Gaban dan Pilon Studio ini berhasil menarik ribuan pengunjung selama tiga hari berturut-turut. Antusiasme para penggemar musik sangat terlihat dari banyaknya transaksi jual beli merchandise dan interaksi langsung antara musisi dan pengunjung di 80 booth yang diisi oleh sekitar 200 musisi dan band.
Suasana hangat tercipta ketika sejumlah personel band turun langsung ke booth mereka untuk menyapa penggemar. Beberapa nama besar seperti Jimi Multhazam (Morfem, Jimi Jazz), Gusti Irwan Wibowo, Ekrig (Avhath), Firman Zaenudin (Teenage Death Star), hingga Tiara Andini dan Yogha Prasiddhamukti (Skandal) terlibat aktif dalam sesi meet-and-greet. Kehadiran mereka tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga membuka ruang dialog antara musisi dan penikmat karya mereka.
Fikar Akbar, Event Director MMM, menyatakan kepuasannya atas hasil gelaran perdana ini. Menurutnya, respons positif pengunjung jauh melampaui ekspektasi panitia.
“Alhamdulillah, persiapan acara ini relatif singkat, tapi hasilnya luar biasa. Pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tapi juga menikmati pengalaman santai di area F&B sambil berkumpul dengan teman-teman,” ujarnya. Ia menambahkan, MMM dirancang sebagai ruang yang tidak hanya fokus pada transaksi, tetapi juga membangun ekosistem industri merchandise musik yang lebih hidup.
Selain menjadi ajang jual beli, MMM menghadirkan program khusus seperti talkshow bertajuk MMMeets dengan tema seputar industri merchandise musik. Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah diskusi “Rasa Baru dari Masa Lalu” yang menghadirkan Surya Fikri (The Panturas) dan Rendi Pratama (Lamunai), dimoderatori Dimas Ario. Pembahasan mengenai revitalisasi merchandise klasik menjadi sorotan, menarik minat pengunjung untuk menggali inspirasi dari era sebelumnya.
Tak kalah seru, aktivitas live printing kolaborasi dengan Cipsi Craff juga menjadi magnet tersendiri. Sepuluh musisi/band/label rekaman seperti Bedchamber, Godplant, Peach, hingga Yes No Wave menampilkan merchandise eksklusif hasil desain spontan. Pengunjung bisa menyaksikan proses kreatif pembuatan merchandise langsung di lokasi, sekaligus membawa pulang produk edisi terbatas.
Menyambut kesuksesan ini, Misbahuddin Nika, Creative Director MMM, mengungkapkan rencana jangka panjang untuk menjadikan MMM sebagai acara tahunan.
“MMM akan terus menjadi medium kolaboratif yang berkelanjutan untuk meningkatkan nilai merchandise musik sebagai sumber pemasukan musisi. Langkah awal ini sudah mendapat respons positif, dan ke depan kami akan memperluas jaringan untuk membangun ekosistem yang lebih solid,” tegasnya. Ia menekankan, misi utama MMM adalah mendorong kesejahteraan pelaku industri merchandise lokal melalui sinergi antar-pihak, mulai dari musisi, desainer, label, hingga vendor.
Sebagai penutup, pihak penyelenggara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk musisi, ilustrator, desainer grafis, label musik, vendor, promotor, dan terutama penggemar musik yang telah mendukung acara ini.
Dengan semangat kolaborasi, Merch-Making Market berkomitmen untuk kembali hadir dengan konsep yang lebih segar di edisi berikutnya. Sampai jumpa di MMM selanjutnya!