Gigsplay mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Mohon Maaf Lahir & Batin×
Connect with us

New Albums

Korekayu Luncurkan Album “Verhaal”, Kolase Cerita yang Merangkum Perjalanan Hidup

Profile photo ofstreamous

Diterbitkan

pada

Korekayu Band

Hidup seringkali diibaratkan sebagai kolase—kumpulan fragmen pengalaman, pengetahuan, dan kenangan yang disusun menjadi satu kesatuan bermakna. Bagi Korekayu, band oldies pop asal Yogyakarta, kolase menjadi metafora tepat untuk menggambarkan esensi album ketiga mereka, ‘Verhaal’.

Setelah dua album sebelumnya merajut kenangan dan warisan musik, kali ini mereka menghadirkan 12 lagu yang tak hanya bercerita, tetapi juga menanamkan jejak emosional pendengar melalui alunan retro yang khas.

Korekayu Verhaal‘Verhaal’, kata yang diambil dari bahasa Belanda, berarti “cerita” atau “narasi”. Album ini dirancang sebagai perjalanan imajinatif sekaligus nyata, merangkum kisah hidup yang dialami atau disaksikan oleh personel band: Alfon Kriswandaru (vokal), Alvin Yudha (bass), Bagas Raharjo (drum), Bondan Jiwandana (gitar), Lukas Ingheneng (gitar), dan Yustinus Cahyadi (keyboard).

Dalam suatu wawancara, Lukas menjelaskan filosofi judul album: “Entah resmi atau tidak, ‘Verhaal’ mungkin diserap menjadi ‘Perihal’ dalam bahasa Indonesia. Ini adalah cara kami bercerita tentang segala hal, dari lagu pertama hingga kedua belas.”

Dibuka dengan track “Lala Lalala”, Korekayu langsung menyapa pendengar dengan syair riang yang menyebut nama masing-masing personel, seolah mengajak mereka berdansa dalam kebersamaan. Tiga lagu berikutnya—”Don Juan”, “September”, dan “Sari 3″—mengalir dengan tema percintaan yang akrab di kalangan muda. Namun, Korekayu menolak terjebak dalam kesedihan klise.

Mengekspresikan duka tak harus melankolis. Setiap orang punya cara sendiri, dan album ini merayakan keberagaman itu,” ujar Bondan. Hal ini terasa dalam lagu “Sepotong Kecil Hatimu”, di mana melodi ceria bertolak belakang dengan lirik pilu, menciptakan kontras yang justru memukau.

Kematangan musikal tampak jelas dalam ‘Verhaal’. Sebagai band dengan anggota yang telah berkeluarga dan memiliki komitmen personal, proses kreatif mereka mengutamakan kesabaran. “Kami tak terburu-buru. Semua mengalir natural, tapi nuansa oldies tetap dipertahankan,” tambah Bondan.

Hasilnya, album ini dinilai sebagai karya paling matang, baik dari segi penulisan lirik maupun teknik produksi. Mereka bereksperimen dengan genre baru dan pola permainan inovatif, tanpa kehilangan identitas retro yang menjadi ciri khas.

Sorotan lain datang dari kolaborasi dengan The Rain dalam lagu “Terserah Maumu”. Awalnya hanya sekadar kekaguman pribadi, hubungan ini berkembang menjadi kemitraan artistik yang melahirkan chemistry tak terduga. “Kolaborasi ini bahkan melampaui sekadar bermusik. Kami seperti menemukan saudara baru,” ungkap Alfon. Kedekatan ini tercermin dalam harmonisasi vokal dan dinamika instrumental yang padu.

Tak hanya musik, artwork album ‘Verhaal’ juga dirancang penuh makna. Mengadopsi estetika foto era 60-an, sampul depan menampilkan sosok lelaki tengah membuka album foto di depan bangunan lawas.

Konsep ini terinspirasi dari persilangan sejarah Indonesia-Belanda-Jepang, menggambarkan bagaimana kolaborasi budaya membentuk “cerita” yang kompleks. Prastiyo Rakhmad, seniman di balik desain ini, sengaja memilih visual retro untuk memperkuat kesan nostalgia.

Band Korekayu Yogyakarta

Proses rekaman dilakukan di Satrio Piningit dan Rockstar Studio, dengan Abraham Michael sebagai penanggung jawab rekaman. Sasi Kirono bertugas di mixing dan mastering, memastikan setiap nada tetap menjaga nuansa klasik.

Untuk memperkuat promosi, Korekayu akan merilis video musik “Sepotong Kecil Hatimu” pada 9 April 2025. Disutradarai Sopian Iskandar, video ini mengangkat tema dangdut lawas dengan personel berjoget enerjik, mengajak penonton bernostalgia ke era musik Indonesia tempo dulu.

Album ‘Verhaal’ akan tersedia di platform streaming mulai 11 April 2025. Bagi penggemar fisik, Korekayu menyediakan edisi kaset pita dan special boxset yang bisa dipesan mulai hari yang sama. Rilis ini menjadi tonggak penting setelah masa sulit pandemi yang sempat menggagalkan rencana album sebelumnya, ‘Romansa‘. “Kami berharap ‘Verhaal’ bisa menjadi penyembuh, baik bagi pendengar maupun kami sendiri,” kata Yusti.

Harapan lain terbentang di luar album. Korekayu berambisi untuk kembali sering manggung, menggelar tur, bahkan mewujudkan mimpi bermain di panggung internasional. “Bermain di luar negeri adalah impian lama. Semoga ‘Verhaal’ membuka jalan,” tambah Yusti.

Dengan segala cerita yang tertuang dalam 12 lagu, Korekayu membuktikan bahwa tak semua hal perlu berubah—kadang, merawat warisan lama justru melahirkan keindahan baru.

Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *