New Tracks
Lawan Nihilis, Fufu Clan Menantang Kegagalan Dengan “Que Sera”

- Share
- Tweet /srv/users/gigsplayv2/apps/gigsplayv2/public/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 66
https://gigsplay.com/wp-content/uploads/2025/02/Band-Fufu-Clan.jpg&description=Lawan Nihilis, Fufu Clan Menantang Kegagalan Dengan “Que Sera”', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
Tak puas hanya merilis “Rungkad Remix” pada Januari 2025, trio musik Fufu Clan—Hara, Elsha, dan Faiz—kini semakin mengukuhkan eksistensi mereka di dunia musik Indonesia dengan karya teranyar berjudul “Que Sera”.
Lagu ini menjadi bukti kedewasaan musikalitas mereka setelah sebelumnya menuai pujian lewat EP ‘Headshot of The Year‘ di akhir 2024. Dalam tempo singkat, Fufu Clan berhasil membius pendengar dengan narasi intim yang mengalir dalam setiap karya, dan “Que Sera” hadir sebagai cerminan perjalanan emosional mereka sehari-hari.
Secara harfiah, Que Sera yang berarti “apa yang terjadi” dalam bahasa Spanyol, menggambarkan dinamika hidup yang dialami ketiga personel. Elsha, vokalis sekaligus penulis lagu, menjelaskan bahwa lagu ini memiliki nuansa bittersweet.
“Kami menggambarkannya seperti wajah yang terkena terik matahari pagi, lalu dibangunkan oleh suara alarm. Rasanya enggan bangun dari tidur, tapi hari sudah menuntut kita untuk menjalaninya,” ujarnya. Melalui lirik yang berulang kali menyebut “menantang kegagalan”, Fufu Clan tak sekadar menyemangati pendengar, tetapi juga merangkul mereka dalam perjuangan kecil yang sering dianggap sepele.
Elsha menekankan bahwa pesan perlawanan dalam “Que Sera” adalah benang merah yang menghubungkan karya-karya mereka, mulai dari EP pertama hingga proyek mendatang.
“Perjuangan bisa dimulai dari hal sederhana: bangun tidur saat sedih, malas menggosok gigi, atau belajar mencintai diri di depan cermin. Ini mungkin terlihat kecil, tapi bagi sebagian orang, itu adalah pertarungan besar. Kami ingin mengingatkan: kalian tidak sendirian, dan setiap kemenangan kecil patut dirayakan,” tambahnya.
Di balik layar, proses produksi “Que Sera” justru menjadi momen yang memperkuat ikatan kreatif Fufu Clan. Hara, salah satu personel, mengisahkan bahwa lagu ini lahir dari sesi penggarapan intensif di kamar kost mereka.
“Kami mengurung diri selama dua hari, hanya keluar untuk makan atau pulang kerja. Tapi fokus kami begitu kuat, sehingga ‘Que Sera’ tercipta tanpa tekanan atau ambisi berlebihan. Ini murni suara hati kami sebagai band,” paparnya.
Faiz, yang kali ini mengambil peran sebagai produser, mengaku bangga dengan kebebasan kreatif yang mereka dapatkan meski dengan keterbatasan sumber daya yang mereka miliki.
“Ini pertama kalinya saya memproduseri lagu. Kolaborasi dengan Hara dan Elsha sangat cair, seolah kami satu pikiran. Keindahannya justru terletak pada proses DIY: kami ngulik semuanya sendiri, saling mendukung, dan jadi semakin dekat sebagai manusia,” tuturnya. Ia sepakat dengan Elsha bahwa lagu ini bittersweet, menggambarkan realitas seniman yang berkarya dengan niat tulus meski minim fasilitas.
“Que Sera” tidak hanya menjadi simbol perjalanan personal Fufu Clan, tetapi juga hadiah bagi pendengar setia yang telah menanti karya terbaru mereka. Lagu ini sudah dirilis di seluruh platform streaming digital pada 26 Februari 2025 atau dengarkan di tautan ini.
Dengan menggabungkan lirik yang reflektif dan produksi independen yang autentik, Fufu Clan kembali membuktikan bahwa musik yang lahir dari hati mampu menyentuh jiwa—satu lagu dalam satu waktu.