New Tracks
VSONOMA Debut Dengan Single “The One”, Eksplorasi Realitas Dan Ilusi Dalam Modern Rock

- Share
- Tweet /srv/users/gigsplayv2/apps/gigsplayv2/public/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 66
https://gigsplay.com/wp-content/uploads/2025/04/VSONOMA.jpg&description=VSONOMA Debut Dengan Single “The One”, Eksplorasi Realitas Dan Ilusi Dalam Modern Rock', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
Malang, kota yang dikenal dengan semangat kreatif anak mudanya, kini semakin menancapkan eksistensinya sebagai salah satu kawah candradimuka musik modern rock Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, geliat scene musik alternatif dan rock di kota ini tumbuh subur, didukung oleh komunitas yang solid, venue-venue independen, dan kolaborasi antar genre yang cair.
Dari rahim ekosistem inilah, VSONOMA—band alternatif/modern rock yang sebelumnya bernama Baka Ranger—muncul dengan single debut penuh keberanian berjudul “The One”, yang dirilis serentak di berbagai platform digital pada 1 April 2025.
Mengusung riff gitar tajam, groove dinamis, dan vokal emosional, lagu ini menghadirkan kontemplasi filosofis tentang tarik-menarik antara realitas dan ilusi dalam kehidupan.
Dibentuk oleh Tirta Prakoso (vokal), Galih Priyomukti (gitar 1), Patrick Lesmana (gitar 2), Rio Hotland Marpaung (bass), dan Septian Prasetyo (drum), VSONOMA adalah produk transformasi dari band cover menjadi pencipta identitas musik orisinal. “Umur hanya sementara, karya selamanya,” ujar Prasetyo, menegaskan tekad mereka untuk meninggalkan warisan bermakna lewat musik.
Inspirasi utama “The One” berakar dari film The Matrix dan pandangan filosofis tentang realitas sebagai ilusi, termasuk kutipan kitab suci yang menggambarkan dunia sebagai fatamorgana. “Do you wanna live a comfortable lie or harsh truth?” ungkap Tirta, vokalis yang liriknya menyelami pertanyaan eksistensial tersebut.
Proses kreatif lagu ini dimulai dari riff gitar Galih, yang kemudian dikembangkan secara kolaboratif bersama Patrick dan Tirta dalam sesi latihan spontan. “Kami cuma kumpul, Galih punya riff keren, langsung kami gas!” kenang Patrick tentang momen itu.
Meski mengaku terinspirasi oleh grup seperti Periphery, Spiritbox, dan Bilmuri—khususnya dalam konsep pengembangan musik yang inovatif—VSONOMA menegaskan bahwa mereka tidak mengekor sound band-band tersebut. Sebaliknya, mereka menciptakan kombinasi unik antara elemen metal dan pop, menghasilkan aliran yang mudah dicerna tanpa mengorbankan kekuatan.
Galih, gitaris utama, juga menyebut nama-nama seperti Mark Holcomb (Periphery), Olly Steele (eks-Monuments), dan Ryan Siew (Polaris) sebagai pengaruh dalam gaya permainannya yang penuh teknik namun tetap melodius.
Di balik proses produksi yang terkesan lancar, ternyata ada tantangan tersembunyi. Patrick mengakui bahwa faktor “keterlambatan” justru datang dari diri mereka sendiri. “Yang bikin lama ya kami sendiri, haha,” candanya. Sementara Rio, pemain bass, mengungkap kesulitannya menguasai teknik picking yang rumit untuk menyempurnakan komposisi lagu.
Respon awal terhadap “The One” cukup menggembirakan. Menurut Patrick, banyak pendengar menyebut lagu ini “easy listening meski bernuansa metal”, sebuah apresiasi yang dia anggap sebagai titik awal yang positif. VSONOMA juga memberikan bocoran bahwa karya berikutnya mungkin akan mengusung tema seputar perasaan dan dinamika hati, meski masih dalam tahap eksplorasi.
Bagi pendengar baru, Prasetyo berharap lagu ini bisa diterima sebagai bentuk ekspresi jujur mereka. Rio menambahkan dengan santai, “Kalau suka, terima kasih. Kalau nggak, ya nggak apa-apa!.”
Patrick pun berpesan, “Kalau kurang, kasih tahu kami. Kalau suka, kasih tahu teman-teman kalian!”
Dengan mixing dan mastering yang ditangani secara mandiri, serta artwork visual yang dibuat oleh anggota band, VSONOMA menunjukkan komitmen mereka terhadap independensi kreatif. Single “The One” kini sudah bisa diakses di semua platform digital, menandai debut berani dari lima sekawan asal Malang ini.
Selamat menyelami ilusi dan realitas melalui setiap not yang mereka persembahkan!