Connect with us

New Tracks

LIMOCAT Rilis “Gusti Mboten Sare”, Lagu Penuh Harapan Di Tengah Ketidakadilan

Profile photo ofamelia

Diterbitkan

pada

Limocat

Band asal Jakarta, LIMOCAT, menghadirkan karya orisinal berjudul “Gusti Mboten Sare (Roda Pasti ‘Kan Berputar)”— lagu yang terinspirasi dari ketidakberdayaan masyarakat menghadapi ketidakadilan, sekaligus menjadi seruan bagi mereka yang percaya bahwa kebenaran suatu hari akan terungkap meski melalui cara tak terduga.

LIMOCAT Gusti Mboten SareJudul lagu yang diambil dari ungkapan Jawa ini, berarti “Tuhan Tidak Pernah Tidur”, menjadi simbol harapan bagi mereka yang tak pernah berhenti memperjuangkan keadilan. Lagu ini digarap sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan korban ketidakadilan, sekaligus pengingat bahwa setiap tindakan zalim akan berbalas di masa depan.

Dikomposeri oleh vokalis djalto pada tahun 2023, lagu ini terinspirasi dari fenomena sosial yang ia amati, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam berita nasional.

Salah satu peristiwa yang memicu lahirnya “Gusti Mboten Sare” adalah insiden perundungan dan penganiayaan yang melibatkan anak seorang pejabat di awal tahun 2023, yang berujung pada penyelidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sang ayah.

Lagu ini lahir dari kepuasan melihat para pelaku kejahatan akhirnya mendapat hukuman setimpal. Ini bukti bahwa keadilan mungkin terlambat, tapi tidak pernah absen,” ungkap djalto, yang menekankan bahwa lirik lagu sengaja ditulis dengan bahasa metaforis untuk menyentuh berbagai lapisan pendengar.

Dari sisi produksi, Irfan—drummer yang juga merangkap sebagai mixing engineer dan produser—menyuntikkan elemen musik yang selaras dengan pesan lirik. Ia memadukan dinamika rock progresif dengan nuansa raw dan natural untuk menggambarkan emosi kemarahan sekaligus tekad yang tersirat dalam lagu.

Saya bebas bereksperimen di sini. Saya tambahkan bagian yang menonjolkan skill bassis Wista dan gitaris Youngky agar kesan rocknya kuat. Sound-nya sengaja dibuat mentah, dengan distorsi yang sedikit kasar, untuk menyalurkan nuansa kekesalan dan ketegangan dari lirik,” papar Irfan, yang terinspirasi teknik mixing Jens Bogren dan Kevin Shirley. Proses mixing dan mastering disebutnya sebagai tantangan kreatif, terutama dalam menyeimbangkan intensitas instrumental dengan vokal yang penuh emosi.

LIMOCAT, band yang terbentuk pada 2022 ini, terdiri dari djalto (vokal), Youngky (gitar), Irfan (drum), dan Wista (bass). Awalnya dikenal sebagai band cover aktif di kawasan Jakarta dengan spesialisasi musik Jepang, mereka kini menancapkan kuku di industri musik lokal melalui karya orisinal berkarakter.

Nama “LIMOCAT” merupakan akronim dari daerah Limo, Depok—lokasi tinggal Youngky—dan kecintaan seluruh anggota terhadap kucing. “Kami ingin nama ini mencerminkan identitas sederhana tapi personal, seperti musik yang kami sajikan,” ujar Youngky, gitaris yang sering menyelipkan riff kompleks aliran progressive rock era 70-an.

Limocat Band

Musik LIMOCAT terpengaruh beragam genre, mulai dari progressive rock klasik seperti Rush hingga rock alternatif 2000-an ala Linkin Park. Namun, mereka berusaha menciptakan sound yang mudah dicerna tanpa kehilangan kedalaman.

Kami tak ingin terjebak dalam satu genre. Lagu-lagu kami bisa keras, tapi tetap punya melodi yang catchy,” tambah Wista, bassis. Khusus untuk “Gusti Mboten Sare”, kolaborasi antaranggota disebut sebagai kunci keberhasilan lagu.

Setiap bagian instrumental dirancang untuk memperkuat narasi lirik. Misalnya, drum yang chaotic menggambarkan kekacauan situasi, lalu melodi bass yang stabil mewakili harapan yang tak padam,” jelas Irfan.

Lirik LIMOCAT kerap mengangkat problematika sosial sehari-hari, dan “Gusti Mboten Sare” menjadi bukti konsistensi mereka menyuarakan isu humanis. “Kami percaya musik bisa menjadi medium kritik dan refleksi,” tegas djalto.

Ia berharap lagu ini bisa menjadi “teman” bagi mereka yang merasa tak berdaya, sekaligus pengingat untuk tetap teguh memperjuangkan kebenaran. “Seperti frasa ‘Gusti Mboten Sare’, kami yakin setiap perjuangan akan berbuah, meski jalan yang ditempuh tidak linear,” tambahnya.

Dengan semangat serupa, LIMOCAT terus berkomitmen menjadi suara bagi mereka yang diam dalam gelap, menunggu terbitnya fajar keadilan.

Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *