International

Dari Budokan ke Summer Sonic, Chilli Beans. Terus Melaju Lewat “pain”

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Chilli Beans.

Chilli Beans. kembali dengan rilisan terbaru berjudul “pain”, menyusul kesuksesan single sebelumnya “tragedy” yang mendapat sambutan hangat dan mencatatkan nama mereka di Billboard Heatseekers Chart. Single ini menjadi pemanasan menjelang peluncuran EP kelima mereka, ‘the outside wind’, yang dijadwalkan rilis pada 25 Juni.

Lewat “pain”, Chilli Beans. menggali tema yang sangat manusiawi, yaitu rasa sakit yang sering kali kita pendam dalam diam. Lagu ini hadir dengan energi yang lebih tajam dan ledakan emosional yang terasa berbeda dari rilisan mereka sebelumnya.

Sejak nada pertama, “pain” menghantam dengan instrumen yang berdentum keras, intensitas emosional yang mengalir deras, dan nuansa kacau yang terasa seperti pelepasan, sebuah pengalaman yang tampaknya dibuat untuk dinikmati di panggung-panggung besar. Tidak ada upaya untuk mempermanis kenyataan hidup, sebaliknya, mereka memilih untuk memeluk kekacauan itu secara jujur.

Chilli Beans. tetap setia pada karakter mereka sebagai band yang tumbuh dari semangat DIY dan kebebasan kreatif penuh. Trio yang terdiri dari Moto (vokal), Maika (bass/vokal), dan Lily (gitar/vokal) ini menangani sendiri seluruh proses kreatif, dari penulisan lagu, aransemen, hingga arah visual. Hasilnya adalah lanskap musik yang melampaui batasan genre, dibangun dari kejujuran, keberanian, dan karakter.

Sejak didirikan pada tahun 2019, Chilli Beans. telah dikenal karena pendekatan musik mereka yang sulit untuk dikategorikan. Single mereka yang berjudul “lemonade” sempat menduduki puncak Spotify Japan Viral Top 50 pada tahun 2021, dan lagu kolaborasi mereka dengan Vaundy, “rose”, berhasil meraih posisi teratas di Billboard JAPAN Heatseekers Songs Chart sebanyak dua kali pada tahun 2023.

Chilli Beans.

Di tahun yang sama, lagu “Raise” mereka dipilih sebagai lagu penutup untuk anime “One Piece”, sementara lagu “I like you” menjadi soundtrack untuk drama Fuji TV “Toki o Kakeru na, Koibitotachi”.

Tahun 2024 menjadi momen penting bagi mereka ketika konser solo pertama di Nippon Budokan sukses besar, dengan semua tiket terjual habis. Setelah itu, mereka melanjutkan dengan tur hall bertajuk “open my mind” di berbagai kota di Jepang. Momentum ini berlanjut di tahun 2025 dengan tur nasional “upside down tour”, yang akan mencakup 7 kota dengan 8 pertunjukan.

Bagi para penggemar di luar Jepang, penantian untuk menyaksikan aksi panggung mereka akan segera tiba. Chilli Beans. dijadwalkan tampil di Summer Sonic 2025 dan Clockenflap 2025, dua festival musik besar di Asia yang dikenal menghadirkan musisi-musisi dengan daya tarik lintas negara.

Lagu “pain” menegaskan perkembangan artistik Chilli Beans., sekaligus menunjukkan mengapa mereka menjadi salah satu kekuatan baru yang patut diperhatikan di kancah alt-pop Jepang. Di tengah arus musik pop yang sering terasa homogen, Chilli Beans. menyajikan sesuatu yang berbeda: suara yang autentik, produksi yang tajam, dan energi yang muncul dari keberanian untuk mengungkapkan luka.

Sejak awal, Chilli Beans. memang bukan band biasa. Mereka mengedepankan semangat kolektif dengan pendekatan kreatif yang setara di antara anggotanya. Dengan nuansa genderless dan karakter vokal yang kuat dari ketiganya, mereka tak hanya menarik perhatian publik Jepang, tapi juga mulai mencuri perhatian internasional.

Lewat “pain” dan EP mendatang, Chilli Beans. menunjukkan bahwa mereka bukan hanya sedang naik daun, mereka sedang membentuk arah baru bagi musik pop alternatif dari Jepang.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *