Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Setelah lebih dari satu dekade tanpa merilis materi baru, unit metalcore asal Grand Rapids, Michigan, Still Remains akhirnya kembali dengan karya terbaru. Band yang pernah menjadi salah satu nama penting dalam gelombang metalcore awal 2000-an itu akan merilis EP bertajuk ‘Spirit Breaker‘ pada 12 Juni 2026 melalui Arson Theory.

Rilisan ini sekaligus menjadi materi baru pertama mereka sejak album ‘Ceasing to Breathe’ yang dirilis pada 2013 melalui skema pendanaan penggemar.

Bagi banyak pendengar metalcore generasi 2000-an, nama Still Remains bukanlah sosok yang asing. Mereka dikenal lewat kemampuan meramu agresivitas metalcore Amerika dengan sentuhan keyboard atmosferik dan pengaruh euro-metal yang cukup kental. Formula tersebut membuat mereka tampil beda di tengah ramainya skena metalcore saat itu.

EP ‘Spirit Breaker’ membawa lima komposisi yang disebut sebagai karya paling personal dalam perjalanan karier mereka. Proses produksinya ditangani oleh Lee Albrecht, sosok yang dikenal melalui keterlibatannya bersama band-band seperti Hollow Front, Gore, dan Of Virtue. Selain bertindak sebagai produser, Albrecht juga turut berkontribusi dalam proses penulisan lagu.

Untuk artwork EP digarap oleh Kevin Moore dari Mind Reader Inc, desainer yang sebelumnya meraih penghargaan “Album Artwork of the Year” pada ajang Juno Awards 2026 berkat karyanya untuk album ‘Tsunami Sea’ milik Spiritbox.

Vokalis T. J. Miller menjelaskan bahwa ‘Spirit Breaker’ berusaha mempertahankan identitas klasik Still Remains sambil membuka ruang bagi berbagai pengaruh yang lebih modern.

Menurutnya, band ingin menciptakan versi baru dari karakter suara yang selama ini dikenal penggemar tanpa kehilangan akar yang telah mereka bangun sejak awal. Ia juga menyebut bahwa dari sisi lirik, EP ini merupakan karya yang paling emosional dan paling jujur yang pernah mereka tulis.

Still Remains Band

Sebelum perilisan EP, Still Remains telah lebih dulu memperkenalkan single “The Wound And The Weapon”. Lagu tersebut menghadirkan kolaborasi dengan Guy Kozowyk dari The Red Chord dan menjadi materi baru pertama mereka dalam lebih dari 12 tahun. Video musiknya disutradarai oleh Dave Prindle.

Kini mereka melanjutkan kampanye perilisan melalui single kedua berjudul “Erase You”, yang kembali hadir bersama video musik garapan Dave Prindle. Di video musik “Erase You” ini, Dave Prindle mengambil peran penuh, mulai dari penyutradaraan, pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan.

Kembalinya Still Remains tentu membawa nostalgia tersendiri bagi para penggemar metalcore era awal 2000-an. Band ini terbentuk pada 2001 dari peleburan dua kelompok hardcore lokal, Shades of Amber dan Unition. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menarik perhatian berkat kombinasi riff agresif, melodi atmosferik, serta penggunaan keyboard yang kala itu masih jarang ditemukan dalam metalcore Amerika.

Setelah merilis dua EP independen, mereka bergabung dengan Roadrunner Records dan meluncurkan album debut ‘Of Love And Lunacy’ pada 2005. Album tersebut melahirkan sejumlah lagu penting seperti “The Worst Is Yet To Come” dan “White Walls”, sekaligus membantu membentuk karakter metalcore generasi pertengahan 2000-an. Single “Stay Captive” bahkan sempat membawa nama mereka masuk ke tangga lagu Inggris.

Masa itu juga diwarnai aktivitas tur yang padat bersama sejumlah nama besar seperti Trivium, Bullet For My Valentine, As I Lay Dying, August Burns Red, dan Atreyu. Mereka juga tampil dalam berbagai tur besar seperti Roadrage Tour, Kerrang! XXV Tour, hingga Warped Tour.

Album kedua mereka, ‘The Serpent’, dirilis pada 2007 dan memperluas jangkauan internasional band sebelum akhirnya memasuki masa vakum pada 2008. Tiga tahun kemudian, lima personel era ‘Of Love And Lunac’y kembali bersatu dan merilis ‘Ceasing to Breathe’ pada 2013.

Setelah mulai aktif kembali tampil di atas panggung sejak 2023, ‘Spirit Breaker’ dan “Erase You” kini menjadi bukti bahwa Still Remains belum kehilangan daya ledaknya.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *