International

Soft Loft Luncurkan “Wednesdays”, Sajian Indie Pop Yang Mencerahkan

“Wednesdays” mengeksplorasi kesehatan mental, refleksi diri, dan makna kebiasaan sederhana setiap hari.

Diterbitkan

pada

Soft Loft
Soft Loft (credit: Flavio Leone)

Kolektif indie pop asal Swiss, Soft Loft, kembali memperlihatkan arah kreatif mereka lewat single terbaru berjudul “Wednesdays”. Lagu ini menjadi materi terbaru yang akan menghiasi album kedua mereka, ‘Throw The Dice’.

Selama beberapa tahun terakhir, Soft Loft dikenal lewat racikan indie pop yang emosional dengan lirik-lirik personal dari sang vokalis, Jorina Stamm. Pengalaman dan refleksi yang ia tuliskan kemudian diterjemahkan ke dalam lagu-lagu yang terasa hangat, dan penuh energi. Perjalanan mereka dimulai dengan EP ‘In Case You Still Get Lonely’ pada 2023, disusul album penuh perdana ‘The Party And The Mess’ pada 2024, kemudian EP ‘Modern Roses’ yang dirilis tahun lalu.

Memasuki 2026, Soft Loft mulai membuka jalan menuju album barunya lewat dua single, “Caught” dan “F U WANT IT“. Kini mereka kembali memperkenalkan “Wednesdays” sebagai lagu ketiga dari ‘Throw The Dice’.

“Wednesdays” memadukan verse bernuansa melankolis dengan chorus yang cerah dan terasa familiar. Aransemennya memadukan ritme drum yang mengalir perlahan, lapisan atmosfer yang luas, serta petikan gitar akustik yang berpadu harmonis.

Seiring lagu ini berkembang, komposisinya perlahan-lahan berubah menjadi ledakan refrain yang kuat, didukung oleh karakter vokal Jorina Stamm yang terdengar hangat dan ekspresif. Nuansa ini mengingatkan kita pada semangat indie pop antemik yang sering kita temui dalam karya-karya Middle Kids.

Di balik melodinya yang terdengar ringan, “Wednesdays” mengangkat tema kesehatan mental dan perjuangan melawan rasa kesepian. Stamm menceritakan kisah seseorang yang berusaha mempertahankan harapan melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana ketika usaha untuk terhubung dengan orang lain tidak selalu membuahkan hasil yang diharapkan.

Lewat lirik “It’s like making jokes and no one laughs” hingga “I sit by myself but I’m oh so good“, lagu ini memperlihatkan bagaimana rasa diabaikan perlahan berganti menjadi penerimaan diri dan ketenangan tanpa bergantung pada orang lain.

Soft Loft by Sam Aebi

Stamm menjelaskan bahwa “Wednesdays” terinspirasi dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang membantu seseorang bertahan dan menjalani hari. Mulai dari berjalan kaki, menjaga pola makan, membeli bunga untuk diri sendiri, hingga meyakinkan diri bahwa hari ini bisa menjadi hari yang lebih baik.

Ia menambahkan bahwa inti lagu ini adalah proses belajar untuk mengandalkan diri sendiri. Baginya, kesehatan mental juga berkaitan dengan keberanian untuk mengambil tanggung jawab atas kesejahteraan pribadi, melakukan perubahan saat diperlukan, dan menemukan ketenangan tanpa terus mencari pengakuan atau kebahagiaan dari orang lain.

Stamm juga menyebut bahwa lagu ini menggambarkan tarik-ulur antara rasa terasing dan rasa nyaman. Ada saat-saat ketika seseorang merasa tidak diperhatikan, tetapi pada saat yang sama mulai belajar menikmati waktu sendiri tanpa merasa kurang.

Judul “Wednesdays” pun memiliki referensi budaya pop yang cukup menarik. Stamm mengaku terinspirasi oleh film Mean Girls, khususnya kalimat ikonis “On Wednesdays we wear pink” dan “You can’t sit with us“. Jika dalam film tersebut hari Rabu identik dengan aturan tidak tertulis mengenai siapa yang diterima dalam sebuah kelompok, Soft Loft justru memaknainya secara berbeda.

Di single “Wednesdays”, mereka mengajak pendengar untuk melihat bahwa memilih diri sendiri bukanlah sebuah kegagalan. Duduk sendirian tidak selalu berarti kesepian; itu bisa menjadi ruang untuk menerima diri apa adanya dan merasa damai tanpa harus memenuhi ekspektasi orang lain.

Single ini sekaligus memperlihatkan benang merah yang mulai terbentuk menuju ‘Throw The Dice’. Setelah “Caught” dan “F U WANT IT”, Soft Loft kembali mengedepankan penulisan lagu yang lebih jujur, dipadukan dengan produksi indie pop yang atmosferik tapi tetap mudah dinikmati.

Jika ketiga lagu tersebut mencerminkan keseluruhan album, ‘Throw The Dice’ berpotensi menyajikan kumpulan lagu yang mengeksplorasi dinamika emosi, hubungan antarmanusia, serta proses menerima diri dengan kemasan yang hangat dan melodi yang kuat.

Album ‘Throw The Dice’ dijadwalkan rilis di berbagai platform musik mulai 4 September melalui [PIAS] Recordings.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

âś… KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *