Flash News
Pulp Umumkan Album “Live!” Dan Film Konser “What Do You Do For an Encore?”
Pulp kembali memperluas perayaan atas kebangkitan kreatif mereka dengan mengumumkan dua rilisan sekaligus, yaitu album konser bertajuk “Live!” dan film dokumentasi pertunjukan berjudul “Pulp: What Do You Do For an Encore?”.
Bersamaan dengan pengumuman tersebut, grup legendaris asal Sheffield itu juga membagikan video penampilan live untuk lagu “A Sunset” serta versi audio “Disco 2000” yang akan menjadi bagian dari album live tersebut.
Album “Live!” dijadwalkan rilis pada 28 Agustus melalui Rough Trade, sementara film “Pulp: What Do You Do For an Encore?” akan tayang eksklusif di MUBI pada musim gugur tahun ini. Kedua rilisan ini diambil dari pertunjukan Pulp di O2 Arena London pada Juni 2025, tepat pada minggu ketika album terbaru mereka, “More”, mencapai posisi teratas di tangga album Inggris.
Pengumuman ini melanjutkan momentum yang sedang dinikmati Pulp setelah perilisan “More”, album studio pertama mereka dalam 24 tahun. Dirilis melalui Rough Trade Records, album ini mendapat sambutan positif dari kritikus dan penggemar, serta dianggap sebagai salah satu rilisan penting di tahun 2025.
Film konser “Pulp: What Do You Do For an Encore?” disutradarai oleh Garth Jennings, sosok yang memiliki hubungan panjang dengan band ini. Jennings pertama kali bekerja sama dengan Pulp pada 1997 ketika menyutradarai video musik “Help the Aged”. Dalam tur terbaru mereka, ia juga terlibat dalam perancangan konsep panggung yang digunakan sepanjang rangkaian pertunjukan.
Vokalis Pulp, Jarvis Cocker, menjelaskan makna di balik judul album live ini. Ia menyatakan bahwa konser adalah tempat di mana lagu-lagu mendapatkan kehidupan baru setiap kali dimainkan di depan penonton.
“Sebuah konser adalah peristiwa ketika lagu-lagu kembali hidup. Karena itulah album ini diberi judul ‘Live!’. Judul itu merupakan fakta sekaligus tantangan. Fakta bahwa ini adalah rekaman sebuah band yang tampil secara langsung, dan tantangan agar semua orang ikut hidup bersama musiknya,” ungkap Cocker dalam pernyataan resminya.
Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas Pulp memang terlihat semakin intens. Pada Maret lalu, mereka merilis dua lagu sisi-B secara digital, yaitu “Marrying For Love” dan “Cold Call on the Hot Line”. Kedua lagu tersebut memperlihatkan bahwa kreativitas band ini terus bergerak aktif setelah kembalinya mereka ke studio rekaman.
Sebelumnya, pada Februari 2026, Pulp juga memperkenalkan lagu “Begging for Change” sebagai bagian dari proyek amal HELP(2), album kompilasi yang dirilis untuk mendukung organisasi kemanusiaan War Child. Lagu ini melibatkan paduan suara yang terdiri dari sejumlah nama besar seperti Damon Albarn, Grian Chatten, Kae Tempest, dan Carl Barat.
Perjalanan menuju titik ini cukup panjang. Sebelum “More”, album studio terakhir Pulp adalah ‘We Love Life’ yang dirilis pada tahun 2001 dan diproduseri oleh Scott Walker. Setelah itu, band ini mengalami masa vakum yang cukup lama. Mereka sempat tampil di berbagai panggung antara 2011 hingga 2013, merilis lagu “After You” pada 2013, lalu kembali menghentikan aktivitas sebelum reuni lagi pada tahun 2022.
Reuni tersebut berkembang menjadi tur panjang yang berlangsung dari 2023 hingga 2024 dan mendapatkan respons positif di berbagai negara. Tapi perjalanan itu juga dibayangi oleh kehilangan besar setelah bassis mereka, Steve Mackey, meninggal dunia pada Maret 2023 di usia 56 tahun. Karena itu, Mackey tidak sempat terlibat dalam reuni terakhir maupun proses penggarapan album “More”.
Album “More” diproduseri oleh James Ford, yang terkenal melalui karyanya dengan Arctic Monkeys dan Fontaines D.C.. Proses rekaman dilakukan di Orbb Studio, London Timur, dengan formasi inti Pulp yang terdiri dari Jarvis Cocker, Candida Doyle, Nick Banks, dan Mark Webber.
Pulp – A Sunset (Live)

Pulp – Disco 2000 (Live)


