Interviews
Interview: Poison Nova Menyeruak Keluar
Apabila merunut beberapa tahun belakangan ini, mungkin kota Cirebon tidak terlalu diperhitungkan dalam peta musik nasional. Sampai akhirnya ada sekelompok pemuda bernafas bengis yang menyeruak keluar menampilkan taringnya. Poison Nova, unit black metal nomor satu seantero kota Cirebon yang bermodalkan materi-materi cepat nan tajam, kini mulai ramai diperbincangkan di dunia musik keras Indonesia.
Mereka datang dengan beberapa kejutan. Dari mulai perilisan EP dibawah bendera Lawless Records Jakarta, hingga keterlibatan nama-nama beken seperti Arian13, Morgue Vanguard sampai Indra Q untuk mini album bertajuk Circle Of Woe tersebut.
Satu hal yang pasti, meski berasal dari kota yang tidak memiliki sejarah permusikan yang kuat, etos kerja serta semangat Poison Nova tidak perlu diragukan. Kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil yang manis, namun masih tetap hitam, di penghujung tahun 2014 kemarin.
Sony, gitaris dan mastermind dari Poison Nova ini menjabarkan banyak hal kepada Gigsplay tentang band kebanggaannya tersebut. Untuk kalian yang masih penasaran dengan kolektif black metal Cirebon ini, jangan ragu, mari simak obrolan singkat Gigsplay dengan Sony dibawah sini.
– Halo Poison Nova. Pertama-tama, selamat atas rilisnya Circle of Woe ya. Hmmm, boleh beberkan bagaimana cerita awal kalian bisa bekerjasama dengan Lawless Records ?
Sony: Setahun setelah kita split album dengan Bvrtan, saya kirim kan demo-demo tersebut ke semua musisi dan orang yang saya anggap senior di bidang musik metal. Saya kirim ke Eben Burgerkill, Otong Koil, Wendy Rolling Stone, Pak Kades Svkatani dari Bvrtan, Menus To Die, dan salah satunya ke Arian13.
Ya rata-rata responnya bagus. Bahkan sebelum deal dengan Lawless Records, Arian13 pernah review demo kita di Indonesian Cd Musik Kolektor di Facebook. Dan dari situ kita mulai agak di kenal dan banyak tawaran dari label ingin merilis Circle Of Woe, baik itu secara CD dan kaset. Tapi finally Arian13 menawarkan demo tersebut di rilis oleh labelnya, Lawless Record, dan kita pun dengan girang langsung menyatakan iya.
– Seberapa seru bekerjasama dengan Lawless Records ?
Sony: Sangat seru sekali. Mengingat kita band dari kota kecil yang tidak dikenal, kemudian bekerjasama dengan pihak Lawless adalah suatu pencapaian yang bisa di bilang luar biasa oleh kami. Dan menjadi titik awal yang sangat bagus.
– Musik yang kalian tawarkan banyak menuai pujian, impresif sekali. Dan hampir seluruhnya dibuat oleh Sony. Bagaimana proses kreatifnya sendiri ?
Sony: Seluruh komposisi musik untuk Poison Nova memang dari saya pure. Saya mengerjakan materi tersebut dalam kurun waktu hampir satu tahun. Di sela-sela kesibukan saya sebagai seorang pegawai kantoran, saya selalu menyempatkan diri sepulang kantor hingga jam 2 atau 3 pagi untuk mengerjakannya.
Banyak kejadian aneh juga sih di proses kreatifnya. Mungkin salah satu alasannya karena rumah yang saya tinggali terbilang angker juga dan kayaknya ada yang terbawa juga ke album ini, hehehe.
Semua track drum direkam di Massive Studio Bandung, untuk gitar dan bass saya hanya menggunakan guitar rig 5 di laptop. Dan untuk vokal dilakukan di salah satu studio lokal di kota Cirebon. Kemudian mixing juga oleh saya sendiri.
– Sedangkan untuk divisi lirik, kebanyakan ditulis oleh Dhimas Lvcky, padu padan katanya beringas sekali. Apa referensinya ?
Sony: Dhimas memang di tugasi dari awal untuk memegang divisi lirik. Ya, basically mungkin untuk lirik dia hanya berusaha jujur mencurahkan segala kejadian yang dia alami ke dalam lagu. Dan saya pun menekankan ke Dhimas agar membuat lirik jangan terlalu mengkhayal, karena nanti susah untuk dijiwai ketika dibawakan olehnya.
– Banyak yang berpendapat bahwa Poison Nova melahirkan sebuah kawin silang sempurna antara black, death dan thrash metal. Kalian sendiri memandang musik kalian itu seperti apa ?
Sony: Saya dari dulu mengkonsep musik Poison Nova memang harus enak dibawakan oleh kita dan tidak berusaha membohongi diri sendiri demi sebuah genre yang sekarang lagi hip. Agak susah sih untuk mencari referensi musik yang sesuai dengan kita. Saya pun mendengarkan semua jenis aliran musik dan menggabungkan itu semua dan benang merahnya sudah ada di otak saya. Yang saya rasakan sih mungkin antara melodic death/black metal.
– Ini sekedar untuk intermezzo saja sih. EP Circle of Woe masteringnya dikerjakan oleh Indra Q. Kalau saya tidak salah dengar, beliau juga yang mengerjakan mixing serta mastering album pak presiden terdahulu loh, hahaha
Sony: Betul. Sungguh suatu kehormatan untuk kita berkerjasama dengan beliau. Ya mungkin beliau juga belum maksimal karena mixing memang di kerjakan oleh saya sendiri di studio yang cukup sederhana di rumah. Mudah-mudahan sih untuk album berikutnya, mixing juga bisa di handle oleh beliau agar hasilnya lebih jahat, hehehe.
– Bicara soal kemasan CD Circle of Woe. Kalian sengaja untuk tidak mau terlalu banyak menampilkan artwork ? atau ide itu datang dari pihak label untuk memajang banyak-banyak foto tengkorak dari Dinda Advena ?
Sony: Iya. Dan dari pihak kang Arian13 juga banyak memberi masukan termasuk foto tengkorak dan lainnya. Jujur kita sangat puas dengan hasilnya. Edan.
– Sedangkan untuk panggung terdekat, Poison Nova dijadwalkan tampil di Hellprint Bandung. Adakah ekspektasi dengan crowd di Bandung ? Mereka sangat militan di ranah metal.
Sony: Tidak menaruh ekspektasi terlalu berlebihan sih. Ya semoga crowd disana lebih banyak mengenal kita saja.
– Satu yang patut diacungi jempol dari Poison Nova menurut saya adalah kalian berani untuk melangkah total dengan melempar demo keluar Cirebon, dan berbuah hasil manis kerjasama dengan Lawless Records.
Sony: Itu harus kalau menurut saya. Karena jauh dari dahulu kala memang band-band di sini menurut saya harus keluar dari Cirebon jika ingin lebih maju dan survive agar terus berkarya.
– Bisa gambarkan bagaimana keadaan skena Cirebon sekarang ? Jujur, selain Poison Nova saya tidak tahun band lain yang berasal dari Cirebon.
Sony: Hehehe, no comment deh. Yang jelas kita ingin bermain sebanyak dan sesering mungkin main di luar Cirebon.
– Tanpa ada maksud untuk menyudutkan teman-teman dari skena Cirebon, kenapa kalian memilih untuk melempar demo keluar ? kalian kurang percaya dengan sdm yang ada disana ?
Sony: Ya mungkin karena setelah hampir lebih dari lima tahun berkarya di kota sendiri, yang kita rasakan hanya sebatas itu itu saja. Stuck mungkin lebih tepatnya, hahaha.
– Hahaha, okey okey. Untuk mengakhiri wawancara ini, saya ingin bertanya yang tidak terlalu serius. Tapi saya penasaran dengan selera kalian, pilih Behemoth atau Dissection ? kenapa ?
Sony: Dissection, absolutely. Jujur, musik mereka membuka mata saya untuk lebih mengenal black metal.
– Oh ya, untuk Dhimas Lvcky, pernah dikira vokalis metalcore/sceamo pasti deh ya ? Tato-tatonya mirip Oliver Sykes tuh, hahaha.
Dhimas Lvcky: Sering banget, hahaha. Tapi ya terserah, orang bebas menilai. Saya sih cuma memainkan musik yang saya suka di Poison Nova.
– Terima kasih banyak ya Poison Nova atas waktunya. Sukses terus untuk kalian, sampai bertemu di Hellprint, hail!
Sony: Yup, terimakasih sudah sudi mewawancara kita ya.
photo: Doc. Poison Nova
Support Gigsplay Dengan Saweria
