Music Business

Deezer Luncurkan Remix Lab, Penggemar Kini Bisa Remix Lagu Langsung Di Aplikasi

Remix Lab resmi hadir di Deezer. Penggemar kini bisa membuat remix lagu favorit langsung di aplikasi tanpa mengabaikan hak cipta dan royalti.

Profile photo ofAngkasa

Diterbitkan

pada

Deezer Remix Lab

Deezer memperkenalkan fitur baru bernama Remix Lab yang memungkinkan pengguna membuat versi remix dari lagu-lagu populer langsung di dalam aplikasinya. Lewat fitur ini, platform streaming musik asal Prancis tersebut ingin membuka ruang kreativitas bagi para penggemar, sekaligus memastikan musisi dan pemegang hak cipta tetap memperoleh pendapatan dari setiap hasil remix yang diputar.

Pada tahap awal, Remix Lab hanya tersedia untuk pengguna di Prancis. Tapi jangan khawatir, Deezer telah mengumumkan rencana untuk memperluas layanan ini ke lebih banyak negara dalam waktu dekat. Pengguna dapat mengakses fitur ini melalui menu Deezer Club di aplikasi mereka.

Remix Lab hadir dalam format kompetisi remix yang diselenggarakan bersama para artis. Informasi mengenai kompetisi dapat ditemukan di Deezer Club maupun halaman resmi artis yang berpartisipasi. Setelah pengguna selesai mengolah lagu, mereka dapat langsung memutar hasil remix, menambahkannya ke playlist pribadi, dan membagikannya kepada komunitas, semuanya dalam ekosistem Deezer.

Pada periode awal peluncuran, karya-karya terbaik akan dikumpulkan dalam playlist khusus yang berisi remix pilihan. Para pemenang juga akan mendapatkan dua tiket untuk acara “Deezer Purple Door” yang akan berlangsung pada bulan September mendatang, serta merchandise resmi dari musisi yang lagunya mereka remix.

Berbeda dari sejumlah layanan serupa, Deezer menekankan bahwa semua remix dibuat dengan persetujuan langsung dari para artis. Platform ini juga memastikan bahwa setiap pemutaran remix tetap dihitung sebagai stream untuk karya asli, sehingga royalti tetap diterima oleh musisi dan pemegang hak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut Deezer, setiap kali remix diputar, pendapatan yang dihasilkan akan tetap terhubung dengan lagu orisinal. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menyediakan sistem remunerasi yang adil dan transparan bagi industri musik.

Deezer bahkan mengklaim sebagai platform streaming musik pertama yang menghadirkan fitur remix dengan mekanisme lisensi resmi dan persetujuan penuh dari para artis. Layanan serupa sebenarnya sudah pernah muncul di platform lain. Spotify, misalnya, belum lama ini meluncurkan fitur remix hasil kolaborasi dengan Universal Music Group.

Remix Lab

Perbedaan utama terletak pada teknologi yang digunakan. Spotify menggunakan kecerdasan buatan generatif untuk membantu membuat remix, sedangkan Remix Lab milik Deezer tidak bergantung pada AI. Pengguna diberikan berbagai alat kreatif untuk mengolah lagu secara manual, mulai dari mengubah tempo, menambahkan efek reverb, hingga mengubah karakter genre dan gaya musik sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Pierre Trochu, Kepala Produk Deezer, menjelaskan bahwa Remix Lab dirancang untuk memudahkan pengguna, sehingga siapa pun dapat bereksperimen hanya dalam beberapa langkah.

Fitur ini berfokus pada kesederhanaan dan aksesibilitas. Hanya dengan beberapa klik, pengguna bisa menemukan kembali lagu yang mereka sukai melalui efek sederhana seperti mempercepat tempo atau menambahkan reverb, hingga transformasi yang lebih kompleks seperti mengubah genre dan gaya musik,” ujar Trochu.

CEO Deezer, Alexis Lanternier, menilai fitur ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memperkaya pengalaman mendengarkan musik. Ia menyatakan bahwa penggemar kini tidak hanya berperan sebagai pendengar, tetapi juga dapat berpartisipasi dalam proses kreatif secara resmi tanpa mengabaikan hak para kreator.

Alat remix ini mencerminkan visi kami untuk memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih kaya. Penggemar dapat terlibat dalam proses kreatif dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan musik favorit mereka langsung melalui aplikasi Deezer. Semua fitur ini hadir dengan keterlibatan penuh para artis, tetap menghormati hak cipta, dan mengoptimalkan pendapatan dari setiap lagu,” jelas Lanternier.

Peluncuran Remix Lab memperlihatkan bagaimana platform streaming mulai mencari cara baru untuk melibatkan penggemar tanpa mengesampingkan aspek bisnis maupun hak cipta.

Jika sebelumnya remix buatan penggemar banyak beredar di platform lain dengan status lisensi yang belum tentu jelas, Deezer mencoba memberikan alternatif yang lebih terstruktur. Model ini membuka peluang bagi komunitas untuk berkreasi, sekaligus memberi manfaat finansial kepada musisi yang karyanya menjadi sumber inspirasi.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *