New Albums
ASYLM Rilis EP ‘In a Garden, All Those Flowers Exist’, Kisah Tentang Bertahan Dan Tumbuh Bersama
Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat bagi ASYLM. Dalam periode ini, unit alternatif yang berasal dari Jatinangor ini tidak hanya belajar untuk merangkai lagu, tetapi juga memahami bagaimana enam individu dengan latar belakang, selera, dan karakter yang berbeda dapat berkolaborasi dalam satu ruang kreatif. Proses tersebut kini dirangkum dalam EP terbaru mereka yang berjudul ‘In a Garden, All Those Flowers Exist‘.
Dirilis sebagai karya yang merangkum perjalanan ASYLM sejak terbentuk pada 2023, EP ini terdiri dari lima lagu yang lahir dari berbagai dinamika yang mereka hadapi bersama. Di tengah berbagai tantangan, perubahan personel, dan perbedaan pandangan dalam berkarya, ASYLM menemukan satu kesimpulan sederhana: tidak ada seorang pun yang benar-benar bisa tumbuh sendirian.
Gagasan tersebut menjadi fondasi utama dari ‘In a Garden, All Those Flowers Exist’. Judulnya menghadirkan metafora sebuah taman yang dihuni oleh beragam bunga dengan bentuk, warna, dan karakter yang berbeda. Bagi ASYLM, taman tersebut adalah ruang aman yang dibangun bersama, tempat di mana setiap individu dapat tumbuh tanpa kehilangan identitas masing-masing.
Melalui EP ini, mereka mengungkapkan pentingnya kebersamaan di tengah ketakutan, kesendirian, dan keterasingan yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Alih-alih menghapus perbedaan, ASYLM justru merangkulnya sebagai bagian penting dari proses pertumbuhan. Pesan ini terasa konsisten di sepanjang rilisan ini, yang dirancang sebagai satu narasi utuh dari awal hingga akhir.
Secara keseluruhan, album ‘In a Garden, All Those Flowers Exist’ menjelajahi genre rock alternatif dengan nuansa post-rock dan shoegaze yang kuat. Lapisan gitar yang tebal, suasana yang luas, dan dinamika emosional yang berkembang perlahan menjadi ciri khas yang mengikat kelima lagu di dalamnya. Dua lagu yang menonjol adalah “Solace” dan “Design of Eden’s Pleasure”, yang menunjukkan kemampuan ASYLM dalam menciptakan atmosfer melalui tekstur suara yang kaya dan reflektif.
Setiap lagu terasa terhubung satu sama lain, seperti bagian-bagian dari sebuah cerita yang membentuk perjalanan yang panjang. Pendengar diajak untuk menjelajahi ruang-ruang refleksi yang berbicara tentang penerimaan, keberanian untuk membuka diri, dan usaha untuk bertahan ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan.
Di balik hasil akhir, proses kreatif EP ini juga menyimpan kisahnya sendiri. Para anggota band mengakui bahwa perbedaan dalam referensi musik, kemampuan teknis, dan ketersediaan waktu sering kali menimbulkan tantangan yang tidak mudah. Namun, alih-alih memecah mereka, situasi tersebut justru memperkuat ikatan yang telah terjalin selama tiga tahun terakhir.
Semangat kolektif menjadi kunci utama dalam pembuatan rilisan ini. Sebagian besar proses dilakukan secara mandiri dengan melibatkan teman-teman terdekat yang selama ini mendukung perjalanan mereka. Prinsip “Do It With Your Friends” telah berkembang menjadi filosofi yang tidak hanya memengaruhi cara mereka bekerja, tetapi juga membentuk identitas ASYLM sebagai sebuah band.
Harapan yang mereka sematkan pada EP ini pun sederhana. Selain menjadi fondasi yang kokoh untuk langkah berikutnya, mereka ingin karya tersebut dapat menemani siapa pun yang tengah menghadapi rasa takut, kesepian, atau keterasingan. ASYLM percaya bahwa selalu ada kemungkinan untuk tumbuh kembali selama seseorang bersedia membuka diri terhadap uluran tangan dari orang lain.
ASYLM dibentuk di Jatinangor pada tahun 2023 dan berkembang di tengah kebangkitan genre shoegaze yang belakangan ini kembali mendapatkan perhatian luas. Pengaruh tersebut masih terlihat dalam karakter musik mereka, meskipun band ini juga banyak mengadopsi elemen alternatif kontemporer untuk menciptakan identitas yang lebih personal.
Saat ini ASYLM diperkuat oleh Yedija (vokal), Devara (gitar), Irgi (gitar), Ariq (gitar), Rico (bass), dan Rizkia (drum). Melalui ‘In a Garden, All Those Flowers Exist’, mereka membuka lembaran penting dalam perjalanan yang masih panjang, sembari mengingatkan bahwa setiap orang berhak tumbuh dan mekar dengan caranya sendiri.
Support Gigsplay Dengan Saweria

