Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Setelah sempat menjauh dari aktivitas musik, Winaldy Senna kembali dengan proyek baru bernama WAIT. Proyek ini ia rancang sebagai ruang eksplorasi yang lebih leluasa, tempat ide, emosi, dan pengalaman personal dirangkai tanpa batasan format. Untuk memperkuat fondasi musikalnya, ia melibatkan nama-nama yang sudah punya rekam jejak solid di skena independen, mulai dari Mustika Kamal, Asido Sigit, hingga Ian Anatha.

Single perdana “Beautiful Lie” langsung memberi gambaran arah yang mereka ambil. Secara audio, komposisinya bergerak di wilayah yang keras dan dinamis. Tapi kekuatan rilisan ini justru terasa semakin utuh ketika masuk ke ranah visual. Video musiknya bukan sekadar pelengkap, melainkan perpanjangan narasi yang menegaskan konflik yang dibangun dalam lagu.

Disutradarai oleh Adriansyah Anugrah bersama tim Progresif Entertainment dan Adrybros, video ini menjelajahi nuansa gelap yang terasa konsisten dari awal hingga akhir. Tone visual yang cenderung redup langsung mengunci suasana, memberi kesan tertekan tanpa perlu banyak distraksi. Semua diarahkan agar penonton fokus pada simbol dan gestur.

Band Wait

Salah satu elemen yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan figur manusia dengan wajah dan mata tertutup. Visual ini bukan sekadar gimmick, tapi berfungsi sebagai metafora yang jelas tentang kondisi manusia yang memilih untuk tidak melihat, bahkan terhadap orang-orang terdekatnya. Ada jarak emosional yang terasa dingin, dan kamera menangkap itu dengan framing yang cenderung statis, seolah memberi ruang bagi penonton untuk mencerna tanpa dipaksa.

Secara teknis, pendekatan visualnya minimalis, tapi tidak kehilangan presisi. Kerja kamera dari Diondy Fernando terasa rapi, dengan komposisi yang terukur dan pencahayaan yang disiplin. Dukungan dari Raka Rayhanza menjaga pergerakan tetap halus, tanpa gangguan yang tidak perlu. Hasil akhirnya terasa elegan, dengan ritme visual yang selaras dengan dinamika lagu.

“Beautiful Lie” menunjukkan bagaimana WAIT memahami pentingnya hubungan antara audio dan visual. Video ini tidak berusaha menjelaskan segalanya secara literal, tetapi memberi cukup petunjuk untuk membangun interpretasi. Dalam konteks rilisan debut, ini bukan sekadar perkenalan, tapi pernyataan arah yang cukup tegas.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

âś… KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *