Burn – Isyana Sarasvati
Video musik “BURN” tampil seperti pertunjukan performatif berskala besar. Isyana menghadirkan lebih dari 60 penari latar yang bergerak dalam koreografi yang presisi dengan nuansa teatrikal yang kuat. Gerakan mereka menciptakan atmosfer ritualistik, penuh energi, dan terasa seperti simbol pelepasan emosi yang terus bergerak tanpa henti.
Isyana Sarasvati akhirnya resmi merilis album penuh kelimanya bertajuk “EKLEKTIKO” pada 21 Mei 2026, setelah lebih dari setahun membangun perjalanan proyek tersebut secara bertahap. Di antara berbagai konsep multichapter yang ditawarkan album ini, perhatian utama tertuju pada video musik “BURN”, lagu andalan dari chapter ABADHI yang tampil dengan sangat eksplosif dan teatrikal.
Sejak awal, “EKLEKTIKO” memang dirancang sebagai sebuah semesta visual dan emosional yang terbagi dalam beberapa chapter berbeda, mulai dari Lunora, MAMIU, Cecilia, hingga ABADHI. Masing-masing chapter membawa warna suara dan identitas artistik yang unik. Tapi di “BURN”, Isyana seolah melepaskan seluruh energi yang telah ia bangun perlahan sepanjang proyek ini.
“BURN” bergerak liar antara pop elektronik, groove agresif, hingga distorsi metal yang padat. Isyana bahkan menyebut eksplorasi ini sebagai trance metal atau dance metal, sebuah perpaduan yang terdengar intens dan penuh ledakan ritmis. Tapi kekuatan utama lagu ini justru semakin terasa ketika diterjemahkan ke dalam format visual.
Video musik “BURN” tampil seperti pertunjukan performatif berskala besar. Isyana menghadirkan lebih dari 60 penari latar yang bergerak dalam koreografi yang presisi dengan nuansa teatrikal yang kuat. Gerakan mereka menciptakan atmosfer ritualistik, penuh energi, dan terasa seperti simbol pelepasan emosi yang terus bergerak tanpa henti.
Visualnya dipenuhi dengan permainan cahaya dramatis, warna-warna kontras, serta komposisi panggung yang megah. Di tengah keramaian itu, Isyana tetap menjadi pusat gravitasi utama. Ia bergerak di antara dentuman elektronik dan riff berat sambil membangun ekspresi yang intens, seolah membawa penonton masuk ke dalam ruang emosional yang penuh gejolak.
Dalam sesi jumpa pers di Senayan, Jakarta, Isyana mengaku memilih “BURN” sebagai focus track karena lagu tersebut memiliki energi yang paling kuat dibanding trek lainnya di album ini. Menurutnya, lagu tersebut mampu merepresentasikan ledakan emosi yang selama ini menjadi inti dari chapter ABADHI.
“Lagu ini punya energi yang sangat intens. Ada nuansa rock yang dinamis tapi tetap punya groove yang kuat,” ujarnya.
Pilihan untuk memperbesar aspek visual tampaknya menjadi salah satu fondasi utama dari “EKLEKTIKO”. Isyana tidak hanya merilis album audio, tetapi juga menyiapkan lebih dari 30 video visual yang akan diunggah secara bertahap di kanal YouTube resminya. Setiap video dirancang untuk melengkapi narasi dari masing-masing chapter.
Perjalanan “EKLEKTIKO” dimulai sejak Mei 2025 dengan perilisan “Hari Ini”, lagu kolaborasinya bersama Hindia. Dalam prosesnya, Isyana juga bekerja sama dengan sejumlah nama seperti VIDI, Afgan, Kamga, hingga gitaris legendaris Marty Friedman pada lagu “my Mystery”.
Bagi Isyana, “EKLEKTIKO” lahir sebagai refleksi perjalanan manusia yang penuh perubahan, luka, keberagaman, dan penerimaan diri. Melalui “BURN”, gagasan ini diterjemahkan dalam bentuk visual yang besar, intens, dan hampir tanpa batas.
Support Gigsplay Dengan Saweria

