Music News

The Post-Naissance Marsmolys Resmi Berakhir, Lima Band Meriahkan Malam Penutupan

Profile photo ofamelia

Diterbitkan

pada

The Post-Naissance Marsmolys
The Post-Naissance (credit: @zumazuhal)

Pameran The Post-Naissance yang digagas unit psychedelic rock asal Yogyakarta, Marsmolys, resmi ditutup pada Sabtu, 13 Juni 2026 lewat sebuah acara penutupan bertajuk “Post-Naissance Gigs”. Digelar di Galeri R.J. Katamsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, malam penutup ini menghadirkan rangkaian pertunjukan musik dari lima band lintas kota: Temaram (Yogyakarta), Foreseen (Jakarta), Syrian (Salatiga), Mess In Balance (Surakarta), serta Marsmolys sebagai tuan rumah.

Sejak dibuka pada 1 Juni 2026, The Post-Naissance berlangsung selama dua minggu dan menampilkan 17 seniman yang merespons album kedua Marsmolys yang berjudul “The Progeny of Holy Moly”. Karya-karya yang ditampilkan hadir dalam berbagai medium, mulai dari visual hingga interpretasi konseptual, mengalir dari satu ruang ke ruang lain di dalam galeri. Proyek ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara musik dan seni rupa, sekaligus membuka percakapan baru yang muncul dari interaksi keduanya.

Salah satu partisipan pameran, Hendra Priyadhani, yang juga vokalis Sangkakala, berbagi pandangannya tentang hubungan antara dua disiplin ini. Ia berpendapat bahwa musik dan seni rupa saling melengkapi karena masing-masing beroperasi melalui indra yang berbeda. Ketika keduanya dipresentasikan dalam satu ruang yang terkurasi dengan baik, pengalaman yang dihasilkan tidak saling meniadakan, melainkan saling memperkuat. Menurutnya, pertemuan semacam ini dapat menciptakan pengalaman yang utuh jika dilaksanakan dengan serius dan tepat.

Pameran The Post-Naissance

Istilah The Post-Naissance terinspirasi dari konsep renaissance, tetapi diartikan sebagai “pasca-kelahiran”. Istilah ini menggambarkan kondisi di mana sebuah entitas telah lahir, tetapi terus bergerak, berubah, dan mencari bentuknya sendiri. Dalam konteks pameran ini, Marsmolys menggunakan gagasan tersebut sebagai kerangka untuk menafsir ulang hubungan antara karya musik mereka dan interpretasi visual dari para seniman yang terlibat.

Selama pameran berlangsung, tercatat lebih dari 1.200 pengunjung yang hadir. Selain menikmati karya-karya yang dipajang di galeri, mereka juga ikut serta dalam berbagai program publik yang diadakan selama acara.

Di antara program tersebut adalah workshop “How to Build and Run Media” yang dipandu oleh Desta Wasesa dari MusikJogja pada 6 Juni, live podcast “Musik, Visual, dan Kemungkinan Baru” pada 9 Juni yang menghadirkan Gaduh! Podcast dengan Amir (The Jeblogs) dan Jiwe (The Kick) serta Marsmolys, workshop “Stage Production” pada 10 Juni bersama Berkah Djaya Rebel x Molytech, dan Tamasyamusik by Tamasyakarsa pada 12 Juni.

workshop How To Build and Run Media

Marsmolys menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara ini dirancang sebagai ruang kerja kolektif yang melibatkan berbagai komunitas. Antino Restu dari Marsmolys mengungkapkan bahwa meski proses selama dua minggu itu melelahkan, pengalaman yang didapat sangat berharga.

Ia berpendapat bahwa pertemuan berbagai disiplin dalam satu ruang menciptakan dinamika yang hidup, di mana musik tidak hanya terfokus pada panggung atau angka streaming, tetapi juga bisa menjadi medium yang menyatukan banyak pihak dalam ekosistem kreatif.

Penutupan The Post-Naissance pada malam 13 Juni 2026 mengubah galeri menjadi area pertunjukan musik. Ratusan pengunjung memadati lokasi untuk menyaksikan lima penampilan dari band-band yang terlibat dalam rangkaian acara tersebut. Pergeseran fungsi ruang ini menjadi penutup simbolis dari dua minggu interaksi antara karya visual, musik, dan komunitas yang terlibat.

Antino menambahkan bahwa harapan dari proyek ini adalah untuk membuka kemungkinan baru dalam memahami pertemuan antara seni musik dan seni visual. Ia percaya bahwa ruang semacam ini dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi penikmat seni, sekaligus memperluas cara publik memahami karya di luar format tradisional.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *