New Tracks
SORE Ze Band Rangkum Kehangatan Dan Harapan Dalam “Surya Jelang Menepi”
SORE Ze Band kembali meluncurkan karya terbaru mereka dengan single berjudul “Surya Jelang Menepi”. Lagu ini menggambarkan perenungan, kehilangan, dan keikhlasan, dikemas dalam komposisi yang hangat dan penuh nuansa. Ini adalah rilisan terbaru dari grup musik yang kini diperkuat oleh Bemby Gusti, Awan Garnida, Gilang Pramudya, Aufa Kantadireja, dan Marvin Muhammad.
Selama bertahun-tahun, SORE telah dikenal sebagai salah satu kelompok musik Indonesia dengan identitas yang kuat, melalui karya-karya yang kaya warna, sinematik, dan penuh detail. Karakteristik ini kembali terasa dalam “Surya Jelang Menepi”, lagu yang mengajak pendengar untuk merasakan suasana senja yang tenang dan emosional. Di tangan SORE, senja bukan hanya sekadar pergantian waktu, tetapi ruang untuk mengingat, menerima, dan merelakan.
Lagu ini memotret momen ketika hari perlahan menuju penghujungnya. Cahaya yang mulai redup seolah menjadi saksi bagi berbagai cerita yang pernah hadir dalam kehidupan seseorang. Kenangan, percakapan, tawa, dan kebersamaan yang dahulu terasa begitu nyata kini muncul kembali sebagai fragmen-fragmen yang tersimpan dalam ingatan.
Alih-alih menghadirkan kesedihan yang meledak-ledak, SORE memilih jalur yang lebih hening. Mereka merangkai kisah perpisahan melalui sudut pandang yang penuh penerimaan. Emosi dalam lagu ini bergerak perlahan, membiarkan setiap lirik dan nada menemukan ruangnya sendiri sebelum akhirnya menyentuh pendengar.
Penggalan lirik “Jiwa abadi, kau pergi tanpa pamit, melayar ke samudra lain” menjadi salah satu titik emosional yang paling kuat. Kalimat tersebut menggambarkan kehilangan seseorang yang telah pergi untuk selamanya, tapi dilantunkan tanpa amarah ataupun penyesalan. Yang tersisa adalah doa dan harapan agar mereka menemukan ketenangan di tempat yang baru.
Nuansa yang ada dalam lagu ini semakin terasa kuat berkat komposisi yang kaya akan lapisan. Sentuhan pop yang lembut berpadu dengan elemen orkestrasi, memberikan ruang yang lebih luas bagi emosi untuk berkembang. Piano dan string tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga membentuk atmosfer yang menyelimuti keseluruhan lagu.
Lirik “Surya Jelang Menepi” ditulis secara kolaboratif oleh Bemby Gusti dan Sergio Karrar. Komposer ternama Andi Rianto juga berkontribusi melalui aransemen piano dan string yang menambah dimensi elegan pada karya ini. Kehadirannya memberikan tekstur yang megah dan tetap terasa intim.
Sebagai produser, Bemby Gusti mengarahkan lagu ini dengan perhatian yang besar terhadap detail. Setiap instrumen ditempatkan dengan cermat untuk menjaga keseimbangan antara kehangatan dan keluasan suara. Proses mixing dan mastering ditangani oleh Rama Harto, sementara penyuntingan vokal dipercayakan kepada Kathleen Ivanka.
Seluruh sesi rekaman dilakukan di Lontar Studio. Hasil akhirnya menyajikan kualitas audio yang jernih dengan karakter organik yang tetap terasa kuat. Pendengar dapat merasakan setiap lapisan instrumen tanpa kehilangan fokus pada inti cerita yang ingin disampaikan.
Bagi SORE Ze Band, “Surya Jelang Menepi” juga menjadi salah satu petunjuk mengenai arah karya yang tengah mereka siapkan. Setelah melewati perjalanan panjang dalam lanskap musik Indonesia, grup ini terus mempertahankan kecenderungan mereka dalam merangkai lagu-lagu yang tidak hanya menyajikan melodi yang kuat, tetapi juga narasi yang mampu meninggalkan kesan mendalam.
Kehadiran personel baru dan dinamika yang terus berkembang tidak mengubah esensi SORE sebagai kelompok musik yang selalu memberi ruang bagi eksplorasi artistik. Justru melalui lagu ini, mereka memperlihatkan bagaimana pengalaman dan kedewasaan kreatif dapat diterjemahkan menjadi karya yang terasa jujur dan relevan.
“Surya Jelang Menepi” kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Sebagai bagian dari rangkaian materi menuju album penuh berikutnya, lagu ini menghadirkan gambaran mengenai semesta yang sedang dibangun SORE Ze Band. Sebuah karya yang lahir dari perenungan, dipenuhi rasa syukur atas kenangan yang pernah ada, sekaligus pengingat bahwa setiap perpisahan pada akhirnya akan menemukan jalannya menuju ketenangan.

