New Tracks

“Karma 2.0” Jadi Bukti Evolusi Kreatif Obeiv

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

OBEIV

Obeiv kembali membuka lembar penting dalam katalog mereka lewat perilisan ulang “Karma 2.0”, sebuah karya yang tidak hanya menghadirkan kemasan baru, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah lagu dapat berkembang seiring bertambahnya pengalaman dan kematangan para penciptanya.

Bagi unit modern rock/metalcore asal Surabaya tersebut, rilisan ini bukan hanya menghidupkan kembali materi lama, melainkan upaya untuk menyampaikan pesan yang sejak awal mereka anggap penting dengan cara yang lebih utuh.

Sejak resmi dibentuk pada Januari 2024, Obeiv telah dikenal sebagai proyek musik yang menggabungkan elemen modern metalcore, rock alternatif, dan nuansa atmosferik. Nama mereka diambil dari kata “Objective”, yang mencerminkan filosofi pandangan terbuka tanpa terikat pada persepsi pribadi. Gagasan ini tercermin dalam karya-karya mereka yang sering kali berbicara tentang pengalaman manusia dengan jujur dan apa adanya.

“Karma 2.0” adalah contoh paling jelas dari bagaimana Obeiv memandang musik sebagai ruang untuk refleksi. Lagu ini mengangkat tema tentang konsekuensi, penyesalan, dan rasa sakit yang muncul dari pilihan hidup. Alih-alih menjadikan lagu ini sekadar dokumentasi masa lalu, Obeiv memilih untuk kembali mengeksplorasi materi ini guna memperkuat setiap detail yang sebelumnya terasa belum sepenuhnya tuntas.

Lagu dibuka dengan petikan gitar atmosferik yang menciptakan suasana misterius sebelum perlahan berkembang menuju ledakan energi yang lebih besar. Ketukan drum yang kokoh, riff gitar yang padat, serta lapisan elemen elektronik di latar belakang membentuk ruang suara yang luas dan sinematik. Pergantian dinamika terasa mengalir, membawa pendengar melalui berbagai emosi tanpa kehilangan arah.

Perubahan paling mencolok dalam versi terbaru ini hadir pada sektor vokal. Seluruh bagian vokal direkam ulang untuk menangkap nuansa emosional yang lebih kuat. Hasilnya terasa signifikan. Bagian verse menghadirkan vokal bersih yang rapuh dan penuh perenungan, sementara bagian klimaks menghadirkan scream yang lebih ekspresif dan penuh tekanan emosional.

Keputusan untuk melakukan retake vokal menunjukkan betapa seriusnya Obeiv dalam menggarap lagu ini. Mereka tidak hanya fokus pada perbaikan kualitas teknis, tetapi juga berusaha memastikan bahwa setiap kata yang dinyanyikan dapat menyampaikan emosi yang terkandung dalam lirik.

Band Modern Rock OBEIV single Karma 2.0

Selain vokal, beberapa elemen aransemen turut mengalami penyempurnaan. Proses mixing dan mastering yang lebih mendalam membuat setiap instrumen terdengar lebih jelas dan memiliki ruangnya masing-masing. Dampaknya terasa pada bagian breakdown yang kini terdengar lebih menghantam, sementara solo gitar di paruh akhir lagu tampil lebih emosional dan memiliki daya tarik yang lebih kuat.

Kami merasa lagu ini punya pesan yang sangat kuat tentang konsekuensi dan rasa sakit. Melalui versi baru ini, kami ingin memastikan bahwa energi dan emosi tersebut benar-benar sampai ke telinga pendengar tanpa ada yang tertahan,” ungkap Wahyu dan Akbar mewakili Obeiv.

Pernyataan tersebut terasa sangat relevan saat mendengarkan keseluruhan lagu. “Karma 2.0” tidak hanya terdengar lebih megah dari segi produksi, tetapi juga lebih hidup secara emosional. Lagu ini menunjukkan bagaimana sebuah karya dapat memperoleh makna baru ketika para musisinya tumbuh bersama materi yang mereka ciptakan.

Di sisi lain, perjalanan Obeiv terbilang cukup produktif dalam waktu singkat. Setelah memperkenalkan diri melalui single “Lelah” pada Mei 2024, mereka melanjutkan dengan “Karma”, kemudian “Outlined” dan “Home”. Setiap rilisan menunjukkan ketertarikan mereka terhadap komposisi yang dinamis, permainan kontras antara melodi dan agresivitas, serta eksplorasi atmosfer yang kuat.

Diperkuat oleh Dinoz pada vokal, Hab di gitar, Dennis pada bass, dan Peking di posisi drum, Obeiv terus mengembangkan identitas mereka di tengah skena musik independen Surabaya. Pengaruh dari nama-nama seperti Erra, Architects, hingga Normandie memang dapat dirasakan dalam beberapa aspek, tapi mereka berusaha mengolah referensi tersebut menjadi karakter yang lebih personal.

Di “Karma 2.0”, Obeiv memperlihatkan bahwa proses kreatif tidak selalu harus bergerak ke depan dengan materi baru. Terkadang, kembali melihat karya lama dengan sudut pandang yang berbeda justru mampu menghasilkan sesuatu yang lebih kuat. Lagu ini menjadi bukti bahwa revisi tidak selalu berarti mengubah identitas sebuah karya, melainkan memperjelas pesan yang sejak awal ingin disampaikan.

Sejak 21 Juni 2026, “Karma 2.0” telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Bagi pendengar yang mengikuti perjalanan Obeiv sejak awal, rilisan ini memberikan perspektif baru terhadap salah satu lagu penting mereka. Sementara bagi pendengar baru, “Karma 2.0” dapat menjadi pintu masuk yang tepat untuk mengenal bagaimana Obeiv meramu agresivitas modern metalcore dengan lapisan emosi yang tetap terasa manusiawi.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *