New Albums
Hermione Rilis Album Debut, Merangkum Ketakutan, Kehilangan, Dan Harapan
Tidak semua orang memiliki jawaban untuk hidup yang mereka jalani. Terkadang, seseorang hanya berusaha untuk bertahan, menjalani hari demi hari, sambil menerima kenyataan bahwa tidak semua hal berjalan sesuai rencana. Perasaan inilah yang menjadi dasar dari album perdana milik Hermione, unit midwest emo dari Tangerang, yang baru merilis album berjudul ‘Trying My Best But It’s Not The Best That I Could Give‘.
Album yang resmi beredar di seluruh platform streaming digital sejak 3 Juni 2026 ini hadir sebagai kumpulan catatan emosional tentang ketidakpastian, kegagalan, kehilangan, hingga usaha untuk terus melangkah meski keadaan tidak selalu berpihak. Terdiri dari 11 lagu, rilisan ini terasa seperti dokumentasi dari berbagai fase kehidupan yang sering dihindari untuk dibicarakan, tapi justru membentuk seseorang menjadi lebih kuat.
Sejak kemunculannya di skena alternatif lokal, Hermione dikenal dengan racikan midwest emo yang kaya akan permainan gitar twinkle, melodi melankolis, dan lirik yang sangat personal. Karakter itu tetap menjadi tulang punggung album terbaru mereka. Namun kali ini, band ini juga memberikan ruang yang lebih luas untuk bereksperimen.
Penggunaan synth dan berbagai elemen elektronik muncul di beberapa bagian album, memberikan nuansa baru tanpa menghilangkan identitas Hermione. Langkah ini muncul dari keinginan mereka untuk keluar dari zona nyaman dan memperluas kemungkinan dalam proses kreatif.
“Untuk perbedaan dengan rilisan sebelumnya, kami coba lebih eksploratif di penggunaan plugin dan synth. Biar kayak semi White Chorus dan mengarah ke eleventwelfth juga sih. Karena memang reference kami juga mau coba kayak Skrillex yang sotoy banyak sound-sound aneh,” ujar Hermione.
Eksplorasi tersebut tidak hanya terdengar sebagai tambahan ornamen, tetapi menjadi bagian dari upaya mereka menerjemahkan berbagai emosi yang memenuhi album ini. Di balik lapisan melodi yang mengalun emosional, terdapat cerita tentang rasa takut, kehilangan arah, harapan yang terus dicari, hingga kelelahan yang datang ketika hidup terasa terlalu berat untuk dijalani.
Beberapa lagu menjadi representasi paling jelas dari tema tersebut. “Remah-Remah Anggur” menggambarkan kondisi ketika seseorang berada di titik terendah dalam hidupnya. Perasaan lelah, putus asa, dan tertekan mengisi lagu ini, namun tetap menyisakan secercah harapan untuk bangkit. Sementara itu, “For more years ahead (i hope so)” mengangkat kecemasan yang muncul saat seseorang membayangkan kehilangan orang yang selama ini menjadi tempat pulang.
Pada lagu “Hey, how u doin?”, Hermione mengangkat cerita tentang pertemuan kembali dengan seseorang dari masa lalu. Namun alih-alih berakhir dengan romantisme, lagu ini berbicara tentang penerimaan. Tentang memahami bahwa tidak semua orang ditakdirkan untuk tetap tinggal, dan bahwa melepaskan kadang menjadi pilihan yang paling sehat.
Keseluruhan album terasa seperti ruang curhat yang dibuka lebar oleh Hermione. Tidak ada upaya untuk menyembunyikan luka atau menampilkan diri sebagai sosok yang baik-baik saja. Mereka memilih tampil apa adanya.
“(Melalui album ini) Kami benar-benar mau cerita dan meluapkan semuanya,” tegas Hermione.
Nuansa personal itu juga tercermin pada artwork album yang dikerjakan oleh Rizky Bagus. Ilustrasi empat anak kucing digunakan sebagai representasi para personel Hermione. Di sekelilingnya terdapat berbagai simbol yang menggambarkan rasa minder, tekanan hidup, kegelisahan, dan perjuangan untuk tetap bertahan ketika keadaan terasa kacau.
Proses panjang di balik album ini turut melibatkan banyak orang yang menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka. Hermione secara khusus menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, mulai dari keluarga, sahabat, komunitas musik, hingga rekan-rekan yang selama ini memberikan dukungan selama proses pengerjaan album berlangsung.
Selain merilis album. Hermione juga telah merencanakan tur bertajuk “The Tour Where We First Meet”, yang akan diadakan di lima kota di Pulau Jawa dari tanggal 12 hingga 16 Juni 2026. Melalui serangkaian pertunjukan ini, mereka ingin menyampaikan seluruh energi, keresahan, dan cerita yang ada dalam ‘Trying My Best But It’s Not The Best That I Could Give’ secara langsung kepada para pendengar.
Bagi Hermione, album ini adalah catatan tentang hari-hari yang penuh tantangan, tentang usaha yang mungkin belum sempurna, dan tentang keberanian untuk mengakui bahwa kadang-kadang melakukan yang terbaik tidak selalu berarti segalanya akan berjalan sesuai harapan. Namun selama masih ada alasan untuk bertahan, selalu ada cerita yang layak dirayakan.
Support Gigsplay Dengan Saweria
