Music News

Marsmolys Ajak 16 Seniman Menafsirkan Semesta Albumnya Dalam “The Post-Naissance”

Diterbitkan

pada

Marsmolys

Marsmolys, unit psychedelic hard rock asal Yogyakarta, memperluas wilayah kreatif mereka melalui pameran seni yang berjudul “The Post-Naissance”. Pameran ini berlangsung dari 1 hingga 13 Juni 2026 di Galeri R.J. Katamsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Proyek ini merupakan langkah pertama yang menghubungkan musik, seni visual, dan berbagai program publik dalam satu pengalaman yang menyeluruh.

Berdasarkan album kedua mereka, ‘The Progeny of Holy Moly‘, Marsmolys berusaha membawa materi musik mereka keluar dari format audio dan mengembangkannya menjadi ruang eksplorasi yang lebih luas. Dalam “The Post-Naissance”, band ini mengundang 16 seniman dari berbagai latar belakang untuk menerjemahkan, menginterpretasikan, dan merespons album tersebut ke dalam berbagai medium visual.

Alih-alih menghadirkan pameran konvensional, “The Post-Naissance” dirancang sebagai sebuah pengalaman yang mempertemukan bunyi, visual, suasana ruang, dan interaksi publik. Setiap karya yang ditampilkan merupakan hasil dialog antara musik Marsmolys dan perspektif masing-masing seniman, menciptakan beragam interpretasi terhadap semesta yang dibangun melalui album ‘The Progeny of Holy Moly’.

Nama “The Post-Naissance” terinspirasi dari istilah renaissance. Tapi alih-alih merujuk pada kelahiran kembali, konsep ini menggambarkan kondisi setelah kelahiran terjadi. Ini adalah fase ketika gagasan, karya, atau identitas telah terbentuk, tetapi masih terus berkembang, berubah, dan menemukan bentuk-bentuk baru seiring berjalannya waktu.

Gagasan tersebut diterjemahkan ke dalam tata ruang pameran yang menghubungkan unsur suara, visual, pencahayaan, serta atmosfer yang dirancang untuk membawa pengunjung memasuki dunia yang berasal dari album Marsmolys, tapi berkembang melampaui batas-batas musik itu sendiri.

Marsmolys pameran The Post-Naissance

Pameran resmi dibuka pada 1 Juni 2026 dengan peresmian oleh Suwarno Wisetrotomo. Acara pembukaan juga menampilkan sambutan dari Nano Warsono, Tomi Firdaus, dan Desta Wasesa. Sebagai bagian dari pengalaman pembuka, pengunjung juga disuguhkan pertunjukan performance art oleh Sobri Lail serta visual mapping karya Adi Novianto.

Sebanyak 16 seniman terlibat dalam proyek ini, yaitu Agus Yulianto, Atasiaishii, Dhuta Paradeva, Fleaaura, Gunkbudi, Helly Mursito, Hendra Priyadhani, Herman Priyono, Tegar Aji Wibowo, Marten Bayu Aji, Nano Warsono, Raka Adiyatama, Yanal Desmon, Yusda Romy Saputra, Stefanus Endry Pragusta, dan Surya Aditya.

Selama dua pekan penyelenggaraan, “The Post-Naissance” tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer karya seni. Berbagai program publik turut disiapkan untuk memperluas ruang dialog antara seniman, musisi, dan pengunjung. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi sesi berbagi pengalaman, workshop kreatif, live podcast, aktivasi komunitas, hingga berbagai diskusi yang membahas pertemuan antara musik dan seni visual.

Puncak acara akan berlangsung pada 13 Juni 2026 melalui “Post-Naissance Gigs”, sebuah pertunjukan musik yang menampilkan berbagai band dari berbagai kota sebagai penutup rangkaian pameran.

Bagi Marsmolys, proyek ini menunjukkan bahwa sebuah album dapat berkembang menjadi ruang pertemuan berbagai disiplin kreatif yang saling memengaruhi dan memperkaya satu sama lain.

Dengan “The Post-Naissance”, kuartet yang diperkuat oleh Antino Restu Aji, Yoga Bhakti, Ferdy Listant, dan Fahrenno ini menunjukkan bahwa eksplorasi artistik mereka kini melampaui panggung dan studio rekaman, memasuki wilayah yang lebih luas, di mana musik, visual, dan pengalaman ruang bertemu dalam satu peristiwa kreatif.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *