New Albums
Killer of Gods Luncurkan Album ‘The Conquering Demagogue’, Rilis Video “Equivalent Rhetoric”
Skena brutal death metal Indonesia kembali diguncang oleh Killer of Gods. Band asal Semarang yang berdiri sejak 3 Januari 2011 itu resmi merilis album penuh keempat bertajuk ‘The Conquering Demagogue‘ melalui label BrutalMind Records. Bersamaan dengan peluncuran album, mereka juga meluncurkan video musik untuk lagu “Equivalent Rhetoric” yang sudah bisa disaksikan di kanal YouTube BrutalMind sejak 11 Juli 2026.
Selama lebih dari satu dekade, Killer of Gods dikenal sebagai salah satu nama yang konsisten menjaga intensitas brutal death metal di Indonesia. Tapi agresivitas bukanlah satu-satunya ciri khas mereka. Di balik deretan riff yang menghantam, blast beat yang tak kenal ampun, dan vokal guttural yang dalam, band ini terus menyisipkan kritik terhadap berbagai masalah sosial yang mereka anggap semakin memprihatinkan.
‘The Conquering Demagogue’ memuat sembilan lagu yang mengangkat tema seputar rusaknya sistem pemerintahan, kesenjangan sosial, diskriminasi, kerakusan, dominasi kelompok tertentu, kebiasaan buruk masyarakat, hingga manipulasi informasi yang terus dipelihara demi kepentingan tertentu. Semua gagasan tersebut dibungkus dalam citra gore yang kelam dan penuh kebusukan, selaras dengan karakter musik yang mereka usung.
“Album ini menceritakan tentang kritik sosial, buruknya sistem pemerintahan, kesenjangan sosial, diskriminasi, keserakahan, dominasi kelompok tertentu, kebiasaan buruk dan kebohongan isu yang dikemas menjadi gore dan sangat busuk,” ujar Yusuf.
Di balik lapisan distorsi dan tempo yang nyaris tanpa jeda, Killer of Gods menyampaikan kemarahan terhadap kondisi sosial yang mereka lihat setiap hari. Kemarahan itu diterjemahkan menjadi komposisi yang padat, liar, dan tidak memberi banyak ruang bagi pendengar untuk bernapas.
Video musik “Equivalent Rhetoric” menjadi pintu masuk menuju keseluruhan konsep album. Visual yang gelap, keras, dan penuh simbol memperkuat pesan tentang manipulasi, propaganda, dan retorika kosong yang terus disajikan kepada publik. Nuansa ini sejalan dengan karakter lagu yang dipenuhi riff tajam, permainan drum yang menghantam tanpa kompromi, serta vokal yang terdengar semakin brutal dibandingkan materi sebelumnya.
Proses pengerjaan album ini diakui sebagai salah satu perjalanan paling berat sekaligus paling berkesan bagi Killer of Gods. Seluruh lagu lahir melalui proses kolektif yang menuntut penyatuan waktu, pemikiran, dan visi setiap personel. Berbagai kendala, baik teknis maupun nonteknis, menjadi bagian dari proses hingga akhirnya album ini rampung.
Rekaman dilakukan di BlackBox Creative Lab, Semarang, dan Winsome Studio 666 di Solo. Proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Wildhan Andhi R di Winsome Studio 666, sementara ilustrasi sampul album dipercayakan kepada The Mighty atau Jon Zig.
Dalam proses kreatifnya, Killer of Gods banyak menyerap inspirasi dari nama-nama besar brutal death metal seperti Gorgasm, Disgorge, Brutus, Severed Savior, serta sejumlah pionir lain yang telah lama dikenal di skena musik ekstrem.
Band ini juga menegaskan bahwa album terbaru mereka membawa karakter yang berbeda dibanding rilisan sebelumnya. Mereka memperkuat sisi agresif melalui riff yang lebih kasar, blast beat yang semakin intens, dan vokal yang terdengar lebih dalam serta menghantam.
“The Conquering Demagogue membawa Killer of Gods ke arah yang berbeda dari rilisan-rilisan sebelumnya. Album ini dipenuhi riff yang lebih kasar, blast beat yang brutal, serta geraman vokal yang lebih dalam dan menghantam. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang terasa seperti tusukan demi tusukan yang menembus tubuh, sebuah rasa sakit yang kami undang untuk dirasakan bersama. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendukung perjalanan Killer of Gods,” ujar mereka.
Usai perilisan album, Killer of Gods telah menyiapkan pesta peluncuran album yang jadwalnya akan diumumkan dalam waktu dekat. Setelah itu mereka akan melanjutkan rangkaian tur ke sejumlah kota di Indonesia sebelum kembali masuk ke ruang latihan dan mempersiapkan materi baru berikutnya.


