New Albums

Ministry Of Rekam Spektrum Emosi Dalam EP “Fase”

Diterbitkan

pada

Ministry Of Band
Ministry Of (credit: Dennis Tumiwa)

Setelah merilis single “Langkah”, trio indie rock dari Jakarta, Ministry Of, akhirnya meluncurkan EP terbaru mereka yang berjudul ‘Fase’ pada 9 Juli 2026 di berbagai platform streaming digital.

Rilisan yang dipayungi HFMF Records ini memuat empat lagu, yaitu “Langkah”, “Laju”, “Terbang”, dan “Hilang” yang menampilkan kolaborasi dengan Finna Amalia. Bagi Ernest Theodore (vokal, gitar), Yudit Halim (gitar), dan Gonzaga Sidharta (bas), EP ini mencerminkan perjalanan emosional yang mereka alami selama setahun terakhir.

Salah satu perubahan paling signifikan dalam ‘Fase’ adalah keputusan Ministry Of untuk menggunakan bahasa Indonesia di semua lagu mereka. Ini menjadi pengalaman pertama bagi band yang sebelumnya lebih banyak menulis lagu dalam bahasa Inggris.

Ernest mengaku proses tersebut semula berawal dari “Langkah”. Setelah lagu tersebut selesai, ia merasa terdorong untuk melanjutkan penulisan lirik dalam bahasa Indonesia untuk lagu-lagu lainnya.

Setelah ‘Langkah’ muncul, akhirnya saya coba untuk menulis lirik untuk lagu-lagu yang lain dalam bahasa Indonesia dan puji Tuhan, semuanya rampung. Ternyata menulis lagu berbahasa Indonesia semenyenangkan itu dan kami ingin teman-teman yang mendengarkan lebih cepat relate dengan lirik dan musiknya,” ujar Ernest.

Keputusan tersebut juga disambut positif oleh Yudit. Menurutnya, sebagai band yang berasal dari Indonesia, sudah saatnya mereka memiliki karya yang menggunakan bahasa ibu. Ia merasa pilihan ini membuat lagu-lagu mereka terasa lebih alami saat dibawakan secara live.

Kami merasa, kurang afdol sebagai band Indonesia tapi kami tidak punya lagu berbahasa Indonesia,” katanya sambil tertawa. “Hal tersebut yang kami upayakan di dalam EP ‘Fase’ dan ternyata berhasil, terutama Ernest sebagai penulis lirik dan melodi vokal yang akhirnya ia nyanyikan sendiri, sehingga akan jadi nyaman sekali untuk membawakannya nanti.”

Band Ministry Of Jakarta

Secara tematik, ‘Fase’ menggambarkan dinamika yang dialami ketiga personel dalam kehidupan sehari-hari. Keempat lagu dalam EP ini mengangkat berbagai pengalaman, mulai dari tekanan pekerjaan, kehilangan, hingga perjuangan menghadapi gejala depresi yang sempat mereka rasakan. Tapi Ministry Of tidak melihat emosi sebagai sesuatu yang hitam atau putih.

Gonzaga menjelaskan bahwa setiap perasaan memiliki lapisan yang saling bertumpuk. Kesedihan bisa berjalan berdampingan dengan rasa lega, kelelahan dapat disertai rasa syukur, sementara kemarahan masih menyimpan harapan.

Kami bersama-sama mengeksplorasi perasaan-perasaan yang sifatnya lebih kompleks, bahwa perasaan yang menggelayut di keseharian kita itu spektrumnya multidimensional. Kita tidak benar-benar sedih, tidak benar-benar senang, atau tidak benar-benar marah. Hidup kita terus bergerak dan mengalami fase-fase tertentu, mau tidak mau, sadar ataupun tidak,” tutur Gonzaga.

Karakter itu pula yang membuat ‘Fase’ terasa lebih personal dibanding rilisan-rilisan Ministry Of sebelumnya. Aransemen indie rock yang tetap akrab di telinga dipadukan dengan lirik yang lebih lugas, sehingga setiap lagu seolah merekam potongan kehidupan yang pernah dialami banyak orang. EP ini mengajak pendengar untuk menerima bahwa perubahan adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan hidup.

Dalam proses produksinya, Ministry Of melibatkan berbagai nama dari berbagai disiplin ilmu. Finna Amalia tidak hanya berperan sebagai vokalis tamu, tetapi juga tampil sebagai vokalis utama dalam lagu “Hilang”. Di sisi lain, departemen ritme diperkuat oleh Dimas Radityo yang mengisi posisi drum, sementara Aryadhira Susilo berperan sebagai co-producer.

Johanes Abiyoso bertanggung jawab sebagai operator rekaman dan mastering engineer, sedangkan proses mixing ditangani oleh Jared Lim dari band Singapura, Subsonic Eye. Untuk kebutuhan visual, Ministry Of bekerja sama dengan Fandy Susanto dari studio desain Table Six.

Band Ministry Of EP Fase

Kolaborasi ini menjadi pengalaman baru bagi mereka. Pada rilisan sebelumnya, semua kebutuhan visual biasanya dikerjakan sendiri oleh para personel. Tapi kali ini, mereka memilih untuk mempercayakannya kepada orang lain agar mendapatkan perspektif yang berbeda.

Walaupun band ini banyak orang visualnya, tapi kalau kami-kami lagi yang bikin kayaknya hasilnya begitu-begitu lagi untuk sekarang,” ujar Yudit sambil tertawa. Ia mengungkapkan bahwa kedekatan mereka dengan Fandy dalam beberapa tahun terakhir akhirnya membuka jalan bagi kolaborasi tersebut.

Perjalanan ‘Fase’ juga menjadi awal kerja sama Ministry Of dengan HFMF Records. Pertemuan Ernest dengan Henry Foundation dalam sebuah acara berkembang menjadi kolaborasi yang berujung pada perilisan EP ini.

Menurut Henry Foundation, ‘Fase’ memperlihatkan perubahan penting dalam perjalanan kreatif Ministry Of.

Menurut gue, EP ‘Fase’ adalah semacam dokumentasi dari sebuah transisi dan proses kreasi. Penggunaan bahasa Indonesia membuka ruang ekspresi yang baru dan punya potensi untuk membawa mereka ke audiens yang lebih luas,” ujarnya.

Usai perilisan EP, Ministry Of langsung menyiapkan sejumlah agenda lanjutan. Mereka mengadakan Release Party di McLovin, Jakarta, meluncurkan merchandise dan CD fisik bersama HFMF Records, serta tampil di beberapa showcase, termasuk Asia’s Big Energy 2026 di Singapura bersama Texpack, Subsonic Eye, Gnaw, dan Intermission.

Bagi Yudit, seluruh rangkaian ini terasa seperti jeda yang menyenangkan di tengah kesibukan mempersiapkan album penuh. Ia menyebut ‘Fase’ sebagai pengingat bahwa setiap perjalanan memiliki waktunya sendiri.

EP ini menjadi self reminder bahwa semua ini adalah sebuah fase. Lucunya, sehabis capek-capeknya kami menggarap album pertama, EP ini malah menjadi fase istirahat karena kami sangat menikmati proses pembuatannya, tanpa tekanan, nyaman, dan lagunya juga bikin kami senang,” tutupnya.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *