New Tracks
6ft Drowning Debut Lewat Maxi-Single “What If? / Angst”
“What If? / Angst”, memadukan energi alt/pop-punk dengan kisah kehilangan dan penyesalan.
Unit alt/pop-punk asal Tangerang, 6ft Drowning (Six Feet Drowning), akhirnya memperkenalkan identitas musikal mereka melalui debut maxi-single berjudul “What If? / Angst“. Rilisan ini resmi tersedia di seluruh layanan streaming digital mulai 2 Juli 2026 dan memuat dua lagu yang terhubung dalam satu benang emosi, sekaligus menunjukkan karakter band yang banyak dipengaruhi oleh skena melodic hardcore dan emo modern.
Meski diluncurkan sebagai dua komposisi yang berdiri sendiri, “What If?” dan “Angst” memiliki kesinambungan cerita. Keduanya menggambarkan perjalanan batin seseorang saat menghadapi kehilangan, penyesalan, hingga ledakan emosi yang sulit dibendung. Jika “What If?” mengajak pendengar menyelami kecemasan akan kehilangan sosok yang tak tergantikan, “Angst” hadir sebagai luapan amarah dan penyesalan yang disampaikan secara lugas tanpa menyembunyikan sisi rapuhnya.
Lewat dua lagu tersebut, 6ft Drowning memperlihatkan bagaimana emosi yang berbeda dapat saling melengkapi. Kesedihan yang muncul pada lagu pertama perlahan berkembang menjadi kemarahan dan frustrasi pada lagu kedua. Alur seperti itu membuat maxi-single ini terasa utuh sebagai satu pengalaman mendengarkan, meski masing-masing lagu memiliki karakter yang berbeda.
Proses lahirnya “What If? / Angst” tidak berlangsung dalam waktu singkat. Sejak terbentuk pada 4 Juni 2025, para personel harus membagi waktu di tengah aktivitas pribadi, pekerjaan, keluarga, dan keterlibatan mereka dalam berbagai proyek musik lainnya. Situasi ini membuat pengerjaan materi berjalan secara bertahap sebelum akhirnya siap untuk dipublikasikan.

Seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri. 6ft Drowning menggandeng sejumlah nama yang membantu mematangkan hasil akhir rilisan ini. Yanuar Rizal Ramadhan, yang dikenal melalui Zeal dan Piddle, terlibat sebagai penata vokal sekaligus co-producer. Sementara proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Danu Ega Haryanto dari Presence, yang membantu menghasilkan karakter suara sesuai dengan identitas band.
Kini 6ft Drowning dihuni oleh Denny Chandra pada vokal, Fadilah Adrian dan Adeed Qadri di gitar, Awien Sinatrya pada bass, serta Farras Hidayatullah di balik drum. Formasi ini terbentuk dari kesamaan selera musik yang dipengaruhi oleh kelompok seperti Have Heart, Anxious, One Step Closer, serta berbagai nama lain dari genre melodic hardcore, emo, dan pop-punk modern.
Pengaruh tersebut terdengar cukup jelas sepanjang maxi-single ini. Permainan gitar yang melodius berpadu dengan ritme yang agresif, sementara vokal bergerak antara nada emosional dan teriakan yang penuh intensitas. Kombinasi tersebut memberi ruang bagi lirik untuk tampil sebagai pusat perhatian tanpa kehilangan energi yang dibutuhkan.
Sebagai rilisan perdana, “What If? / Angst” juga memperlihatkan arah yang ingin ditempuh 6ft Drowning. Band ini tidak hanya mengandalkan ledakan energi khas pop-punk atau hardcore, tetapi juga memberikan porsi besar pada narasi yang berasal dari pengalaman emosional. Setiap lagu terasa seperti potongan cerita yang saling terhubung, membawa pendengar dari rasa takut kehilangan menuju kemarahan yang muncul akibat penyesalan.
Dengan dirilisnya “What If? / Angst”, 6ft Drowning resmi membuka langkah mereka di skena musik alternatif Indonesia. Debut ini menjadi perkenalan yang cukup jelas mengenai karakter, pengaruh, sekaligus potensi yang mereka miliki untuk terus berkembang melalui karya-karya berikutnya.
