New Albums

Setelah Perubahan Formasi, BANGKAR Tancap Gas Lewat Album “Speed Bastard”

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Band Bangkar Jakarta

BANGKAR resmi melepas album penuh kedua mereka bertajuk ‘Speed Bastard’ pada 19 Juni 2026. Album ini sudah bisa dinikmati di berbagai platform streaming digital dan menjadi pernyataan terbaru dari band rock asal Jakarta ini setelah sebelumnya memperkenalkan beberapa single kepada publik.

Lewat sebelas lagu yang ada di album ini, BANGKAR merangkum perjalanan kreatif, perubahan internal, serta semangat independen yang terus mereka pertahankan sejak awal berdiri.

Bagi BANGKAR, ‘Speed Bastard’ mempunyai arti tersendiri. Album ini lahir dari proses panjang yang penuh tantangan dan pembelajaran. Beberapa materi di dalamnya bahkan sudah mulai dikerjakan sejak perilisan single “Detonasi”. Tapi perjalanan menuju album ini tidak selalu mulus. Berbagai perubahan dalam band, termasuk pergantian personel dan manajemen, sempat menghambat proses pengerjaan.

Alih-alih menghentikan langkah mereka, situasi tersebut justru memicu tekad yang lebih kuat. BANGKAR memilih menyelesaikan seluruh proses album secara mandiri, mulai dari produksi musik hingga pembuatan berbagai konten pendukung untuk kebutuhan promosi digital. Keputusan ini menunjukkan karakter mereka yang dikenal keras kepala dalam menjaga independensi dan kebebasan berkarya.

Nama BANGKAR diambil dari kata yang berarti kokoh, dan filosofi ini sejalan dengan perjalanan mereka sejak berdiri pada tahun 2018. Di tengah berbagai perubahan, fondasi band tetap kokoh. Saat ini formasi BANGKAR diperkuat oleh Ale sebagai vokalis, Arya di gitar, dan Dix di bass.

Bangkar album Speed Bastard

Masuknya Ale sebagai vokalis membawa warna tersendiri dalam album ini. Kehadirannya bahkan memengaruhi proses produksi secara signifikan. Saat sebagian besar materi telah hampir selesai pada tahap mixing, BANGKAR memutuskan melakukan perekaman ulang seluruh vokal agar karakter dan interpretasi baru dapat menyatu secara utuh dengan lagu-lagu yang sudah disiapkan sebelumnya.

“Masih enggak nyangka bisa gabung dengan band sekeren BANGKAR, yang secara genre memang gue suka. Menariknya, enggak lama setelah gue masuk, kami langsung retake vocal untuk album Speed Bastard. Prosesnya santai dan nggak banyak kendala. Gue bisa jadi diri sendiri di sini. BANGKAR adalah rumah, dan album ini seperti anak gue,” ungkap Ale.

Hal senada juga disampaikan Arya. Menurutnya, keputusan melakukan perekaman ulang seluruh vokal merupakan langkah penting agar album tetap terasa utuh tanpa harus mengubah fondasi materi yang telah disusun sejak awal.

“Album kedua ini cukup unik. Materinya sebenarnya hampir selesai, tetapi di tengah jalan terjadi pergantian vokalis. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan retake seluruh vocal dengan Ale dan membiarkan karakter vokalnya berkembang sesuai gayanya sendiri,” jelas Arya.

Seluruh proses rekaman, mixing, dan mastering dilakukan di studio rumahan milik band. Kebebasan tersebut memberi ruang bagi BANGKAR untuk mengeksplorasi berbagai ide tanpa batasan eksternal. Hasilnya adalah album yang tetap mempertahankan identitas utama mereka, tapi memiliki spektrum yang lebih luas dibanding karya sebelumnya.

Pengaruh hard rock, heavy metal, dan energi punk masih menjadi tulang punggung ‘Speed Bastard’. Tapi kali ini BANGKAR juga membuka ruang bagi eksplorasi yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Salah satu contohnya hadir melalui lagu “Forever”, sebuah nomor ballad yang menunjukkan sisi berbeda dari band yang selama ini dikenal dengan riff agresif dan tempo yang cepat.

Dix menilai perkembangan tersebut merupakan bagian alami dari proses pertumbuhan band.

“Di album kedua ini, kami mencoba menghadirkan perkembangan dari sisi aransemen, lirik, dan kualitas produksi. Tapi kami tidak merasa perlu mengikuti tren tertentu. Yang paling penting adalah kebebasan dalam berkarya supaya kami tetap menikmati proses dan lagu-lagu yang kami mainkan,” ujarnya.

Band rock Bangkar

Sejak album debut ‘Suara Malam‘ dirilis pada 2022, BANGKAR terus memperluas katalog mereka dengan berbagai single seperti “Jakarta Pukul Tiga”, “Detonasi”, hingga “We Stand, We Rise”. ‘Speed Bastard’ kini menjadi titik penting berikutnya dalam perjalanan mereka. Album ini menunjukkan bagaimana mereka tetap berpegang pada akar musik yang sama, tetapi tidak takut untuk menjelajahi ruang baru.

Dengan semangat DIY yang kuat di setiap tahap produksinya, ‘Speed Bastard’ juga mencerminkan keteguhan BANGKAR dalam mengelola karya mereka sendiri. Ini bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang bagaimana sebuah band independen dapat mempertahankan visi kreatif tanpa bergantung pada pihak lain.

Ke depannya, BANGKAR berharap album ini dapat menjangkau pendengar yang lebih luas, melintasi berbagai generasi dan latar belakang. Mereka juga sedang menyiapkan berbagai langkah promosi, mulai dari kampanye digital hingga kemungkinan tampil di lebih banyak panggung, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Mereka berharap salah satu lagu dari ‘Speed Bastard’ dapat menemukan jalannya sendiri dan membuka peluang yang lebih besar bagi katalog mereka secara keseluruhan. Setelah melalui berbagai perubahan dan proses panjang di balik layar, album kedua ini menjadi bukti bahwa BANGKAR masih berdiri teguh, tetap bising, dan terus melaju sesuai jalur yang mereka pilih sendiri.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

âś… KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *