New Tracks

Perfect Angel Bangkit Dari Hibernasi Panjang Lewat “Ruang Hampa”

“Ruang Hampa” membawa Perfect Angel kembali ke peredaran dengan nuansa shoegaze yang muram, emosional, dan penuh nostalgia.

Profile photo ofstreamous

Diterbitkan

pada

Perfect Angel

Di tengah gelombang kebangkitan musik independen Indonesia, nama Perfect Angel kembali muncul setelah lama nyaris tenggelam dari perbincangan. Bagi penikmat shoegaze era 2000-an, khususnya di Bandung, nama ini tentu sudah tidak asing lagi. Mereka pernah menjadi salah satu kelompok yang diam-diam menyimpan potensi besar di tengah maraknya band shoegaze dan dream pop yang bermunculan pada masa itu. Namun seperti banyak rekan sezamannya, perjalanan Perfect Angel sempat terhenti dan menghilang dari radar selama bertahun-tahun.

Kini, setelah masa hibernasi yang panjang, Perfect Angel resmi kembali dengan single terbaru berjudul “Ruang Hampa”. Lagu ini dirilis melalui Anoa Records dan sudah bisa dinikmati di berbagai platform streaming digital. Menariknya, rilisan ini juga menampilkan kolaborasi dengan Ajie Gergaji dari Themilo yang memberikan vokal kedua dan menambah warna baru pada komposisi lagu tersebut.

Perfect Angel pertama kali dibentuk di Bandung pada 2005 oleh Tamenk (vokal dan gitar), Arief Norman (gitar), Dede (bass), dan Reza (drum). Setahun kemudian, formasi mereka mengalami perubahan setelah Kiky bergabung sebagai pemain bass dan Teguh mengisi posisi drum. Formasi inilah yang kemudian bertahan hingga hari ini.

Pada pertengahan dekade 2000-an, Bandung dan Jakarta menjadi dua kota yang subur bagi perkembangan shoegaze lokal. Banyak band menarik muncul dengan karakter yang kuat, tetapi tidak semuanya mampu bertahan lama. Di antara nama-nama tersebut, Perfect Angel sering dianggap sebagai salah satu permata tersembunyi yang memiliki identitas unik melalui perpaduan shoegaze 90-an dan dream pop yang melankolis.

Band Perfect Angel

Kiprah mereka bahkan sempat menarik perhatian di luar negeri. Pada tahun 2008, Perfect Angel terpilih untuk tampil dalam kompilasi internasional berjudul “Half Dreaming – Asian Shoegaze Compilation” yang dirilis oleh label Jepang, Quince Records. Mereka menyumbangkan lagu “Cataclysmic”, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa karya mereka mampu menjangkau audiens yang lebih luas.

Meski sempat vakum selama delapan tahun, hasrat bermusik para personelnya rupanya tidak pernah benar-benar padam. Tamenk mengungkapkan bahwa kembalinya Perfect Angel dilandasi perasaan bahwa perjalanan band ini masih menyisakan banyak hal yang belum terselesaikan.

Iya, Perfect Angel kembali lagi. Kami melihat band ini sebagai urusan yang belum selesai. Banyak hal yang sebenarnya ingin kami hadirkan,” ujarnya.

“Ruang Hampa” bukanlah lagu yang benar-benar baru. Materi tersebut telah lama tersimpan dan menunggu waktu yang tepat untuk dirampungkan. Dalam proses pengembangannya, nama Ajie Gergaji muncul sebagai sosok penting yang turut membentuk karakter lagu tersebut.

Menurut Teguh, keterlibatan Ajie berawal dari hubungan pertemanan yang telah terjalin cukup lama. Ajie juga termasuk salah satu sosok yang terus memberikan dukungan setelah mendengarkan sejumlah demo milik Perfect Angel.

Kami ajak Ajie Gergaji apakah mau mengisi vokal di salah satu lagu demo tersebut. Ajie memilih ‘Ruang Hampa’. Kami senang banget,” tutur Teguh.

Band Perfect Angel Bandung

Proses rekaman dilakukan di Teargaslab Studio bersama Irsyad Ali. Kolaborasi antara Perfect Angel dan Ajie berkembang secara natural, terutama dalam pengisian vokal dan tekstur gitar yang disesuaikan dengan suasana emosional lagu.

Arief Norman menjelaskan bahwa hasil akhirnya menciptakan nuansa yang sesuai dengan harapan mereka.

Hasilnya sesuai yang kita inginkan, memberikan warna baru dan sentuhan sound yang lebih gloomy di lagu ‘Ruang Hampa’,” katanya.

Kembalinya Perfect Angel tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa momen yang perlahan menghidupkan kembali semangat mereka. Salah satunya adalah penampilan dalam rangkaian showcase Sugarbeat yang membangkitkan kerinduan untuk tampil di atas panggung. Dukungan dari rekan-rekan musisi Bandung, termasuk Badra dan Gaga dari Astrolab, juga memberikan dorongan moral.

Pertemuan antara Tamenk dan Peter dari Anoa Records saat peluncuran piringan hitam Themilo tahun lalu menjadi titik penting yang mendorong Perfect Angel untuk kembali membuka arsip lagu-lagu lama mereka. Dari situ, proses penggarapan materi lama dimulai kembali dengan lebih serius, bersamaan dengan persiapan sejumlah lagu baru yang sedang disusun.

Kehadiran “Ruang Hampa” terasa seperti sinyal bahwa Perfect Angel belum selesai “berbicara”. Di saat shoegaze kembali menemukan audiens baru dalam beberapa tahun terakhir, kemunculan mereka membawa sesuatu yang lahir dari pengalaman panjang, kenangan masa lalu, serta semangat yang tidak pernah benar-benar hilang.

Jika single ini menjadi gambaran awal, maka perjalanan berikutnya dari Perfect Angel layak untuk dinantikan.

 

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *