Gig Review
Keluarga Midwest #1 Sukses Digelar, Ratusan Penonton Padati Venue
Ikatan Keluarga Midwest merayakan satu tahun perjalanannya lewat perhelatan musik bertajuk “Keluarga Midwest #1” yang digelar pada 25 April 2026 di Bento Kopi UMM. Acara yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga sekitar 23.00 WIB itu dipadati pengunjung sejak awal, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pertemuan lintas kota bagi pelaku dan penikmat skena midwest emo di Jawa Timur.
Kolektif Ikatan Keluarga Midwest dikenal sebagai ruang dokumentasi dan pengembangan wacana yang berfokus pada midwest emo dan emo revival di Indonesia. Lewat esai, arsip, hingga rilis informasi, mereka berupaya merangkai keterhubungan antarband, pengaruh musikal, serta dinamika komunitas yang membentuk gelombang emo modern di berbagai kota.
Digagas oleh Alfan dan Albert, kolektif ini bermula dari akun Instagram yang sejak Februari 2025 konsisten membagikan konten seputar kultur emo, mulai dari catatan ringan hingga dokumentasi sejarah. Dalam satu tahun, platform tersebut berkembang menjadi simpul yang menghubungkan berbagai titik dalam skena.
Rencana untuk mengadakan acara ini sebenarnya sempat dijadwalkan lebih awal, namun penyesuaian waktu membuatnya akhirnya dilaksanakan pada April 2026. Seluruh konsep visual, mulai dari poster hingga tata panggung, dirancang oleh Albert dengan pendekatan yang sederhana tanpa elemen visual digital yang rumit. Bendera-bendera besar yang dipasang di area venue memberikan kesan seperti perayaan pulang ke rumah, menciptakan suasana akrab bagi komunitas yang hadir.

Sejak pintu dibuka, suasana langsung terasa hidup. Sekitar 50 penonton datang tepat waktu, yang merupakan hal langka dalam konser yang biasanya ramai saat malam. Pembagian bendera gratis untuk 20 pengunjung pertama juga mendorong kedatangan awal tersebut. Sistem tiket dan registrasi dikelola oleh The Mastej Live melalui layanan Ticket Management Service (TMS), yang memastikan alur masuk pengunjung tetap tertib.
Panggung dibuka oleh Nevenue dan Candles yang mewakili Tulungagung dan Kediri. Keduanya berhasil menciptakan atmosfer yang solid, mengisi ruang hingga menjelang waktu maghrib. Penampilan Nevenue terasa istimewa karena mereka tampil sehari setelah merilis single terbaru mereka, “Unsafe Zone You Could Enter”, yang juga diperkenalkan secara live untuk pertama kalinya.
Usai jeda, rangkaian acara berlanjut dengan The Polar Bears dan Blindphase yang mengisi sesi malam. Intensitas pertunjukan meningkat ketika Encounter, unit skramz asal Sidoarjo, naik ke panggung setelah menempuh perjalanan dari sore hari. Energi yang dibawa masing-masing band menjaga perhatian penonton tetap terjaga.
Memasuki puncak acara, jumlah penonton meningkat signifikan. Diperkirakan sekitar 350 hingga 400 orang memadati area venue saat Beeswax tampil. Mereka membawakan setlist yang merangkum berbagai periode rilisan, termasuk “Saudade”, “Growing Up Late”, hingga “First Step”. Dalam kesempatan tersebut, Beeswax juga memainkan “Bridge of Emptyness”, materi dari album self-titled yang akan mereka bawa dalam tur Mei 2026 di beberapa kota Jawa Timur.
Setelah suasana mencapai titik paling ramai, Eastcape tampil sebagai penutup dengan nuansa yang lebih atmosferik. Lagu-lagu mereka menciptakan suasana yang perlahan meredakan ketegangan, hingga akhirnya menutup malam dengan lagu “Hope You Found Me”.
Di luar pertunjukan musik, area acara juga dipenuhi oleh stan rilisan fisik dari Stevenhouse Records serta photobox hasil kolaborasi The Mastej Live dan Sinpix. Ruang ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi dan mendokumentasikan momen selama acara berlangsung.
Penyelenggara turut menyampaikan apresiasi kepada tim yang terlibat di balik layar, termasuk Renzha Ramadhani, Rizalwa, Dhaifina Khai, Rizki Dharma, Rama Kusuma, dan Iqbal Mahfud, yang memastikan jalannya acara tetap kondusif dari awal hingga selesai. Dukungan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam kelancaran perhelatan ini.
Melalui acara perdana ini, Ikatan Keluarga Midwest memperkuat perannya sebagai penghubung sekaligus arsip hidup bagi skena emo revival dan midwest emo di Indonesia. Perayaan ini terasa seperti ruang pertemuan yang menunjukkan bagaimana komunitas berkembang melalui interaksi, dokumentasi, dan semangat kolektif yang terus bergerak.
Support Gigsplay Dengan Saweria
