International
Myles Smith Tuangkan Perjalanan Hidup Dalam Album Debut ‘My Mess, My Heart, My Life.’
‘My Mess, My Heart, My Life.’ menghadirkan kisah personal tentang kehilangan, harapan, dan proses menerima diri.
Myles Smith akhirnya resmi memperkenalkan album debut penuhnya, ‘My Mess, My Heart, My Life.‘, sebuah karya yang selama ini dinantikan sejak namanya melesat sebagai salah satu penyanyi dan penulis lagu paling menonjol dari Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Album yang terdiri dari 15 lagu ini merupakan gambaran paling jujur tentang perjalanan hidup, perjuangan batin, dan proses memahami diri yang telah membentuk identitas Myles Smith sebagai seorang musisi.
Perilisan album ini datang pada saat yang sangat penting dalam karier Myles. Dalam beberapa minggu terakhir, musisi asal Luton ini sedang menjalani tur dunia terbesar dalam kariernya, yang mencakup Amerika Utara, Eropa, dan Inggris Raya.
Pada bulan November mendatang, ia juga dijadwalkan untuk tampil sebagai penampil utama di The O2 Arena, London. Menariknya, semua tiket konser tersebut telah terjual habis bahkan sebelum album debutnya dirilis, menunjukkan betapa besar antusiasme publik terhadap karyanya.
Bagi Myles, ‘My Mess, My Heart, My Life.’ tercipta dari proses refleksi yang panjang, termasuk saat ia membuka kembali catatan terapi, mengenang berbagai pengalaman hidup, dan berusaha memahami semuanya melalui musik.
“Album ini adalah karya paling pribadi yang pernah saya buat. Saya kembali membaca catatan terapi lama, mengingat berbagai pengalaman yang membentuk diri saya, lalu mencoba memahami semuanya melalui lagu-lagu ini. Setiap trek berbicara tentang bagian yang berbeda dari perjalanan tersebut, mulai dari keluarga, cinta, kehilangan, kesehatan mental, hingga pencarian jati diri,” ungkap Myles Smith.
Ia juga menambahkan bahwa album ini berbicara tentang penerimaan masa lalu, usaha untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik, dan keyakinan bahwa setiap orang terus berkembang dalam hidupnya.
Selama dua tahun terakhir, karier Myles Smith telah berkembang pesat. Ia berhasil mengumpulkan lebih dari 4,7 miliar streaming secara global dan menarik lebih dari 23,5 juta pendengar bulanan di Spotify. Namanya semakin diperhitungkan setelah memenangkan penghargaan BRIT Rising Star 2025 dan meraih Ivor Novello Award untuk kategori “Most Performed Work” berkat lagu “Stargazing”.
Single ini menjadi salah satu tonggak penting dalam kariernya. Hingga kini, “Stargazing” telah diputar lebih dari 2,09 miliar kali di seluruh dunia dan mendapatkan sertifikasi triple platinum di Inggris. Selain itu, lagu-lagu lain seperti “Nice To Meet You”, “Gold”, “Stay (If You Wanna Dance)”, serta kolaborasinya dengan Niall Horan dalam “Drive Safe” juga membantu memperluas jangkauan pendengarnya ke berbagai belahan dunia.
Struktur album ‘My Mess, My Heart, My Life.’ dibuat di atas tiga tema utama yang saling terhubung, yaitu “Mess”, “Heart”, dan “Life”. Ketiga tema ini menjadi fondasi yang mengikat seluruh cerita dalam album, mulai dari hubungan keluarga, kehilangan, identitas, kesehatan mental, cinta, hingga proses menerima diri sendiri apa adanya.
Lagu pembuka “My Mess” langsung membawa pendengar memasuki ruang personal Myles. Di lagu ini, ia menyoroti pengalaman masa kecil yang penuh gejolak serta berbagai konsekuensi emosional yang muncul saat seseorang tumbuh dan berusaha memahami dirinya sendiri.
Tema keluarga muncul dalam “Grandma’s Place”, sebuah lagu yang penuh nostalgia tentang kenangan, kasih sayang, dan kesempatan yang tidak akan terulang. Di sisi lain, “Sertraline” hadir sebagai pengakuan terbuka mengenai kecemasan, depresi, dan pentingnya berbicara tentang kesehatan mental tanpa rasa malu.
Tidak hanya itu, cerita dalam album ini juga mencakup isu-isu sosial dan kemanusiaan. Lagu “Mary’s Song”, misalnya, mengangkat pengalaman perempuan yang menghadapi kekerasan dan berbagai kesulitan hidup. Sementara itu, “Lifetime”, “Dying Days”, dan “Heaven” membahas tentang cinta, kesetiaan, serta bagaimana waktu membentuk hubungan antarmanusia.
“Heaven” menjadi salah satu lagu yang paling menyentuh dalam album ini. Inspirasi untuk lagu tersebut muncul ketika Myles melihat beberapa sahabatnya menikah dan membangun keluarga mereka sendiri.
“Melihat cinta seperti itu membuat saya berpikir tentang orang-orang yang membawa ketenangan dan kebahagiaan ke dalam hidup kita. Lagu ini berbicara tentang menemukan seseorang yang membuat dunia terasa lebih ringan. Kadang-kadang, surga bukanlah sebuah tempat, melainkan seseorang,” jelasnya.
Salah satu sorotan menarik dalam album ini adalah lagu “Hold Me In The Dark”, yang menggambarkan perasaan aman, ikatan emosional, dan kebutuhan akan cahaya saat hidup terasa penuh ketidakpastian. Sejak dirilis, lagu ini mendapatkan sambutan yang luar biasa, termasuk dukungan rotasi utama dari BBC Radio 1 dan BBC Radio 2.
Album ini juga dirilis di tengah periode yang sangat sibuk bagi Myles Smith. Selain menjalani tur dunia, ia dijadwalkan untuk tampil di beberapa konser stadion sebagai pembuka tur Ed Sheeran, sebelum melanjutkan rangkaian konser arena di Inggris dan Irlandia pada akhir tahun.
Support Gigsplay Dengan Saweria
