New Tracks

“Racun”, Kisah Akhir Pekan Romantis Dari Pesta

Diterbitkan

pada

Band Pesta Jakarta

Setelah cukup lama tidak aktif di berbagai platform streaming digital, unit pop/rock alternatif Pesta kembali hadir dengan single terbaru bertajuk “Racun”. Lagu yang resmi dirilis pada 26 Juni 2026 ini bukan hanya menjadi tanda kembalinya aktivitas mereka di ranah digital, tetapi juga menjadi langkah awal menuju album penuh perdana yang sedang dipersiapkan dan dijadwalkan meluncur pada akhir 2026 atau awal 2027.

Melalui “Racun”, Pesta memilih mengangkat kisah yang sederhana. Lagu ini terinspirasi dari kerinduan akan momen-momen kecil yang biasanya hanya bisa dinikmati saat akhir pekan. Setelah disibukkan oleh pekerjaan, kuliah, atau rutinitas harian yang melelahkan, waktu bersama orang tercinta menjadi sesuatu yang selalu dinanti dan ingin diulang.

Nuansa tersebut mengingatkan pada kisah cinta dalam film-film remaja Indonesia era awal 2000-an. Romantis tanpa berlebihan, ringan, tetapi tetap menyimpan emosi yang kuat. Pesta merangkumnya menjadi lagu yang mengabadikan perasaan menunggu hari libur, ketika seluruh beban seolah dapat ditinggalkan untuk sementara demi menikmati kebersamaan.

Meski menggunakan kata “racun” sebagai judul, maknanya justru berlawanan dengan konotasi umum. Jika racun biasanya diasosiasikan dengan sesuatu yang berbahaya, Pesta justru menggunakannya sebagai metafora untuk perasaan yang terus menghantui karena terlalu menyenangkan untuk dilupakan.

Biasanya kata ‘racun’ identik dengan sesuatu yang buruk atau negatif. Namun, di lagu ini, ‘racun’ dimaknai sebagai sesuatu yang selalu kita rindukan dan ingin kita miliki kembali,” ungkap Pesta.

Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam komposisi yang terasa hangat dan mudah dinikmati. Fondasi lagu ini sebenarnya berasal dari progresi akor sederhana yang sering ditemukan dalam lagu-lagu bertema cinta. Tapi selama proses pengembangan, Pesta memilih untuk memperluas dinamika aransemennya agar tidak terjebak dalam formula yang mudah ditebak.

Band Pesta

Perubahan paling mencolok terjadi di bagian akhir lagu. Instrumen berkembang semakin padat, menciptakan ledakan emosi yang kontras dengan bagian pembuka. Klimaks ini memberikan ruang bagi lagu untuk tumbuh lebih besar tanpa kehilangan karakter pop yang selama ini menjadi identitas Pesta.

Eksplorasi itu juga menghadirkan struktur lagu yang sedikit berbeda dibanding karya-karya mereka sebelumnya. Walau “berbeda”, Pesta merasa “Racun” tetap mencerminkan warna musik yang selama ini mereka usung, hanya dengan ruang eksplorasi yang lebih luas.

Konsep visual yang menyertai perilisan lagu ini juga dirancang mengikuti tema besar yang diangkat. Sampul “Racun” menampilkan ilustrasi kalender dengan satu detail menarik: hanya hari-hari akhir pekan yang tersisa. Simbol ini menggambarkan rasa tidak sabar menunggu waktu untuk bertemu, beristirahat, dan menikmati kebersamaan dengan orang-orang  terkasih.

Bagi Pesta, akhir pekan bukan hanya pergantian hari dalam kalender, melainkan ruang kecil yang selalu dinanti setelah melewati hari-hari panjang.

Bayangin ada hari di mana kita bisa pergi tanpa harus memikirkan beban yang kita tinggalkan dan hanya merayakan selamanya. Kalau aku kalender, kamu tanggal merahnya,” ujar mereka.

Pesta Band

Seluruh personel Pesta, yaitu Iffat Marufiza, Abner Tulaar, Fadhlan Darari, dan Andri Zulharman, berkontribusi dalam penulisan lagu ini. Proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Fadhlan Darari, sedangkan ilustrasi sampul dipercayakan kepada Nathanael Zefanya.

“Racun” sekaligus menjadi pijakan awal menuju proyek yang lebih besar. Setelah single ini, Pesta telah menyiapkan dua lagu lanjutan yang akan dirilis secara bertahap sebelum album penuh mereka diperkenalkan kepada publik.

Strategi ini menunjukkan bagaimana Pesta ingin membangun perjalanan album secara bertahap, memberikan kesempatan bagi setiap lagu untuk menemukan pendengarnya sebelum keseluruhan cerita disatukan dalam satu rilisan penuh.

Melalui “Racun”, Pesta tidak menyajikan kisah cinta yang rumit. Mereka lebih memilih untuk menangkap kebahagiaan sederhana yang sering terabaikan: menunggu akhir pekan, bertemu orang tercinta, dan berharap waktu berjalan sedikit lebih lambat.

Di tengah rutinitas yang berulang, lagu ini hadir sebagai pengingat bahwa ada momen-momen kecil yang selalu layak dirindukan dan dirayakan kembali.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *