New Albums
Diossoulo Merilis EP ‘Portrait of the Cloistered Space’
Solois asal Kediri, Diossoulo, memilih cara yang unik untuk memperkenalkan karya terbarunya. Tanpa kampanye panjang atau hitung mundur di media sosial, proyek solo Dio ini tiba-tiba merilis mini album berjudul ‘Portrait of the Cloistered Space‘ pada 27 Mei 2026 melalui Soundjana Creative. Pengumuman tentang perilisan album ini bahkan baru muncul sehari sebelumnya, sehingga kehadiran EP tersebut terasa seperti kejutan bagi para pendengarnya.
“Tiba-tiba pengen rilis, jadi ya udah,” ujar Dio singkat mengenai keputusan spontan tersebut.
‘Portrait of the Cloistered Space’ memuat tiga lagu, yaitu “Rose in Portrayal”, “Cloistered Space Survival I”, dan “Cloistered Space Survival II”. Ketiga trek itu menghadirkan spektrum karakter yang cukup lebar. “Rose in Portrayal” melanjutkan nuansa sendu yang sebelumnya muncul dalam single perdana Diossoulo, “Sunken Ceiling”, dengan atmosfer yang intim dan reflektif.
Sementara dua komposisi berikutnya mengambil arah yang jauh lebih liar. “Cloistered Space Survival I” dan “Cloistered Space Survival II” dipenuhi dengan eksplorasi struktur lagu, perubahan dinamika, dan permainan aransemen yang tidak mengikuti pola konvensional. Bagi para penggemar musik progresif yang menyukai kejutan di setiap transisi, kedua lagu ini menyajikan pengalaman mendengarkan yang menantang sekaligus memicu rasa penasaran.
Di balik proyek Diossoulo, Dio juga dikenal sebagai sosok utama di IGMO, grup rock yang telah merilis dua album penuh. Ia menjelaskan bahwa proyek solo ini hadir sebagai wadah untuk menyimpan materi-materi yang tidak selaras dengan identitas musikal IGMO.
“Diossoulo adalah ruang untuk menempatkan lagu-lagu yang kurang cocok dengan IGMO,” katanya.
Visual EP ini dipercayakan kepada seniman rupa asal Kediri, Yolanda Rizkiya. Keterlibatan Yolanda bukan tanpa alasan. Selama ini ia telah mengikuti perjalanan IGMO dan aktivitas kreatif Dio, sehingga ketertarikan muncul secara alami ketika mengetahui proyek solo tersebut.
“Waktu tahu Mas Dio solo-an, saya langsung tertarik buat nggambarin artwork-nya,” ungkap Yolanda.
Seperti karya sebelumnya, seluruh proses produksi dikerjakan Dio secara mandiri. Ia menangani penulisan lagu, produksi, proses rekaman, mixing, hingga mastering. Meski demikian, ia tetap melibatkan rekannya, Gab, yang berperan sebagai co-producer, engineer, dan gitaris dalam pengerjaan EP ini.
“Khusus bagian produser, aku dibantu oleh temanku, Gab sebagai co-producer, engineer, dan gitaris,” jelas penggemar Nick Drake, Iwan Fals, dan AC/DC tersebut.
‘Portrait of the Cloistered Space’ bukan hanya hadir sebagai EP. Seluruh lagu di dalamnya nantinya juga akan menjadi bagian dari album penuh Diossoulo bertajuk ‘Dream Like Holy Cowards’ yang dijadwalkan rilis tahun ini. Dengan kata lain, EP ini memberikan gambaran awal tentang arah kreatif yang sedang disiapkan Dio untuk album debutnya.
Support Gigsplay Dengan Saweria
