New Tracks

Teriak Dari Selatan Kritik Dinamika Politik Lewat Single Baru “Hitam”

“Hitam” menjadi karya terbaru Teriak Dari Selatan yang mengangkat isu HAM, kekuasaan, dan harapan akan keadilan yang tak pernah padam.

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Teriak Dari Selatan

Band rock asal Sukabumi, Teriak Dari Selatan, kembali menyuarakan kegelisahan sosial melalui single terbaru bertajuk “Hitam” yang resmi dirilis pada 26 Juni 2026 di seluruh platform streaming digital. Sejak terbentuk pada 2021, trio yang dikenal dengan lirik reflektif dan energi panggung yang eksplosif ini kerap mengangkat persoalan yang lekat dengan kehidupan generasi muda. Dari tekanan sosial, dinamika keluarga, hingga hiruk-pikuk politik, semua itu menjadi bahan bakar utama dalam karya-karya mereka.

Lewat “Hitam”, Teriak Dari Selatan mengarahkan sorotan pada kondisi politik Indonesia yang dinilai semakin menjauh dari semangat demokrasi. Lagu ini diciptakan sebagai respons atas berbagai peristiwa yang memperlihatkan meningkatnya tindakan represif aparat serta sikap arogan para pemegang kekuasaan terhadap masyarakat sipil. Inspirasinya juga datang dari keteguhan keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia yang selama bertahun-tahun tetap menyuarakan tuntutan keadilan melalui aksi Kamisan.

Untuk memperkuat nuansa emosional lagu, Teriak Dari Selatan menggandeng solois asal Sukabumi, Vhal Rasyid. Karakter vokalnya yang tenang berpadu dengan permainan gitar penuh tekanan, dentuman drum yang dinamis, serta lirik puitis yang menyimpan kritik tajam. Kombinasi ini menciptakan kontras yang kuat, menghadirkan kemarahan sekaligus kesedihan dalam satu lagu.

Teriak Dari Selatan dan Vhal Rasyid

Teriak Dari Selatan dan Vhal Rasyid

Bagi sang vokalis, Rizki Januar, “Hitam” adalah bentuk kepedulian terhadap berbagai fenomena yang terus berulang. “Kami melihat keberanian luar biasa dalam keteguhan mereka berdiri setiap hari Kamis, mengingatkan bahwa keadilan adalah hak yang tidak boleh hilang ditelan waktu, dan tidak mundur dihadang ancaman,” ujar Rizki.

Semangat itu terasa sepanjang lagu. “Hitam” mengajak pendengar merenungkan bagaimana kekuasaan, janji politik, dan pembatasan ruang sipil terus membentuk realitas yang dihadapi masyarakat. Kritik disampaikan melalui bahasa yang puitis, tetapi tetap lugas sehingga pesannya mudah dipahami.

Karakter musik Teriak Dari Selatan juga berkembang melalui single ini. Pengaruh hard rock klasik masih terasa kuat, dipadukan dengan sentuhan rock alternatif modern yang memberi ruang lebih luas bagi dinamika permainan setiap instrumen. Aransemen garapan Jamil Hasyani menghadirkan intensitas yang konsisten tanpa mengorbankan sisi emosional lagu.

Sang drummer, Rafi, mengungkapkan bahwa permainan drum di “Hitam” berbeda dibanding materi mereka sebelumnya, termasuk EP ‘Panduan Menuju Selatan‘.

Kalau di EP Panduan Menuju Selatan saya lebih agresif. Tapi di single ini dinamika drumnya lebih variatif,” ujarnya.

Pilihan tersebut membuat lagu bergerak dengan tempo yang lebih hidup. Ada bagian yang menghantam keras, tetapi ada pula ruang yang memberi kesempatan kepada vokal dan lirik untuk tampil lebih dominan. Hasilnya adalah komposisi yang mampu menjaga tensi hingga akhir lagu.

Band Teriak Dari Selatan single hitam

Teriak Dari Selatan

Sementara itu, Melvern selaku pemain bass melihat “Hitam” sebagai pengingat akan fungsi musik rock yang tidak hanya hadir sebagai hiburan.

Skill is dead, musik rock itu sejatinya mengusik jiwa-jiwa yang merasa nyaman, dan membangunkan orang-orang pesimis,” katanya.

Pernyataan itu sejalan dengan arah kreatif Teriak Dari Selatan. Bagi mereka, musik dapat menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan, memancing percakapan, sekaligus mengajak pendengar memandang persoalan sosial dari sudut yang berbeda. Sikap tersebut telah menjadi identitas band sejak awal perjalanan mereka, ketika berbagai keresahan generasi muda diterjemahkan ke dalam lagu-lagu yang penuh energi.

Proses rekaman “Hitam” dilakukan pada awal 2026 di Roomour Studio. Jamil Hasyani bertindak sebagai produser sekaligus penata aransemen, sementara proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Firza Asusila. Hasil produksinya menghadirkan karakter suara yang padat, tajam, dan mampu mengangkat emosi yang ingin disampaikan lagu.

Melalui perilisan “Hitam”, Teriak Dari Selatan berharap musik tetap menjadi ruang bagi masyarakat untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan menjaga harapan di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung. Bagi band asal Sukabumi ini, suara gitar yang keras dan lirik yang tegas bukan hanya sekadar ekspresi artistik, tetapi cara untuk mengingatkan bahwa kritik dan kepedulian terhadap sesama masih memiliki tempat dalam musik rock Indonesia.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *