New Tracks
Seagrass and the Waves Rilis “Deep Breathe”, Lagu Tentang Berdamai Dengan Luka
Seagrass and the Waves kembali melanjutkan perjalanan menuju album penuh ‘Self Equalizer’ dengan merilis single kedua berjudul “Deep Breathe” pada 10 Juli 2026. Lagu ini adalah salah satu bagian penting dalam narasi album, sekaligus menggambarkan fase ketika seseorang akhirnya mampu menerima kenyataan setelah melalui perjalanan emosional yang panjang.
Jika single sebelumnya menggambarkan pergulatan batin yang penuh gejolak, “Deep Breathe” diciptakan dalam suasana yang jauh lebih tenang. Lagu ini tidak bercerita tentang kemenangan setelah melewati luka, juga bukan tentang kekalahan yang menyisakan penyesalan. Seagrass and the Waves memilih mengangkat momen ketika seseorang berhenti memaksakan keadaan dan mulai memahami bahwa tidak semua hal dapat diubah. Penerimaan hadir sebagai proses yang perlahan tumbuh, bukan sesuatu yang datang dalam sekejap.
Judul “Deep Breathe” merujuk pada satu tarikan napas panjang yang sering muncul ketika seseorang akhirnya memutuskan untuk berhenti melawan keadaan. Setelah melewati penolakan, kemarahan, usaha mencari jalan lain, hingga keterpurukan, yang tersisa hanyalah keberanian untuk berdamai dengan kenyataan. Ini bukan karena luka telah hilang, tetapi karena seseorang memilih untuk hidup berdampingan dengannya.
Melalui liriknya, Seagrass and the Waves juga mengajak pendengar untuk melihat kehilangan dari perspektif yang berbeda. Luka tidak selalu harus dihapus atau dilupakan. Pengalaman yang pernah menyakitkan sering kali justru membentuk karakter dan cara pandang seseorang terhadap kehidupan. Ada rasa syukur yang perlahan muncul terhadap berbagai peristiwa yang sebelumnya terasa menghancurkan, karena tanpa pengalaman tersebut, seseorang mungkin tidak akan menjadi pribadi seperti sekarang.
Atmosfer lagu bergerak tenang tanpa kehilangan bobot emosinya. Aransemen memberi ruang bagi setiap lirik untuk bernapas, sehingga perasaan yang ingin disampaikan dapat terserap secara perlahan. Tidak ada ledakan emosi yang berlebihan. Seagrass and the Waves justru memilih untuk membangun suasana yang terasa hening, seperti seseorang yang akhirnya menemukan ketenangan setelah melewati perjalanan panjang yang melelahkan.
Nuansa tersebut semakin kuat melalui kolaborasi bersama Vika Randia, vokalis Madmax. Karakter vokalnya yang lembut dan jernih memberi dimensi emosional yang berbeda dalam “Deep Breathe”. Kehadiran Vika tidak mengambil alih identitas Seagrass and the Waves, tetapi justru melengkapi suasana yang telah dibangun sejak awal. Kombinasi dua warna vokal ini menciptakan dialog emosional yang hangat dan menyentuh.
Vokal Vika mengalir secara natural di antara lapisan instrumen, menghadirkan rasa teduh yang kontras dengan tema kehilangan yang diangkat lagu ini. Justru dari kontras itulah kekuatan “Deep Breathe” muncul. Lagu ini tidak larut dalam kesedihan, tetapi perlahan membawa pendengar menuju ruang yang lebih lapang untuk menerima kenyataan.
Sebagai lagu keenam dalam album ‘Self Equalizer’, “Deep Breathe” merepresentasikan fase Acceptance, titik ketika perjalanan emosional mencapai bentuk yang paling jujur. Tidak ada lagi keinginan untuk kembali ke masa lalu ataupun mencari jawaban atas semua yang telah terjadi. Yang tersisa hanyalah keberanian untuk melanjutkan hidup dengan pemahaman bahwa setiap akhir selalu menyimpan kemungkinan untuk memulai sesuatu yang baru.
Konsep tersebut terasa selaras dengan keseluruhan arah cerita ‘Self Equalizer’ yang menggambarkan proses penyembuhan emosional secara bertahap. Setiap lagu menjadi bagian dari perjalanan yang saling melengkapi, sementara “Deep Breathe” berfungsi sebagai ruang istirahat setelah berbagai pergolakan yang telah dilalui sebelumnya.
Sebagai single kedua menuju perilisan album penuh, “Deep Breathe” memperlihatkan kemampuan Seagrass and the Waves merangkai emosi tanpa harus mengandalkan dramatisasi yang berlebihan. Lagu ini bekerja melalui kesederhanaan, membiarkan setiap nada dan lirik menemukan maknanya sendiri di benak pendengar.
“Deep Breathe” telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 10 Juli 2026 dan menjadi salah satu petunjuk penting mengenai arah emosional yang akan dijelajahi Seagrass and the Waves dalam album ‘Self Equalizer’.
Bagi pendengar yang sedang berusaha menerima kehilangan atau belajar berdamai dengan masa lalu, lagu ini terasa seperti pengingat bahwa menarik napas panjang terkadang merupakan langkah paling berani untuk melanjutkan perjalanan.


