International
Westside Cowboy Pertahankan Energi Live Di Single “Pin Up Boys”
Unit indie rock asal Manchester, Inggris, Westside Cowboy kembali memperkenalkan album debut mereka ‘It Goes On‘ melalui single terbaru bertajuk “Pin Up Boys“. Lagu tersebut dirilis bersama video musik menjelang peluncuran album penuh yang dijadwalkan hadir pada 21 Agustus melalui Island Records. Kehadiran “Pin Up Boys” melanjutkan langkah awal yang sebelumnya dibuka lewat single “Kick Stones (The Boys)”, sekaligus memperlihatkan karakter yang semakin matang dari kuartet muda ini.
Bagi Westside Cowboy, “Pin Up Boys” bukanlah lagu yang baru dalam perjalanan mereka. Komposisinya sudah ada sejak sekitar satu setengah tahun yang lalu, dan proses penulisannya dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Mereka menggunakan gitar akustik, drum machine, dan beberapa obeng sebagai stik drum untuk merancang lagu ini.
Kesederhanaan tersebut justru membuat “Pin Up Boys” berkembang seiring perjalanan band. Lagu ini menjadi materi yang paling lama mereka simpan dan juga yang paling sering dimainkan di atas panggung. Pengalaman memainkan lagu ini berkali-kali memberikan tantangan tersendiri saat mereka masuk ke studio rekaman.
Dalam pernyataan resminya, seluruh personel Westside Cowboy mengungkapkan bahwa “Pin Up Boys” sudah memiliki bentuk yang begitu melekat setelah sering dibawakan secara live. Kondisi itu membuat mereka memilih untuk tidak mengubah banyak hal saat proses rekaman berlangsung.
“‘Pin Up Boys’ ditulis sekitar satu setengah tahun lalu hanya dengan gitar akustik, drum machine, dan obeng yang kami gunakan sebagai stik drum. Lagu ini adalah materi paling lama di album sekaligus yang paling sering kami mainkan di konser. Saat masuk studio kami sadar lagu ini sudah menemukan bentuknya sendiri, sehingga rekamannya dibuat sedekat mungkin dengan versi panggung. Kami berharap pendengar bisa merasakan sesuatu dari lagu ini,” ungkap mereka.
Pilihan tersebut membuat energi pertunjukan live tetap terasa kuat di versi studio. Westside Cowboy tampaknya memang sengaja mempertahankan spontanitas yang selama ini menjadi identitas mereka daripada mengejar hasil rekaman yang terlalu sempurna.
Nuansa itu juga terasa dalam video musik “Pin Up Boys” yang disutradarai oleh Jack Shep. Sang sutradara memusatkan perhatian pada karakter penampilan Westside Cowboy yang dikenal penuh energi dan sulit diprediksi. Konsep visualnya dibangun melalui sebuah sorotan cahaya yang terus mengejar tokoh utama sepanjang cerita.
Tokoh yang diperankan oleh Will, seorang teman dekat band, berusaha keras untuk melarikan diri dari cahaya yang selalu mengikutinya. Tapi saat ia berhasil menghindar, sorotan itu justru terpecah dan menciptakan cahaya baru bersama versi lain dari Westside Cowboy. Seiring dengan perkembangan cerita, dunia di sekelilingnya perlahan-lahan retak dan runtuh.
Jack Shep menjelaskan bahwa konsep ini muncul dari keinginannya untuk menangkap dinamika panggung Westside Cowboy dalam bentuk visual yang sederhana.
“Westside Cowboy memiliki gaya tampil yang sangat energik dan khas. Rasanya mereka sedang berada di awal perjalanan menuju sesuatu yang besar. Kami ingin menangkap dinamika itu melalui sebuah sorotan cahaya yang terus mengejar tokoh utama. Ketika ia berhasil meloloskan diri, dunia di sekitarnya mulai berubah, terbelah, lalu hancur,” jelas Shep.
“Pin Up Boys” menjadi single kedua yang memperkenalkan ‘It Goes On’, album debut yang diproduseri Loren Humphrey, sosok yang sebelumnya bekerja bersama Geese, Cameron Winter, dan Wunderhorse. Seluruh proses rekaman dilakukan di Greenmount Studios, Leeds.
Westside Cowboy dimotori oleh Reuben Haycocks (gitar, vokal), James “Jimmy” Bradbury (gitar, vokal), Aoife Anson O’Connell (bass, vokal), dan Paddy Murphy (drum, vokal). Dalam beberapa tahun terakhir, nama mereka mulai mencuri perhatian lewat sejumlah rilisan seperti “Can’t See”, serta kesempatan tampil sebagai band pembuka dalam tur Geese dan Black Country, New Road.
Mengenai album ‘It Goes On’, para personel mengaku ingin menciptakan karya yang dapat mereka persembahkan kepada diri mereka sendiri di masa muda. Album ini tercipta dari kecintaan terhadap musik-musik yang dahulu membuat mereka jatuh hati pada dunia musik.
Mereka juga ingin menghadirkan lagu-lagu yang terasa lugas, ringkas, dan jujur, tanpa terlalu mengejar kesempurnaan produksi. Ambisi untuk membuat karya yang lebih besar mungkin akan datang di kemudian hari. Tapi untuk saat ini, ‘It Goes On’ menjadi potret tentang empat musisi muda yang sedang menikmati proses kreatif mereka dengan segala spontanitas dan ketidaksempurnaannya.


