High – In Color
Visual yang ditampilkan tidak mengandalkan alur cerita yang rumit dan lebih fokus pada atmosfer, ekspresi, dan komposisi gambar. Perpaduan warna vintage, sudut kamera yang kreatif, dan ritme penyuntingan yang intens membuat video ini sangat cocok dengan karakter lagunya.
Band pop alternatif asal Nashville, In Color, merilis video musik untuk single terbaru bertajuk “High”. Video ini diluncurkan bersamaan dengan perilisan lagu yang mengangkat sisi gelap dari obsesi dalam sebuah hubungan.
Melalui “High”, In Color menggambarkan momen ketika seseorang terjebak dalam keinginan hingga kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Perasaan yang awalnya indah perlahan-lahan berubah menjadi sesuatu yang mirip dengan gejala putus zat, menciptakan kegelisahan dan kekosongan.
“Kami ingin menangkap saat ketika hasrat tidak lagi terasa romantis dan mulai menyerupai gejala withdrawal. Secara sonik, lagu ini terasa sedikit sesak, dan itu sejalan dengan tema lirik yang membahas obsesi dan ketergantungan,” jelas In Color dalam pernyataan resmi mereka.
Konsep tersebut juga diterjemahkan ke dalam video musik “High”. Visual yang ditampilkan tidak mengandalkan alur cerita yang rumit dan lebih fokus pada atmosfer, ekspresi, dan komposisi gambar. Perpaduan warna vintage, sudut kamera yang kreatif, dan ritme penyuntingan yang intens membuat video ini sangat cocok dengan karakter lagunya.
Pilihan visual tersebut juga mencerminkan identitas In Color yang sejak awal dikenal lewat karya-karya dengan nuansa sinematik. Band yang terbentuk di Nashville pada 2024 ini digawangi Holden Clontz, Matthew Hastings, Val Hoyt, dan Miles Laderman. Keempat sahabat tersebut membangun identitas musik yang memadukan pop melodis dengan energi rock alternatif era 1990-an hingga awal 2000-an. Mereka juga banyak mengambil inspirasi dari nama-nama seperti Coldplay, Kings of Leon, The Beatles, U2, dan Radiohead.
Ciri khas itu sudah terlihat sejak debut mereka melalui EP ‘Snow Day’ yang dirilis pada 2025. Salah satu lagunya, “Headlights”, berhasil menarik perhatian luas terhadap In Color. Hingga kini, lagu tersebut masih bertahan di posisi kedua tangga lagu Billboard “Alternative Airplay” dan menjadi momen penting dalam perjalanan mereka di dunia musik.
“High” adalah salah satu dari beberapa single yang dirilis sepanjang tahun 2026 sebagai kelanjutan setelah “Snow Day”. Meski masih berada dalam lanskap pop alternatif yang sama, lagu ini memperlihatkan sisi emosional yang lebih kental, baik melalui penulisan lirik maupun penyajian visualnya.
Bagi In Color, video musik bukan hanya pelengkap sebuah lagu. Sejak awal, mereka memang cenderung menghadirkan karya yang bersifat visual. Band ini bahkan menggambarkan proses penulisan lagu mereka sebagai usaha untuk menciptakan “personifikasi suara dari perjalanan malam”, yang terasa sangat kuat dalam video musik “High”.
Perilisan “High” juga bertepatan dengan rangkaian tur mereka di Amerika Serikat. Sepanjang bulan Agustus, In Color dijadwalkan tampil di beberapa konser utama dan menjadi penampil pembuka untuk Jutes. Setelah itu, mereka akan melanjutkan tur bersama The Maine mulai bulan November.
Video musik “High” kini sudah bisa disaksikan di kanal YouTube resmi In Color, sementara lagunya tersedia di berbagai platform streaming digital.
Support Gigsplay Dengan Saweria

