Music Business
Harga Tiket Konser Terus Naik, Minat Gen Z Datang Ke Konser Justru Meningkat
Harga tiket konser masih menjadi tantangan terbesar bagi banyak penikmat musik. Tapi survei terbaru dari Luminate Intelligence menunjukkan perubahan menarik di kalangan Generasi Z. Meski harga tiket terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, kelompok usia ini justru semakin rela mengeluarkan uang demi menikmati pertunjukan musik secara langsung.
Temuan tersebut berasal dari “US Music 360 Survey“, riset tahunan Luminate Intelligence yang melibatkan sekitar 4.000 responden di Amerika Serikat untuk memetakan kebiasaan konsumsi musik serta perkembangan industri.
Salah satu hasil yang paling menonjol adalah bergesernya posisi Gen Z sebagai kelompok dengan pengeluaran terbesar untuk konser dan festival musik. Pada kuartal pertama 2026, rata-rata pengeluaran bulanan Gen Z mencapai US$101 (sekitar Rp. 1.8 juta), melampaui generasi milenial yang selama ini dikenal sebagai kelompok paling aktif membelanjakan uang untuk hiburan musik, dengan rata-rata pengeluaran sebesar US$94 per bulan (sekitar 1.6 juta).
Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman menyaksikan konser kini memiliki nilai yang semakin tinggi bagi generasi muda. Bagi mereka, konser bukan lagi hanya hiburan, tetapi bagian dari gaya hidup dan cara membangun pengalaman yang sulit digantikan oleh konsumsi musik secara digital.
Robert Steiner, Media Analyst di Luminate Intelligence, menilai kondisi tersebut menunjukkan industri musik live masih berada dalam situasi yang positif.
“Permintaan terhadap konser setelah pandemi tetap berada pada level yang sangat tinggi. Musisi dan promotor merespons antusiasme itu dengan semakin banyak pertunjukan, sementara biaya operasional juga terus meningkat, sehingga harga tiket ikut naik,” jelas Steiner.

Para penonton konser musik (ilustrasi / credit: Máté Lakatos)
Meski harga tiket masih menjadi alasan utama seseorang mengurungkan niat datang ke konser, persentase responden yang menganggap biaya sebagai hambatan justru mengalami penurunan. Pada kuartal pertama 2026, sebanyak 53 persen responden menyebut harga tiket sebagai faktor penghalang, turun dibandingkan dua tahun sebelumnya yang mencapai 59 persen.
Penurunan tersebut paling terasa pada kelompok usia muda. Di kalangan Gen Z, persentase responden yang menganggap harga tiket sebagai kendala turun cukup drastis. Tren serupa juga terlihat pada generasi milenial, meski penurunannya tidak sebesar Gen Z.
Temuan ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap pengeluaran untuk hiburan. Banyak penonton muda mulai melihat konser sebagai pengalaman yang layak diprioritaskan, bahkan ketika biaya yang harus dikeluarkan semakin tinggi.
Nilai sebuah konser juga dinilai meningkat di hampir seluruh kelompok usia. Responden menganggap pengalaman menyaksikan pertunjukan langsung memiliki manfaat yang sebanding dengan biaya yang mereka keluarkan. Persepsi tersebut membuat semakin banyak orang bersedia membayar lebih mahal apabila acara yang dihadiri dianggap memiliki pengalaman yang istimewa.
Keinginan menghadiri konser juga terus bertambah, terutama di kalangan Gen Z. Hasil ini sejalan dengan survei lain yang dirilis Live Nation pada awal tahun, yang menyebut musik telah menjadi bagian penting dari identitas generasi digital. Konser, festival, hingga berbagai pengalaman langsung bersama musisi favorit memiliki arti yang jauh lebih besar dibanding sekadar menikmati lagu melalui layanan streaming.
Data Luminate memperlihatkan perubahan pola yang cukup menarik. Jumlah responden Gen Z yang menghadiri dua konser setiap tahun meningkat dari 29 persen pada 2024 menjadi 37 persen pada 2026. Sebaliknya, persentase mereka yang hanya datang ke satu konser setiap tahun mengalami penurunan sekitar 10 persen dalam periode yang sama.
Kecenderungan tersebut mengindikasikan bahwa penonton muda kini lebih sering memasukkan konser ke dalam agenda tahunan mereka, meskipun biaya yang harus dikeluarkan semakin besar.
Gen Z kini menjadi kelompok dengan pengeluaran terbesar untuk konser. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman musik live semakin diprioritaskan meski harga tiket terus meningkat.
Fenomena lain yang ikut berkembang adalah meningkatnya minat melakukan perjalanan demi menyaksikan konser. Musik kini tidak hanya menjadi alasan untuk membeli tiket, tetapi juga alasan untuk bepergian ke kota atau bahkan negara lain.
Survei Luminate mencatat persentase Gen Z yang menganggap biaya perjalanan sebagai hambatan turun dari 61 persen pada 2024 menjadi hanya 31 persen pada 2026. Angka tersebut menunjukkan semakin banyak penonton muda yang bersedia bepergian jauh demi melihat musisi favorit tampil secara langsung.
Perubahan perilaku ini ikut mendorong berkembangnya konsep konser berskala besar yang sekaligus menjadi destinasi wisata. Tur seperti “Together, Together” milik Harry Styles maupun rangkaian residensi Bad Bunny di Puerto Rico menjadi contoh bagaimana konser kini mampu menarik penggemar dari berbagai wilayah untuk datang secara khusus.
Meski demikian, Luminate juga mengingatkan bahwa ada batas terhadap kemampuan konsumen dalam membayar tiket yang semakin mahal. Dalam enam bulan terakhir, persentase responden dari kelompok milenial, Generasi X, dan baby boomer yang menganggap harga tiket sebagai kendala kembali mengalami kenaikan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa industri musik live masih menikmati permintaan yang sangat kuat, terutama dari Gen Z. Tapi apabila harga tiket terus meningkat tanpa diimbangi nilai pengalaman yang dirasakan penonton, sensitivitas terhadap harga berpotensi kembali meningkat dan memengaruhi keputusan masyarakat untuk datang ke konser di masa mendatang.
Support Gigsplay Dengan Saweria