New Tracks
Sleepover Bangkitkan Spirit Nu-Metal 90-an Lewat Debut Maxi-Single “Leave Me / Quiet Tension”
“Leave Me / Quiet Tension” menjadi perkenalan Sleepover dengan karakter nu-metal dan rock alternatif yang menghidupkan kembali spirit era 90-an.
Skena musik alternatif Bandung kembali melahirkan pendatang baru yang patut diwaspadai. Sleepover, kuintet yang diperkuat Genta Noverda Putra (vokal), Irfan Al Hafizh (bass), Muhammad Azmi (gitar, vokal), Ciputra Belliano Jamin (gitar), dan Rayya Adha Ibrahim (drum) ini resmi memperkenalkan diri lewat maxi-single debut bertajuk “Leave Me / Quiet Tension” yang dirilis pada 10 Juli 2026 di berbagai platform streaming digital.
Ketika kedua lagu ini diputar, arah musik Sleepover langsung terasa jelas. Mereka meracik alternatif rock, nu-metal, dan post-hardcore menjadi satu ramuan padat: riff gitar yang tebal, ritme yang menghantam, dan dinamika yang naik-turun dengan pas, cukup untuk menjaga ketegangan lagu tetap hidup dari intro hingga penutup. Tapi di balik semua ledakan energi itu, Sleepover masih menyempatkan untuk menyelipkan melodi yang familiar.
“Leave Me / Quiet Tension” berfungsi sebagai kartu perkenalan sekaligus bocoran rasa dari album penuh yang sedang mereka garap. Dua lagu ini tercipta dari kegelisahan terhadap tekanan hidup sehari-hari: konflik batin, kelelahan emosional dan frustrasi, lalu diterjemahkan lewat lirik yang blak-blakan dan aransemen yang terasa mencekam.
Bagian paling menarik dari rilisan ini justru keberanian Sleepover menghidupkan kembali warna musik yang sempat berjaya di penghujung 90-an sampai awal 2000-an. Ketika kebanyakan band rock muda sibuk mengejar tren masa kini, Sleepover malah balik menggali semangat nu-metal yang dulu diusung nama-nama besar seperti Limp Bizkit dan Korn.
Meski kuat dipengaruhi nu-metal era 90-an, kedua lagu ini tidak terdengar seperti lagu dengan tempelan referensi lama. Pengaruh itu memang terasa lewat gitar bertuning rendah, hentakan ritme yang berat, dan pergantian tempo yang dinamis. Tapi di saat bersamaan, Sleepover tetap berhasil menyisipkan karakter mereka sendiri lewat pilihan melodi dan struktur lagu yang terasa relevan dengan perkembangan skena musik independen saat ini.
Kesan nostalgia itulah yang paling kuat terasa saat mendengarkan kedua lagu ini. Bagi pendengar yang tumbuh bersama musik rock era 1990-an, “Leave Me” maupun “Quiet Tension” mampu membangkitkan kembali atmosfer yang pernah memenuhi radio, televisi musik, hingga panggung festival pada masanya. Bedanya, Sleepover tidak hanya bernostalgia. Mereka menarik karakter itu ke konteks yang baru, sehingga hasilnya tetap terdengar memiliki identitas sendiri tanpa terjebak menjadi reproduksi masa lalu.
Kedua lagu ini seperti melempar pendengar kembali ke tahun 90-an, ketika kami sebagai penikmat musik tumbuh bersama gelombang nu-metal yang begitu besar. Rasanya menyenangkan bisa mendengar karakter seperti ini muncul lagi. Kami melihat Sleepover memiliki potensi yang sangat besar dan masih bisa berkembang jauh lebih luas – Gigsplay.
Di balik proses kreatifnya, seluruh materi dalam maxi-single ini ditulis sekaligus diproduseri oleh Irfan Al Hafizh, sebelum akhirnya digarap bersama seluruh personel hingga menemukan bentuk akhirnya. Proses kolektif ini cukup berhasil memperlihatkan chemistry antaranggota band. Tidak ada instrumen yang saling berebut ruang, setiap bagian terdengar saling mengisi untuk menciptakan suasana yang memang ingin dicapai.
Sebagai debut, “Leave Me / Quiet Tension” juga memperlihatkan kematangan yang cukup mengejutkan. Sulit membayangkan band seusia mereka mampu mengolah referensi musik lawas menjadi sesuatu yang tetap relevan tanpa terdengar usang. Pilihan itu jelas berisiko, tapi justru menjadi salah satu kekuatan utama Sleepover.
Di tengah derasnya rilisan rock modern yang banyak mengandalkan produksi digital dan formula seragam, Sleepover muncul dengan karakter yang terasa berbeda. Mereka tidak berusaha ikut arus, tapi memilih menggali kembali akar musik yang pernah berpengaruh besar terhadap perkembangan rock alternatif dunia.
Ke depan, Sleepover juga telah menyiapkan showcase sebagai kesempatan pertama bagi pendengar untuk menikmati lagu-lagu ini secara langsung. Informasi jadwal pertunjukan akan diumumkan melalui media sosial resmi mereka.
Sebagai nama baru, debut ini memberi sinyal bahwa kuintet tersebut memiliki identitas yang cukup kuat, keberanian mengeksplorasi referensi yang berbeda, serta fondasi yang menjanjikan untuk berkembang lebih jauh saat album penuh mereka akhirnya dirilis.


