International
Mazare Gandeng Lost in Hollywood Untuk Single Baru “The End”
Mazare kembali memperluas eksplorasi musikalnya lewat single terbaru bertajuk “The End“, hasil kolaborasi dengan band metalcore asal Hamburg, Lost in Hollywood. Lagu yang resmi dirilis pada 10 Juli 2026 melalui Universal Music Italia ini mempertemukan dua karakter berbeda dalam satu komposisi yang menggabungkan energi musik elektronik dengan agresivitas metal modern, sekaligus menghadirkan salah satu karya paling emosional dalam katalog Mazare sejauh ini.
Nama Mazare sudah cukup dikenal di ranah musik elektronik internasional. Produser asal Italia Timur Laut tersebut konsisten memperoleh dukungan dari nama-nama besar seperti SLANDER, Illenium, Seven Lions, Said The Sky, Dabin, Koven, hingga Don Diablo. Selama enam tahun terakhir, ia banyak merilis karya melalui Monstercat dan Insomniac Records, dengan total lebih dari 35 juta stream di Spotify.
Perjalanan musik Mazare dimulai dari rumah masa kecilnya yang dipenuhi koleksi piringan hitam milik sang ayah. Pink Floyd, U2, dan Genesis menjadi soundtrack yang membentuk selera musiknya sejak dini. Ketertarikannya terhadap musik elektronik muncul pada 2009 ketika pertama kali mendengar “When Love Takes Over” milik David Guetta. Sejak saat itu, ia dikenal sebagai produser yang gemar menggabungkan berbagai genre, mulai dari drum & bass, rock, pop, hingga metal.
Dalam “The End”, kecenderungan tersebut terdengar semakin matang. Lagu ini bergerak di antara riff gitar yang berat, hentakan drum & bass berkecepatan tinggi, serta nuansa elektronik yang tetap menjadi ciri khas Mazare. Struktur lagunya tidak membiarkan satu elemen mendominasi sepenuhnya. Distorsi gitar, synthesizer, dan ritme elektronik saling mengisi tanpa kehilangan identitas masing-masing.

Mazare – Produser musik asal Italia
Kolaborasi dengan Lost in Hollywood menjadi faktor penting yang memberi warna berbeda. Band metalcore asal Hamburg yang terbentuk pada 2023 itu tengah menarik perhatian setelah album debut mereka, ‘The Beauty of Death’, berhasil melampaui satu juta stream. Dengan penggerak utama vokalis Amon Garrasi, Lost in Hollywood dikenal lewat perpaduan breakdown metalcore, melodi pop, serta atmosfer sinematik yang kuat.
Kontribusi Amon Garrasi terasa menonjol sepanjang lagu. Karakter vokalnya bergerak dari nada-nada melankolis menuju ledakan emosional yang memperkuat isi lirik. Perubahan dinamika tersebut membuat “The End” terdengar hidup dan terus berkembang hingga bagian penutup.
Bagi pendengar yang mengikuti karya-karya Pendulum, Bring Me The Horizon, maupun blink-182, komposisi lagu ini terasa memiliki benang merah. Tapi di single ini, Mazare tetap mempertahankan identitasnya sebagai produser elektronik, sehingga lagu tidak berubah menjadi nomor metalcore murni. Justru percampuran kedua dunia itulah yang menjadi daya tarik utamanya.
Mazare mengungkapkan bahwa inspirasi terbesar dalam proses penulisan datang dari Bring Me The Horizon.
“Saya selalu menyukai bagaimana Bring Me The Horizon mampu menggabungkan gitar bertuning rendah, lirik yang sangat emosional, dan hook yang kuat dalam satu karya yang utuh. Itulah yang ingin saya capai di lagu ini,” jelas Mazare.
Ia menambahkan, “Berawal dari pengalaman pribadi yang saya alami, saya mencoba menuangkan perasaan tersebut ke dalam lirik sambil tetap menjaga struktur dan melodinya. Amon melakukan pekerjaan luar biasa dengan membawa bobot emosional yang dibutuhkan hingga lagu ini benar-benar terasa menghantam.”

Lost in Hollywood – Band metalcore asal Hamburg, Jerman.
Hal senada juga disampaikan Amon Garrasi mengenai proses kolaborasi tersebut.
“Saya langsung antusias ketika mendengar demo instrumental pertamanya. Proses mengisi vokal benar-benar menyenangkan, termasuk saat kami bereksperimen dengan berbagai potongan vokal di beberapa bagian lagu. Setelah itu Mazare masih menambahkan banyak elemen baru pada aransemennya, dan semuanya membuat lagu ini terasa jauh lebih emosional. Saya tidak sabar akhirnya lagu ini bisa didengar semua orang.”
Secara keseluruhan, “The End” memperlihatkan bagaimana Mazare terus memperluas wilayah kreatifnya tanpa meninggalkan fondasi musik elektronik yang telah membesarkan namanya. Kolaborasi dengan Lost in Hollywood juga terasa lebih dari pertemuan dua musisi lintas genre. Keduanya saling melengkapi, menghadirkan lagu yang memadukan ledakan energi, atmosfer gelap, dan emosi yang mengalir kuat sejak awal hingga akhir.
Bagi penggemar musik elektronik yang mulai bersinggungan dengan metal modern, “The End” menjadi salah satu rilisan yang layak mendapat perhatian.

