New Tracks

Reza Ryan (Eks Gitaris Efek Rumah Kaca) Rilis “Bintang Magnolia”, Perkenalkan Dunia Musikal Kantusfirmus

Diterbitkan

pada

Reza Ryan Kantusfirmus

Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai gitaris Efek Rumah Kaca dan aktif di berbagai proyek seperti I Know You Well Miss Clara, Tiktaalik, hingga Theory of Nothing, Reza Ryan kini memperkenalkan identitas baru melalui proyek solo bernama Kantusfirmus. Debut tersebut dibuka lewat single “Bintang Magnolia” yang resmi dirilis pada 5 Juli 2026 melalui Anikonik Records.

Kehadiran Kantusfirmus bukan hanya langkah baru dalam katalog karya Reza, tetapi ruang yang ia siapkan untuk mengeksplorasi gagasan tentang musik pop dari sudut pandang yang berbeda. Seluruh proses kreatif “Bintang Magnolia” dikerjakan sendiri olehnya, mulai dari penulisan lagu, aransemen, rekaman, pengisian vokal, produksi, mixing, hingga mastering. Hasilnya adalah karya yang terasa sangat personal sekaligus memperlihatkan bagaimana Reza ingin menyampaikan identitas artistiknya tanpa batasan kolaborasi.

“Bintang Magnolia” memperlihatkan cara Reza memandang musik pop sebagai medium yang lentur. Melodinya mudah diingat, tetapi di saat yang sama dikelilingi oleh tekstur suara yang kaya, suasana yang gelap, dan dinamika yang berkembang perlahan sepanjang lagu. Kombinasi ini menciptakan pengalaman mendengarkan yang melampaui struktur pop tradisional, tanpa mengorbankan daya tarik melodinya.

Saya selalu punya ketertarikan akan penggabungan formula-formula musik tertentu menjadi suatu formulasi baru sebagai satu estetika,” ujar Reza Ryan.

Gagasan itu sebenarnya sudah lama hadir dalam perjalanan kreatifnya. Saat mendirikan I Know You Well Miss Clara pada 2010 bersama rekan-rekannya di ISI Yogyakarta, ia telah bereksperimen dengan mempertemukan disiplin musik klasik yang dipelajarinya dengan jazz, progressive rock, dan musik eksperimental. Melalui Kantusfirmus, eksplorasi tersebut “dilahirkan” dalam bentuk yang lebih ringkas, dengan musik pop sebagai titik pijaknya.

Bagi Reza, pop bukanlah genre yang memiliki batas-batas kaku. Ia melihatnya sebagai ruang yang terus berubah dan mampu menyerap berbagai kemungkinan musikal.

Saat ini Kantusfirmus adalah kanal pikiran saya tentang musik pop. Saya tidak memandang musik pop sebagai formulasi musikal yang beku atau membatasi kreativitas. Buat saya, pop sangat cair dan elastis,” jelasnya.

Pandangan ini sangat jelas terlihat dalam lagu “Bintang Magnolia”. Lagu ini tidak berusaha mengikuti formula pop yang mudah ditebak, melainkan menunjukkan bagaimana melodi bisa tetap menjadi fokus utama meskipun dikelilingi oleh lapisan bunyi yang kompleks. Karakter itu membuat lagu ini memiliki nuansa avant-pop yang masih jarang dijumpai dalam rilisan musisi Indonesia.

Nama Kantusfirmus diambil dari istilah Latin cantus firmus, yang berarti melodi utama yang menjadi dasar dalam penyusunan komposisi polifonik pada era Medieval, Renaissance, hingga Baroque. Reza memodifikasi huruf “C” menjadi “K” untuk menciptakan identitas proyeknya.

Nama ini saya pilih sebagai dasar pemikiran bahwa sekompleks apa pun musik dan instrumentasinya, selama masih memiliki melodi, maka melodi tetap menjadi unsur yang paling penting,” katanya.

Filosofi tersebut menjadi benang merah dalam keseluruhan konsep Kantusfirmus. Bagi Reza, melodi bukan hanya elemen yang mudah diingat, tetapi titik temu yang menyatukan semua lapisan bunyi dalam sebuah komposisi.

Reza Ryan dengan proyek Kantusfirmus

Di balik eksplorasi artistiknya, “Bintang Magnolia” juga mengangkat tema yang muncul dari kegelisahan terhadap berbagai masalah sosial. Liriknya terinspirasi oleh berbagai konflik yang melibatkan masyarakat sipil, komunitas adat, dan buruh yang harus berhadapan dengan kekuasaan.

Banyak peristiwa genting yang dialami masyarakat adat, warga negara, maupun buruh ketika berhadapan dengan otoritas atau perusahaan yang mendapat dukungan negara,” ungkap Reza.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari berbagai persoalan yang terus muncul di Indonesia, mulai dari perampasan ruang hidup hingga perubahan fungsi lahan atas nama pembangunan.

Saat ini keadaan negara kita sedang sangat tidak baik-baik saja. Perampasan lahan dan ruang hidup terjadi di banyak tempat atas nama pembangunan, proyek strategis nasional, maupun berbagai alasan lainnya,” ujarnya.

Meski berasal dari isu sosial, lirik “Bintang Magnolia” tidak disampaikan secara langsung seperti slogan. Reza memilih menggunakan bahasa yang lebih puitis, memberikan kesempatan kepada pendengar untuk menafsirkan maknanya sendiri. Cara seperti ini membuat pesan yang dibawa lagu terasa lebih mengendap tanpa kehilangan relevansinya terhadap realitas yang sedang terjadi.

Di tengah lanskap musik independen yang semakin beragam, kemunculan Kantusfirmus memberi warna tersendiri. Reza Ryan memperlihatkan bahwa musik pop masih memiliki ruang luas untuk dieksplorasi, baik dari sisi komposisi maupun tema yang diangkat.

“Bintang Magnolia” menjadi perkenalan yang kuat terhadap arah artistik tersebut sekaligus memberi gambaran mengenai album penuh yang sedang ia persiapkan. Untuk sementara, single ini sudah dapat dinikmati di berbagai layanan streaming digital sebagai pintu masuk menuju dunia musikal baru yang sedang ia ciptakan melalui Kantusfirmus.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *