New Tracks

Mad Madmen Eksplorasi Formula “Structured-Chaos” Di Single “Chiang Mai (CNX)”

Diterbitkan

pada

Mad Madmen band
Mad Madmen (credit: Jodi Bakri)

Mad Madmen kembali dengan materi baru yang memperlihatkan bagaimana trio asal Jakarta ini terus mendorong batas kreativitas mereka. Band yang menyebut dirinya sebagai “Controlled-Chaos Power Trio” tersebut resmi merilis single terbaru berjudul “Chiang Mai (CNX)”, sebuah lagu yang sekaligus menjadi pembuka menuju album penuh kedua mereka. Rilisan ini juga membawa perubahan menarik di balik proses kreatif band, karena untuk pertama kalinya Andika Rahimy, drummer sekaligus vokal latar, berperan sebagai penulis lagu.

Sejak terbentuk pada 2018, Mad Madmen dikenal sebagai band yang tidak pernah terpaku pada satu pakem. Musik mereka tumbuh dari sesi jamming yang panjang, permainan ritme yang kompleks, serta kebiasaan mengeksplorasi perubahan tempo, dinamika, dan warna lagu secara spontan. Selama ini, arah kreatif mereka banyak dipengaruhi oleh dua perspektif berbeda yang dibawa oleh Kalam Mahardhika (gitar/vokal) dan Marvin Muhammad (bass/vokal). Dengan “Chiang Mai (CNX)”, muncul satu nuansa baru yang melengkapi keduanya.

Band ini kini menggambarkan proses kreatif mereka melalui tiga karakter yang berbeda. Kalam mewakili sisi Chaos, Marvin berada di wilayah Structured, sementara Andika berada di titik tengah yang mereka sebut Structured-Chaos. Menariknya, pembagian ini tidak pernah dianggap sebagai aturan yang kaku.

Walaupun Kalam mewakili Chaos, ia tidak membatasi diri untuk menulis lagu yang chaotic saja. Begitu pula Marvin yang Structured, tidak serta-merta harus menulis lagu yang selalu teratur,” jelas Andika.

Mad madmen single Chiang Mai (CNX)

Ketiga personel sepakat bahwa “Chiang Mai (CNX)” adalah contoh paling utuh dari gagasan Structured-Chaos. Lagu ini bergerak dengan pola yang teratur, tetapi tetap memberikan ruang bagi spontanitas yang selama ini menjadi identitas Mad Madmen.

Marvin melihat cara Andika menulis lagu mampu mempertemukan dua karakter yang sebelumnya berjalan berdampingan.

Kebetulan, Andika muncul dengan gaya songwriting yang bisa berselancar di antara chaotic-nya Kalam dan structured-nya saya. Karakter itulah yang kami cap sebagai Structured-Chaos,” ungkap Marvin.

Pendapat serupa juga disampaikan Kalam. Menurutnya, kehadiran Andika memberikan keseimbangan baru dalam proses kreatif band.

Kalau Marvin punya kepekaan yang lebih terhadap struktur komposisi dan saya punya keberpihakan terhadap musik improvisasi, Andika menjadi katalis yang menyempurnakan kedua hal tersebut ke dalam lagu-lagu baru Mad Madmen. Pada taraf tertentu dirinya nyaman berada dalam spontanitas namun tidak terasa out of place ketika harus memainkan musik yang lebih struktural,” kata Kalam.

Perubahan tersebut juga terasa dalam bentuk lagu. Berbeda dengan banyak lagu yang mengandalkan narasi panjang, “Chiang Mai (CNX)” memilih lirik yang singkat dan repetitif. Pengulangan kata-kata tertentu berfungsi seperti mantra yang terus mengingatkan kita pada satu momen yang sangat berkesan.

Band Mad Madmen Jakarta

Inspirasi untuk lagu ini muncul setelah Mad Madmen tampil di Labb Fest, Chiang Mai, Thailand, pada Desember 2024. Pengalaman manggung di sana meninggalkan kesan yang begitu kuat hingga akhirnya diabadikan menjadi sebuah lagu.

Aksi panggung dan pengalaman keseluruhan di Chiang Mai menjadi salah satu momen paling berkesan bagi kami. Saking berkesannya, kami abadikan menjadi lagu. Kami sengaja tidak ingin bertele-tele menulis syair yang penuh bumbu, melainkan menggunakan buzzword yang repetitif karena kota tersebut terasa sangat personal bagi kami,” tutur Andika.

Keputusan ini membuat “Chiang Mai (CNX)” terasa unik. Lirik yang berulang tidak hanya mengisi ruang, tetapi juga memperkuat atmosfer lagu. Pendengar diajak merasakan bagaimana sebuah kenangan dapat hidup melalui pengulangan sederhana yang perlahan membangun emosi.

Karakter “Controlled-Chaos” yang selama ini melekat pada Mad Madmen tetap terasa. Struktur lagu tidak pernah bisa diprediksi, tetapi setiap perubahan terdengar memiliki tujuan. Ada dinamika yang bergerak bebas tanpa kehilangan arah, sesuatu yang sudah lama menjadi ciri khas trio ini.

Sebagai rilisan pembuka menuju album kedua, “Chiang Mai (CNX)” menunjukkan bahwa Mad Madmen terus mencari kemungkinan-kemungkinan baru. Masuknya Andika sebagai penulis lagu juga membuka perspektif baru dalam band, sekaligus memperkaya dialog kreatif antara ketiga personelnya.

Single “Chiang Mai (CNX)” kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi gambaran awal mengenai arah eksplorasi Mad Madmen untuk materi-materi berikutnya.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *