New Albums

Peraukertas Hadirkan Kembali Album Debut “Adaptasi Atau Mati” Ke Platform Digital

Diterbitkan

pada

Peraukertas

Band rock asal Jakarta, Peraukertas, kembali merilis album debut mereka, ‘Adaptasi Atau Mati’, di berbagai platform streaming musik mulai 16 Juli 2026. Album yang pertama kali diluncurkan pada 29 Juli 2022 ini sempat menghilang dari layanan digital selama hampir dua tahun karena masalah administratif pada katalog distribusi. Kini semua materi tersebut akhirnya bisa dinikmati kembali oleh pendengar.

Bagi Peraukertas, kembalinya ‘Adaptasi Atau Mati’ bukan hanya mengulang rilisan lama. Album ini menjadi pengingat perjalanan panjang yang telah mereka lalui sejak berdiri pada 9 September 2016. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pendengar baru yang mengenal Peraukertas melalui karya-karya terbaru mereka, sementara album debut justru tidak tersedia di platform digital. Situasi inilah yang mendorong band untuk memastikan karya tersebut dapat diakses secara luas kembali.

Album ini memuat 15 lagu yang dibagi ke dalam empat elemen utama, yaitu Api, Air, Udara, dan Tanah. Masing-masing bagian memiliki karakter serta pesan yang saling berkaitan, membentuk sebuah perjalanan yang menggambarkan proses menghadapi berbagai tantangan hidup.

Di dalam album tersebut, Peraukertas juga menggandeng sejumlah nama dari berbagai latar musik Indonesia. Kolaborasi ini melibatkan Tuantigabelas, Iga Massardi, Tj Abdillah, Yai Item, hingga Hyndia. Salah satu lagu juga diproduseri oleh Javafinger dari Jawa Maliq yang memberi warna tambahan dalam keseluruhan materi album.

Konsep visual ‘Adaptasi Atau Mati’ terinspirasi dari filosofi bunglon. Hewan ini dipilih sebagai simbol kemampuan beradaptasi dengan lingkungan tanpa kehilangan identitas. Gagasan ini kemudian diterjemahkan ke dalam ilustrasi album yang dikerjakan oleh seniman visual Minami Art.

Bagi Peraukertas, filosofi tersebut selalu menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai sebuah band. Perubahan dianggap sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari, tetapi bukan alasan untuk meninggalkan karakter yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.

Band Rock Peraukertas

Album ini adalah bagian dari perjalanan kami yang paling personal. Menghadirkannya kembali sekarang bukan cuma soal merapikan katalog, tapi juga cara kami menghormati proses yang sudah dilalui sebelum melangkah ke langkah berikutnya,” ujar vokalis sekaligus gitaris Peraukertas, Candra Kim.

Peraukertas juga memiliki hubungan yang cukup erat dengan komunitas pendengarnya yang dikenal dengan nama “Penjelajah”. Menariknya, julukan “Band Rock Motivasi” yang selama ini melekat pada Peraukertas justru muncul dari para pendengar, bukan dari band itu sendiri. Sebutan ini lahir karena banyak orang merasa lirik-lirik Peraukertas mampu menemani proses refleksi diri, menghadapi kegagalan, hingga mencari semangat untuk kembali langkah.

Karakter itu pula yang membuat karya-karya mereka memiliki tempat tersendiri di hati pendengar. Di balik permainan gitar yang keras dan dinamika rock yang kuat, Peraukertas sering menyisipkan cerita tentang pergulatan hidup, harapan, dan keberanian untuk menghadapi perubahan.

Kembalinya ‘Adaptasi Atau Mati’ juga menjadi jembatan sebelum Peraukertas memperkenalkan materi baru. Band ini telah lebih dulu merilis single “Joki Cinta” dan sedang mempersiapkan sebuah EP yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat.

Menariknya, “Joki Cinta” bukanlah lagu yang baru ditulis. Karya ini sudah ada sejak 2010 dan baru sekarang menemukan momen yang tepat untuk dirilis. Melalui lagu ini, Peraukertas mulai mengeksplorasi perpaduan antara akar organic rock yang selama ini menjadi ciri khas mereka dengan sentuhan retrowave, tanpa menghilangkan karakter utama yang sudah dikenal oleh pendengarnya.

Dengan kembalinya ‘Adaptasi Atau Mati’ ke layanan streaming, pendengar kini bisa kembali menikmati keseluruhan perjalanan awal Peraukertas dan melihat bagaimana fondasi musikal mereka telah berkembang hingga saat ini.

Selain tersedia di berbagai platform digital, semua video musik dan klip pendukung dari album tersebut juga sudah bisa disaksikan di kanal YouTube resmi Peraukertas.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

âś… KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *