International
Mouth Ulcers Perdalam Atmosfer Kelam Lewat Single Terbaru “Space”
London terus melahirkan nama-nama baru dari ranah post-punk, dan salah satu yang kini mulai mencuri perhatian adalah Mouth Ulcers. Kuartet yang baru terbentuk pada 2025 ini kembali mempertegas eksistensinya lewat perilisan single terbaru bertajuk “Space”, sebuah materi yang sekaligus menjadi jendela berikutnya menuju EP debut mereka, ‘Silent Pictures’, yang dijadwalkan rilis pada 10 Juli mendatang melalui LAB Records.
“Space” hadir tidak lama setelah serangkaian rilisan awal mereka mulai mendapatkan respons positif dari berbagai media dan stasiun radio alternatif di Inggris. Bersamaan dengan perilisan lagu ini, Mouth Ulcers juga meluncurkan video terbaru yang memperkuat atmosfer kelam dan sinematik yang telah menjadi identitas utama mereka.
Band ini diperkuat oleh Zak Watson pada vokal dan gitar, Josephine Rose pada gitar dan vokal, Jamie-Lee Culver pada bass, serta David Zbirka di posisi drum. Meskipun usia mereka masih sangat muda, Mouth Ulcers dengan cepat membangun karakter yang kuat melalui perpaduan atmosfer gotik, kesederhanaan khas post-punk, dan nuansa sinematik yang pekat dalam setiap karya mereka.

Pengaruh dari nama-nama legendaris seperti Joy Division, The Cure, dan Bauhaus sangat terasa dalam fondasi musik mereka. Mouth Ulcers berusaha membawa warisan tersebut ke wilayah yang lebih relevan dengan kegelisahan generasi saat ini. Permainan gitar yang tajam, alur bass yang melodis, dan vokal bariton yang dalam menciptakan suasana muram yang terasa mengancam.
Melalui “Space”, band ini mengangkat tema tentang ingatan, nostalgia, dan keterasingan emosional. Lagu ini berbicara tentang bagaimana kenangan masa lalu dapat terus menghantui seseorang layaknya kehadiran fisik yang nyata, sekaligus menjadi simbol kehilangan yang tidak mungkin dipulihkan kembali.
Menurut Mouth Ulcers, “Space” muncul dari ide bahwa nostalgia sering kali memiliki dua sisi yang bertolak belakang. Di satu sisi, nostalgia memberikan kenyamanan, tetapi di sisi lain, ia juga menyimpan rasa kehilangan yang mendalam. Konsep tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh materi dalam ‘Silent Pictures’.
Perjalanan Mouth Ulcers dalam waktu singkat terbilang cukup impresif. Single-single sebelumnya seperti “Prevail” dan “Closer To You” berhasil menarik perhatian berbagai media musik di Inggris, termasuk The Line of Best Fit, So Young, dan Louder Than War. Karya mereka juga mendapatkan dukungan pemutaran dari stasiun radio berpengaruh seperti BBC Radio 6 Music, BBC Radio 1, KEXP, dan Radio X.
Respon positif tersebut membuat nama Mouth Ulcers mulai sering muncul dalam pembicaraan mengenai gelombang baru post-punk dan gothic rock Inggris. Jurnalis sekaligus musisi ternama John Robb bahkan menyebut mereka sebagai band yang sangat layak diperhitungkan, sementara The Line of Best Fit menilai Mouth Ulcers telah berkembang menjadi salah satu elemen penting dalam lanskap underground London yang suram dan penuh karakter.
Antusiasme ini juga terlihat di panggung. Beberapa tiket penampilan awal mereka di Inggris dan Eropa telah terjual habis, sementara jadwal musim panas tahun ini dipenuhi dengan berbagai penampilan festival dan tur. Salah satu agenda terbesar mereka adalah tampil sebagai band pendukung untuk The Mission di Kentish Town Forum, London.

