New Tracks
TENHOLES Rayakan Semangat Bertahan Lewat Maxi Single Anyar
Di tengah derasnya arus musik yang semakin seragam, masih ada kelompok-kelompok yang memilih menjaga nyala punk rock tetap hidup dengan caranya sendiri. Salah satunya adalah TENHOLES, unit celtic punk asal Indonesia yang selama lebih dari dua dekade konsisten merawat semangat jalanan, persahabatan, dan perlawanan melalui lagu-lagu mereka. Kini, band tersebut kembali membawa kabar baru lewat perilisan maxi single berisi dua lagu, “Membakar Malam” dan “Tiga”.
Dirilis secara resmi pada 12 Juni 2026 melalui kerja sama dengan demajors, kedua lagu tersebut kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital. Sebelumnya, materi ini lebih dulu diperkenalkan melalui kanal YouTube resmi TENHOLES beberapa bulan lalu.
Sejak berdiri pada 2004, TENHOLES mengalami perjalanan yang cukup panjang. Awalnya mereka memainkan musik oi!/punk sebelum kemudian menemukan inspirasi baru setelah diperkenalkan dengan karya-karya Dropkick Murphys oleh seorang rekan mereka, Dhany Blwr. Sejak saat itu, arah musik TENHOLES berkembang ke ranah celtic punk tanpa meninggalkan akar oi!/punk yang telah lebih dahulu membentuk identitas mereka.
Karakter tersebut masih terasa kuat dalam maxi single terbaru ini. Distorsi punk rock yang lugas berpadu dengan sentuhan mandolin yang telah lama menjadi salah satu ciri khas TENHOLES. Saat ini band tersebut diperkuat oleh Ukien Skins pada vokal, Cepy dan Endry pada gitar, Cpx pada mandolin, Lettoys pada bass, serta Andyan Gorust di posisi drum.

Perjalanan menuju rampungnya maxi single ini tidak berlangsung singkat. TENHOLES menghabiskan waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan seluruh proses produksi. Tahap awal dilakukan secara mandiri di Rumah Bergerak, markas kreatif yang selama ini menjadi pusat aktivitas mereka.
Menariknya, proses guide lagu-lagu tersebut sempat berjalan tanpa kehadiran trek drum. Andyan Gorust saat itu memilih tidak mengisi bagian drum pada sesi awal. Keputusan tersebut sempat membuat proses berjalan dengan cara yang tidak biasa, tapi pada akhirnya justru menghasilkan kejutan tersendiri ketika seluruh materi mulai memasuki tahap rekaman utama.
Sebelum masuk studio, TENHOLES juga membagikan demo mentah kepada sejumlah rekan yang mereka percaya mampu memberikan pandangan dari luar. Beberapa nama yang turut memberikan masukan antara lain Jimi Multhazam, Yongki Quickening, hingga Prabu Pramayougha dari Saturday Night Karaoke. Prabu pula yang kemudian mempertemukan TENHOLES dengan David Tarigan dalam sebuah sesi dengar bersama.
Atas rekomendasi Jimi Multhazam, sesi rekaman drum dilakukan di Starlight Studio. Dalam perjalanannya, mereka juga bertemu Franki “Pepeng” Indrasmoro di kantor Massive Publisher. Pertemuan tersebut membuka kesempatan bagi TENHOLES untuk menggunakan fasilitas Caltara Studio, yang kemudian dipilih sebagai lokasi utama penyelesaian rekaman.
Dari dua lagu yang dirilis, “Membakar Malam” tampil sebagai lagu yang menggambarkan semangat para pekerja yang terus berjuang meski terjebak dalam rutinitas yang melelahkan. Lagu ini menjadi seruan bagi mereka yang menolak untuk menyerah pada kehidupan yang monoton dari hari ke hari.
Di sisi lain, “Tiga” mengambil pendekatan yang lebih reflektif. Lagu ini mencerminkan berbagai kegelisahan terhadap kondisi dunia saat ini. Di antara kedua lagu tersebut, “Tiga” menjadi yang paling agresif dengan permainan drum eksplosif khas Andyan Gorust yang meningkatkan tensi lagu hingga mencapai puncaknya.
Perilisan ini juga memiliki makna emosional tersendiri bagi TENHOLES. Setelah kepergian mendiang Aco pada Oktober 2023, posisi drum sempat meninggalkan kekosongan yang sulit diisi. Tapi kehadiran Andyan Gorust tidak dipandang sebagai pengganti sosok yang telah pergi. Ia hadir untuk melanjutkan perjalanan serta menjaga semangat yang selama ini dibangun bersama.
Melalui “Membakar Malam” dan “Tiga”, TENHOLES kembali membuktikan bahwa api yang mereka nyalakan sejak 2004 masih menyala terang. Dengan semangat punk yang tetap utuh, sentuhan celtic yang khas, dan pengalaman panjang yang mereka bawa, maxi single ini menjadi pengingat bahwa beberapa suara tidak pernah benar-benar padam, hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali menggema lebih keras.
