New Tracks
Dua Lagu, Satu Cerita: Marryanne Luncurkan Maxi-Single “Feel the Pain”
Sekitar satu setengah tahun setelah merilis EP ‘Into the Void‘, Marryanne kembali dengan materi baru. Unit shoegaze asal Cirebon yang diperkuat Oya (vokal), Cyril (gitar dan vokal), Andhik (bass), Ares (drum), serta Erlangga (gitar) resmi memperkenalkan maxi single bertajuk “Feel the Pain” pada 27 Februari 2026.
Rilisan ini membuka langkah mereka di tahun 2026, tak lama setelah menuntaskan rangkaian “Distant Light Tour” yang menyambangi sejumlah kota di Pulau Jawa.
Maxi single tersebut memuat dua lagu, “Feel the Pain” dan “Forfeit”, yang dirangkai dalam satu benang emosi. Keduanya membentuk alur cerita yang saling terkait, menggambarkan bagaimana amarah yang tak terkendali dapat berujung pada kehilangan, serta bagaimana sisa-sisa kehilangan itu terus membekas bahkan setelah gejolaknya mereda.
“Feel the Pain” menjadi titik awal narasi. Lagu ini menyoroti amarah sebagai energi yang perlahan menggerogoti dari dalam. Liriknya menggambarkan kondisi ketika seseorang terjebak dalam lingkaran pikiran yang berulang, di mana frustrasi tidak lagi diarahkan keluar, melainkan berbalik menghantam diri sendiri. Identitas terasa kabur, sementara emosi menumpuk tanpa saluran yang jelas.
Cerita berlanjut di “Forfeit”. Jika lagu pertama dipenuhi gelombang amarah, trek kedua menyelami ruang setelah semuanya reda. Di tengah bayangan lampu kota, “Forfeit” menggambarkan kehampaan yang tertinggal ketika kebisingan emosi menghilang.
Amarah masih ada, tapi kini lebih tenang, bercampur dengan rasa rindu dan hilangnya sosok yang dulu pernah ada.Waktu terasa rapuh, kenangan seolah dikejar alih-alih disimpan, dan hubungan tampak hanya singgah sebentar sebelum memudar. Di lagu ini, Marryanne menunjukkan sisi paling rapuhnya, saat luka dan keintiman berjalan beriringan dalam ruang yang sama
Dari sisi musikal, “Feel the Pain” menunjukkan pengaruh yang kuat dari band-band seperti Nothing, Life on Venus, Whirr, hingga Momma. Lapisan gitar yang bergaung, dinamika yang perlahan membangun ketegangan, serta vokal yang tenggelam dalam tekstur suara menjadi ciri khas yang mereka pertahankan.
Proses produksinya berlangsung cukup lama, dimulai sejak Agustus hingga Desember 2025. Lamanya proses produksi ini menunjukkan keseriusan mereka dalam meramu detail komposisi dan atmosfer. Melalui maxi single ini, Marryanne mempertegas konsistensi mereka dalam mengeksplorasi spektrum emosi yang gelap dan intim.
“Feel the Pain” adalah potret perjalanan batin yang dirangkai dalam dua bab. Kini, rilisan tersebut sudah tersedia di berbagai platform streaming digital, siap membawa pendengar menyelami sisi paling sunyi dari amarah dan kehilangan.

