International

“Begging for Change”, Suara Pulp di Tengah Album Amal Bertabur Bintang

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Pulp Help(2)
Jarvis Cocker / Pulp (credit: Adama Jalloh)

Pulp merilis lagu baru bertajuk “Begging for Change”, yang menjadi single keempat dari HELP(2), album amal ambisius untuk mendukung kerja War Child UK. Album tersebut dijadwalkan rilis pada 6 Maret melalui War Child Records.

Lagu ini menampilkan paduan suara yang melibatkan sejumlah musisi terkenal, termasuk Damon Albarn dari Blur dan Gorillaz, Grian Chatten dari Fontaines D.C., Kae Tempest, dan Carl Barat dari The Libertines. Bersamaan dengan peluncuran lagu, mereka juga membagikan cuplikan proses rekaman di balik layar.

Dalam pernyataan resmi, vokalis Pulp, Jarvis Cocker, mengungkapkan keterlibatan lama band ini dengan War Child. Tiga dekade yang lalu, Pulp menyumbangkan trofi Mercury Prize beserta uang hadiahnya kepada organisasi tersebut. Tahun ini, Cocker menyatakan bahwa mereka kembali memberikan kontribusi yang lebih besar, meskipun rincian lengkapnya belum diungkap. Pulp memenangkan Mercury Prize lewat album ikonik ‘Different Class’ pada tahun 1995.

Secara historis, “Begging for Change” mulai direkam dalam sesi album ‘More’, rilisan terbaru Pulp yang hadir tahun lalu setelah jeda 24 tahun dan dirilis via Rough Trade. Tapi lagu tersebut belum rampung hingga akhirnya diselesaikan dalam sesi khusus HELP(2) di Abbey Road Studios.

HELP(2) dibuka dengan “Opening Night”, lagu baru dari Arctic Monkeys yang langsung mendapat sorotan. Single kedua, “Flags”, mempertemukan Damon Albarn, Grian Chatten, dan Kae Tempest, serta melibatkan Johnny Marr dari The Smiths, Dave Okumu dari The Invisible, Adrian Utley dari Portishead, bassis Gorillaz Seye Adelekan, Femi Koleoso dari Ezra Collective, hingga paduan suara anak beranggotakan 43 orang.

Lagu itu juga menghadirkan barisan vokalis lain seperti Jarvis Cocker, Carl Barat, Declan McKenna, Marika Hackman, Rosa Walton dari Let’s Eat Grandma, English Teacher, Nadia Kadek, dan Black Country, New Road. Single ketiga, “Let’s Do It Again!” dari The Last Dinner Party, menyusul tak lama kemudian.

Proses rekaman Pulp single Begging for Change

Proses rekaman Pulp di single “Begging for Change”

Deretan kontributor HELP(2) tergolong padat. Album ini memuat lagu baru dari Olivia Rodrigo, Depeche Mode, Big Thief, Wet Leg, Young Fathers, Cameron Winter, Anna Calvi, Ellie Rowsell, Nilüfer Yanya, Fontaines D.C., Beth Gibbons, Beck, Bat For Lashes, English Teacher, dan banyak lagi.

Beberapa kolaborasi bahkan melampaui daftar lagu yang ada. Contohnya, Olivia Rodrigo menutup album dengan membawakan ulang “The Book of Love” dari The Magnetic Fields, yang menampilkan Graham Coxon di gitar. Coxon juga terlibat dalam lagu “Parasite” bersama English Teacher. Sementara “Sunday Light” mempertemukan Ellie Rowsell dari Wolf Alice, Anna Calvi, Nilüfer Yanya, dan Dove Ellis.

HELP(2) dianggap sebagai penerus spiritual dari album amal HELP yang dirilis pada tahun 1995, yang sering disebut sebagai salah satu proyek amal terbesar di era Britpop. Album asli tersebut menampilkan Radiohead, Portishead, Oasis, Blur, Massive Attack, Suede, Manic Street Preachers, Sinéad O’Connor, Paul McCartney, Paul Weller, dan banyak nama besar lainnya.

Beberapa musisi dari generasi itu kembali terlibat dalam HELP(2), termasuk Beth Gibbons dan Adrian Utley dari Portishead, serta Damon Albarn dan Graham Coxon dari Blur.

Album ini diproduseri oleh James Ford dan direkam dalam waktu satu pekan pada bulan November lalu di Abbey Road Studios. Sebagai perbandingan, HELP versi 1995 direkam hanya dalam satu hari di berbagai studio di seluruh dunia dan dirilis sepekan kemudian.

Selain album, proyek ini juga disertai film yang disutradarai oleh Jonathan Glazer, yang memuat dokumentasi proses rekaman, termasuk cuplikan yang direkam oleh anak-anak, serta gambar-gambar dari Ukraina, Gaza, Yaman, dan Sudan.

War Child UK berfokus membantu anak-anak di wilayah konflik. Menurut pihak organisasi, HELP(2) adalah bukti bahwa industri musik masih mampu bersatu untuk tujuan kemanusiaan. Di tengah situasi global yang penuh ketegangan, proyek ini hadir sebagai pengingat bahwa solidaritas tetap punya ruang di tengah gemuruh dunia.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *