New Tracks
Sabertooth Siap Rilis Album Kedua, Awali Langkah Dengan “Blessing Rage”
Di tengah derasnya arus band baru yang terus bermunculan di kancah musik keras Indonesia, hanya sedikit nama yang mampu bertahan melewati perubahan zaman tanpa kehilangan identitasnya. Salah satu di antaranya adalah Sabertooth. Unit heavy metallic hardcore asal Magelang ini akhirnya kembali mengibarkan benderanya setelah lebih dari satu dekade sejak album debut mereka dirilis pada 2014.
Kembalinya Sabertooth ditandai dengan perilisan single terbaru bertajuk “Blessing Rage” yang resmi meluncur pada 7 Juni 2026 melalui Rest N Rust Records. Lagu tersebut sekaligus menjadi pintu pembuka menuju album penuh kedua mereka yang dijadwalkan rilis pada 9 Juli mendatang.
Bagi Sabertooth, jeda panjang selama belasan tahun bukanlah masa hibernasi tanpa arah. Periode tersebut justru menjadi ruang bagi para personel untuk mengalami berbagai dinamika kehidupan, menghadapi kegagalan, mengambil keputusan penting, dan memahami berbagai konsekuensi yang datang bersama pilihan-pilihan yang mereka buat. Seluruh pengalaman itu kemudian dirangkum menjadi fondasi utama dalam “Blessing Rage”.
Lagu ini mengangkat tema tentang keberanian menerima kesalahan, menghadapi kenyataan yang tidak selalu sesuai harapan, dan menemukan kekuatan baru setelah melalui berbagai benturan hidup. Di dalamnya terdapat pesan bahwa masa lalu memang tidak dapat diubah, tetapi setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk menentukan langkah berikutnya.
Sabertooth juga mencoba menggeser cara pandang umum terhadap kemarahan. Jika selama ini amarah sering diasosiasikan dengan kehancuran, mereka justru melihatnya sebagai energi yang mampu mendorong seseorang untuk bertahan dan berkembang.
Melalui “Blessing Rage”, kemarahan diposisikan sebagai api yang menjaga seseorang tetap berdiri ketika hidup sedang berada di titik terberat. Sebuah dorongan yang membuat seseorang terus bergerak meski berkali-kali terjatuh.
Semangat tersebut diterjemahkan ke dalam komposisi yang keras dan padat. Sabertooth yang kini diperkuat oleh Hays pada vokal, Big Wox dan Ozzy di gitar, Amung pada bass, serta Erwin di balik drum, tetap mendasari karyanya dari akar hardcore yang selama ini mereka pegang. Tapi mereka juga membuka ruang lebih luas bagi berbagai pengaruh lain yang selama bertahun-tahun membentuk karakter band ini.
Riff-riff berat yang menghantam tanpa ampun berpadu dengan groove yang kental, sementara pengaruh groove metal, death metal, hingga southern metal ikut mempertebal karakter lagu. Hasil akhirnya adalah komposisi yang terasa agresif dari awal hingga akhir, tetapi tetap menyisakan ruang bagi pendengar untuk merenungkan pesan yang dibawa.
Keberanian untuk terus bereksplorasi menjadi salah satu alasan mengapa Sabertooth masih terdengar relevan setelah bertahan begitu lama. Mereka tidak memilih jalur aman dengan mengulang formula lama secara mentah. Sebaliknya, band ini terus menggali kemungkinan baru tanpa meninggalkan fondasi yang telah mereka bangun.
Karakter tersebut juga terasa dalam proses produksi “Blessing Rage”. Seluruh pengerjaan dilakukan di Evolve Studio, Magelang. Big Wox bertindak sebagai Music Director, sementara Fadel “Fornicaras” dipercaya menangani proses rekaman, mixing, dan mastering. Proses pengerjaan berlangsung intens dengan fokus utama pada upaya menangkap energi mentah yang menjadi identitas Sabertooth ketika berada di ruang latihan maupun di atas panggung.
“Blessing Rage” terdengar seperti lagu yang dirancang untuk hidup dalam dua situasi berbeda. Di satu sisi, lagu ini memiliki daya ledak yang cocok untuk memicu moshpit dan sing along di tengah kerumunan. Di sisi lain, pesan yang dibawanya terasa personal ketika didengarkan sendirian saat menghadapi pergulatan hidup masing-masing.
Single ini juga menjadi gambaran awal dari album kedua Sabertooth yang akan hadir pada 9 Juli 2026. Untuk format fisik, album tersebut akan dirilis dalam versi CD melalui Rest N Rust Records dan format kaset melalui Tycusgoth Records.
Setelah menunggu selama 12 tahun tanpa album baru, Sabertooth akhirnya kembali bersuara. Bukan untuk bernostalgia atau sekadar menghidupkan kembali masa lalu, melainkan untuk menunjukkan bahwa perjalanan mereka masih jauh dari selesai. Dengan “Blessing Rage”, band ini kembali mengingatkan bahwa hardcore selalu lahir dari keberanian untuk terus bergerak, menghadapi kenyataan, dan bertahan ketika keadaan terasa paling sulit.
