New Albums
Rottenhearts Satukan Melankoli Dan Agresi Di Album ‘When Everything Fades Into Silence’
Setelah melalui perjalanan panjang yang dipenuhi dengan kehilangan, kemarahan, harapan, dan penerimaan, unit alternative metal/modern hardcore Rottenhearts akhirnya merilis album penuh terbaru mereka yang berjudul ‘When Everything Fades Into Silence‘. Album yang awalnya dijadwalkan rilis pada 6 Juni 2026 ini akhirnya resmi mengudara pada 12 Juni 2026 setelah mengalami sedikit penundaan. Terdiri dari 13 lagu, rilisan ini dirancang sebagai satu kesatuan cerita yang membawa pendengar menyusuri perjalanan emosional dari awal hingga akhir.
Sejak nomor pembuka, Rottenhearts sudah mengarahkan pendengar memasuki dunia yang mereka ciptakan. “Your Gaze (Frame)” hadir layaknya potongan memori yang masih tersisa setelah seseorang pergi. Lagu tersebut kemudian mengalir menuju “in between”, saat narasi mulai bergerak dan konflik perlahan muncul ke permukaan. Di titik inilah perjalanan sebenarnya dimulai.
Rottenhearts tidak menyusun album ini sebagai kumpulan lagu yang berdiri sendiri. Setiap komposisi memiliki peran dalam membentuk cerita yang terus berkembang. Rasa kehilangan, pergulatan batin, keraguan, hingga usaha menerima kenyataan muncul silih berganti melalui “Get Inside”, “Vile Nerve”, “Don’t You Dare To Stare”, dan “Let You Go”. Ketegangan emosional terus meningkat, seolah membawa pendengar masuk semakin jauh ke dalam pikiran seseorang yang sedang berusaha bertahan di tengah luka yang belum benar-benar sembuh.
Perubahan besar terjadi ketika album memasuki “underhand”. Lagu ini menjadi titik balik yang mengubah arah keseluruhan perjalanan. Jika paruh awal masih menyisakan ruang untuk menahan emosi, bagian ini justru melepaskan semuanya tanpa kompromi. Distorsi terdengar lebih pekat, tempo semakin menghantam, sementara atmosfer yang sebelumnya muram berubah menjadi ledakan kemarahan yang sulit dibendung.
Intensitas itu terus berlanjut lewat “Chapter II : Yours After Pain”, “Beneath The Surface”, hingga “Submerged”. Tiga lagu tersebut menjadi puncak dari keseluruhan album, memperlihatkan sisi paling agresif Rottenhearts tanpa menghilangkan nuansa melankolis yang telah menjadi ciri khas mereka. Perubahan dinamika berlangsung begitu tajam, tapi tetap terasa menyatu dengan alur cerita yang sedang dibangun.
Memasuki bagian akhir, suasana perlahan berubah. “now you dare to stare” membawa pendengar keluar dari ledakan emosi menuju ruang yang lebih tenang. Perjalanan kemudian mengarah ke “Return to Nowhere”, ketika rasa kehilangan mulai diterima sebagai bagian dari kehidupan.
Album ditutup dengan “Renditions”, sebuah akhir yang tidak berusaha memberikan kesimpulan yang pasti. Rottenhearts memilih untuk mengakhiri cerita dalam keheningan, membiarkan seluruh emosi yang sebelumnya bergejolak perlahan memudar hingga benar-benar hilang.
Seluruh materi dalam ‘When Everything Fades Into Silence’ ditulis dan diproduseri secara kolektif oleh seluruh personel Rottenhearts. Secara keseluruhan, album ini menggabungkan riff-riff berat, atmosfer yang luas, serta permainan dinamika yang bergerak bebas antara momen paling rapuh hingga ledakan penuh agresi. Pengaruh dari band-band seperti Deftones, Loathe, dan Split Chain memang terasa, tetapi Rottenhearts tetap mempertahankan karakter mereka sendiri melalui permainan tekstur suara dan komposisi yang kaya emosi.
Album ini terasa lebih cocok dinikmati secara utuh dibanding diputar secara acak. Setiap lagu saling terhubung dan membentuk satu perjalanan yang terus berkembang dari awal hingga akhir. Perubahan suasana tidak terjadi secara tiba-tiba, tapi tumbuh perlahan mengikuti narasi yang sedang diceritakan.
Album ‘When Everything Fades Into Silence’ kini sudah tersedia di semua platform streaming digital. Selain merilis album secara digital, Rottenhearts juga merilis edisi kaset dalam jumlah terbatas bagi pendengar yang ingin menikmati rilisan ini dalam format fisik. Informasi mengenai kaset dan merchandise resmi dapat ditemukan di kanal media sosial serta platform resmi Rottenhearts.
Support Gigsplay Dengan Saweria
