International

The Buoys Umumkan Album ‘Concrete Cowboy’, Rilis Single Baru “Welcome To My Brain”

Diterbitkan

pada

The Buoys
The Buoys (credit: AgileArachnoidAJVR69)

Band indie rock asal Sydney, The Buoys, resmi mengumumkan album penuh kedua mereka yang bertajuk ‘Concrete Cowboy’. Album tersebut dijadwalkan rilis pada 23 Oktober melalui Sony Music Australia dan Music For Nations. Selain mengumumkan album baru, kuartet ini juga melepas single utama berjudul “Welcome To My Brain” lengkap dengan video musik resminya, sekaligus mengonfirmasi rangkaian tur utama yang akan mereka jalani pada musim gugur mendatang.

Kabar ini datang di saat karier The Buoys sedang melesat. Belum lama ini, mereka diumumkan sebagai penampil pembuka dalam tur stadion Foo Fighters yang akan berlangsung pada November. Kesempatan tersebut menjadi pencapaian penting bagi band yang dalam beberapa tahun terakhir terus menarik perhatian lewat perpaduan lagu-lagu penuh energi dan penulisan lirik yang personal.

Album ‘Concrete Cowboy’ diproduseri Chris Collins, sosok yang sebelumnya terlibat dalam karya Royel Otis dan Gang of Youths. Proses penulisannya juga melibatkan sejumlah kolaborator, yaitu Alistair Hayes, Fletcher Matthews, Konstantin Kerstin, dan Dylan Ollivierre.

Jika album debut mereka, ‘Lustre’, memperlihatkan eksplorasi ke berbagai warna musik, kali ini The Buoys memilih merangkum seluruh pengalaman tersebut menjadi identitas yang terasa lebih utuh. Hasilnya adalah deretan lagu yang menggabungkan melodi indie pop dengan ledakan energi rock yang tetap terasa kasar dan emosional.

“Welcome To My Brain” menjadi pintu masuk yang menggambarkan arah album secara keseluruhan. Lagu ini bergerak cepat dengan riff gitar yang tajam, ritme yang energik, dan vokal penuh intensitas. Video musiknya ikut memperkuat suasana, memperlihatkan berbagai potongan visual yang merefleksikan pikiran yang terus berlari tanpa henti.

The Buoys Band

Inspirasi musikal ‘Concrete Cowboy’ datang dari berbagai sumber yang unik. The Buoys menyebut permainan gitar khas Nile Rodgers, pop modern milik The 1975, hingga nuansa indie dari HAIM dan The Beths sebagai beberapa referensi yang ikut membentuk karakter album ini. Sementara isi liriknya didasari atas perpaduan film kultus era 1980-an, puisi Romawi, serta mimpi-mimpi pribadi yang kemudian diolah menjadi rangkaian cerita yang terasa surealis.

Menurut The Buoys, ide utama album ini muncul dari sebuah kalimat sederhana yang terlontar saat mereka berada di studio bersama.

Kami sedang berada di studio ketika kalimat ‘too many tabs open’ muncul begitu saja. Kalimat itu akhirnya menjadi jantung dari album ini,” ujar mereka.

Bagi The Buoys, ‘Concrete Cowboy’ menggambarkan usaha manusia untuk terus mengikuti dunia yang bergerak semakin cepat. Di tengah derasnya arus informasi, tuntutan pekerjaan, hingga kehidupan digital yang nyaris tanpa jeda, mereka mencoba membayangkan apa yang terjadi ketika seseorang akhirnya berhenti sejenak.

Album ini bercerita tentang usaha mengejar dunia yang tidak pernah melambat, lalu menemukan apa yang muncul ketika akhirnya berhenti. Ada mimpi, ingatan yang lama terpendam, dan batas yang mulai kabur antara kenyataan dengan apa yang diam-diam disimpan oleh pikiran,” jelas mereka.

Tema tersebut terasa relevan dengan kehidupan saat ini, ketika banyak orang hidup dalam ritme yang padat dan sering kali mengabaikan ruang untuk mendengarkan diri sendiri. The Buoys mengolah kegelisahan itu menjadi lagu-lagu yang tetap terdengar eksplosif tanpa kehilangan sisi reflektifnya.

Setelah ‘Concrete Cowboy’ dirilis pada Oktober nanti, The Buoys akan menjalani tur utama yang membawa nama album tersebut ke berbagai kota. Tak lama setelah itu, mereka akan bergabung bersama Foo Fighters sebagai penampil pembuka dalam tur stadion band rock legendaris tersebut.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

âś… KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *