International

The Braymores Rilis “Puppy Eyes”, Kisah Kelam Tentang Obsesi Dan Gangguan Mental

Diterbitkan

pada

The Braymores

Band indie rock asal Chicago, The Braymores, merilis album kedua mereka yang berjudul ‘When The Lights Went Out’ pada 24 Juli. Sebelum peluncuran penuh album tersebut, kuartet ini memperkenalkan lagu baru berjudul “Puppy Eyes”, yang memberikan gambaran tentang arah kreatif yang mereka ambil dalam rilisan terbaru ini.

The Braymores dibentuk pada tahun 2022 ketika empat sahabat dari masa sekolah menengah, yaitu Matt Tilles (vokal), Keegan Melaniphy (gitar), Russell Oren (drum), dan Connor Kohanzo (bass), bertemu kembali. Dari pertemuan yang awalnya tidak direncanakan, mereka akhirnya membentuk band dan mulai menciptakan karya bersama. Dua tahun kemudian, mereka merilis album debut ‘Who You’d Have Been’ (2024), yang menjadi dasar perjalanan mereka di dunia indie rock Amerika Serikat.

Sepanjang tahun ini, The Braymores mulai memperkenalkan album kedua mereka melalui beberapa single, seperti “Up In My Head” dan “Thought Control”. Kini, “Puppy Eyes” diluncurkan sebagai materi terakhir sebelum ‘When The Lights Went Out’ resmi dirilis di berbagai platform musik digital.

Menurut The Braymores, album terbaru ini tidak lagi berfokus pada pengalaman pribadi para anggotanya. Mereka memilih untuk menyusun lagu-lagu yang berpusat pada karakter-karakter fiktif dengan cerita yang lebih gelap dan sinematik. Melalui sudut pandang ini, band ini ingin menggambarkan pergulatan psikologis yang ekstrem, serta menunjukkan bagaimana hubungan yang tidak sehat dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri dan orang lain.

The Braymores photo by Caleb Campbell

Kali ini kami mencoba menulis cerita tentang karakter fiktif, bukan tentang diri kami sendiri. Kami ingin menghadirkan nuansa yang lebih gelap dan sinematik, sekaligus membuat pikiran-pikiran intrusif yang ekstrem terasa cukup manusiawi untuk dipahami. Kami juga ingin menciptakan lanskap suara yang mampu menangkap intensitas, kebingungan, dan kompleksitas emosional dalam hubungan yang disfungsional,” ungkap band tersebut.

Di antara seluruh materi dalam album, “Puppy Eyes” muncul sebagai salah satu yang paling menarik perhatian. Lagu ini menggabungkan energi gelisah dengan melodi yang ringan. Permainan gitar yang lincah memberikan nuansa pop yang terinspirasi dari surf rock, sementara aransemen lagu berkembang perlahan hingga menunjukkan sisi yang lebih gelap.

Pada awalnya, “Puppy Eyes” terdengar seperti lagu pop romantis klasik dengan chorus yang hangat. Tapi kesan ini perlahan-lahan berubah seiring dengan perkembangan lagu. Menjelang akhir, The Braymores menyajikan bagian instrumental yang lebih agresif, dipenuhi groove yang kuat dan permainan gitar yang sengaja dibuat tidak selaras. Perubahan ini sejalan dengan lirik yang semakin mencerminkan kondisi psikologis tokoh utama.

The Braymores menjelaskan bahwa lagu ini bercerita tentang seorang penguntit yang terobsesi pada seseorang hingga kehilangan kemampuan untuk membedakan antara kenyataan dan khayalan. Tokoh ini digambarkan mengalami gangguan mental, tetapi tidak menyadari kondisi yang dialaminya. Melalui karakter fiktif ini, band ini berusaha menggambarkan bagaimana obsesi yang tidak terkontrol dapat berkembang menjadi sesuatu yang berbahaya.

Pilihan untuk mengangkat cerita fiksi dengan tema psikologis memperlihatkan perkembangan penulisan lagu The Braymores. Jika sebelumnya karya-karya mereka lebih banyak bersumber dari pengalaman personal, ‘When The Lights Went Out’ memperluas ruang eksplorasi dengan menghadirkan narasi yang menyerupai potongan adegan film. Setiap lagu dirancang seperti potret karakter yang memiliki konflik dan latar belakang yang berbeda.

Album ‘When The Lights Went Out’ sudah dirilis pada 24 Juli di berbagai layanan musik digital.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement Lenovo Erazer X8 Sale
Advertisement