New Tracks
Retorika Tak Selalu Layak Dipercaya, Cherry Bombshell Suarakan Lewat “Bualan”
Setelah sempat menghilang dari radar skena musik selama dua tahun, Cherry Bombshell perlahan kembali menghidupkan mesin mereka. Band heavy pop asal Bandung yang telah eksis sejak pertengahan 1995 itu membuka lembaran baru lewat formasi terkini dan deretan karya yang memperlihatkan arah perjalanan mereka ke depan.
Usai memperkenalkan Puteri Ayesha sebagai vokalis baru melalui single “Kecewa” pada Januari lalu, Cherry Bombshell kini kembali dengan lagu berjudul “Bualan”, sebuah nomor yang menyuarakan kritik terhadap budaya penuh janji tanpa pembuktian.
“Bualan” mengangkat fenomena yang semakin sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, di mana seseorang bisa menarik perhatian banyak orang dengan kata-kata, tetapi gagal membuktikan ucapannya dengan tindakan. Tema tersebut diterjemahkan dalam lirik yang lugas, tanpa banyak metafora, sehingga pesannya terasa langsung mengena. Penggalan seperti “pintar berbicara, cuma berbicara” dan “tak ada yang nyata, bualan belaka” menjadi inti dari kritik yang ingin disampaikan Cherry Bombshell.
Pemain bass sekaligus penulis lagu, Agung Pramudya Wijaya menjelaskan bahwa “Bualan” terinspirasi dari hasil pengamatannya terhadap orang-orang yang pandai membangun citra melalui ucapan. Ia mencatat bahwa banyak sosok yang mampu meyakinkan orang lain hanya dengan retorika, meskipun pada akhirnya tidak pernah menunjukkan bukti yang nyata.
Meski baru dirilis tahun ini, perjalanan “Bualan” ternyata telah dimulai sejak 2019. Lagu tersebut mengalami berbagai perubahan selama proses pengerjaan. Aransemen beberapa kali dirombak hingga akhirnya menemukan bentuk yang dianggap paling sesuai dengan karakter Cherry Bombshell saat ini. Setelah melewati proses panjang, materi tersebut akhirnya rampung pada 2026 dan siap diperkenalkan kepada publik.
Perilisan “Bualan” sekaligus memperlihatkan chemistry baru di tubuh Cherry Bombshell setelah bergabungnya Puteri Ayesha Azzahra sebagai vokalis. Musisi yang juga dikenal melalui unit indie pop Well Whale itu membawa karakter vokal yang berbeda, tapi tetap mampu menyatu dengan identitas band. Bersama Ari Sunardi (gitar), Agung Pramudya Wijaya (bass), dan Arief Hendrawan (drum), Puteri melengkapi formasi terbaru Cherry Bombshell yang kini kembali aktif berkarya.
Formasi baru ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pendengar Cherry Bombshell, tanpa meninggalkan karakter dari band yang sudah aktif selama lebih dari tiga dekade ini. Dengan sejarah panjang sejak berdiri pada 1995 dan lagu “Langkah Peri” yang masih dikenang hingga kini, band ini berusaha menjaga akar musik mereka sekaligus membuka ruang bagi generasi pendengar yang lebih muda.
“Bualan” dan “Kecewa” menjadi dua rilisan awal yang menunjukkan arah perjalanan Cherry Bombshell setelah masa vakum. Keduanya menjadi fondasi bagi berbagai rencana yang telah disiapkan band untuk beberapa waktu ke depan, termasuk materi-materi baru yang sedang dipersiapkan.
Proses produksi “Bualan” berlangsung di Binaural Studio, Bandung. Cherry Bombshell juga melibatkan Ajie Gergaji dari Themilo sebagai gitaris tambahan untuk memperkaya karakter lagu. Tahap mixing dan mastering dipercayakan kepada Loevi Wahyudi, sementara konsep visual dan artwork dikerjakan langsung oleh Agung Pramudya Wijaya. Single ini kemudian didistribusikan secara digital melalui Sadsonic Labs.
Single “Bualan” kini sudah tersedia di berbagai platform streaming musik digital dan menjadi tanda bahwa Cherry Bombshell siap kembali meramaikan skena musik Indonesia dengan energi yang tetap mereka pertahankan sejak awal perjalanan band ini.


