Connect with us

Gig Review

Mac DeMarco: Pelawak Yang Pandai Bernyanyi

Published

on

Mac DeMarco

Mac DeMarco

Promotor muda Prasvana mempercayakan unit kolektif penuh talenta Studiorama untuk menggarap bersama gelaran konser Mac DeMarco di Jakarta beberapa hari yang lalu. Solois asal Kanada ini berhasil diculik sebelum dirinya tampil menyapa negara Singapura di acara Laneway Festival 2015.

Sebagai salah satu anak emas musik indie saat ini, dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini nama Mac DeMarco memang kian terang benderang usai melepas album Salad Days. Namanya diperbincangkan dimana-mana dan albumnya masuk kedalam deretan daftar album terbaik tahun 2014 oleh beberapa majalah serta portal musik bergengsi skala internasional.

Aku merasa seperti Justin Bieber ketika banyak sekali yang menghampiri untuk berfoto bersama dan kemudian mereka mengunggahnya ke akun Instagram,” celetuk Mac DeMarco dalam sebuah sesi obrolan singkatnya dengan tim Gigsplay beberapa jam sebelum konsernya dimulai.

Jirapah

Jirapah

Kemeriahan malam tersebut dibuka oleh Jirapah. Duet Ken Jenie dan Mar Galo yang dibantu oleh beberapa teman, berhasil menghidupkan atmosfir indies seisi lantai 2 Foundry No. 8, SCBD, Jakarta Selatan. Jirapah dirasa cocok untuk menjadi opening act konser Mac DeMarco karena musikalitas mereka yang tidak begitu jauh berbeda, terang salah satu panitia ketika dimintai keterangan.

Tidak lama setelah Jirapah menampilkan aksi-aksi menarik, kini saatnya wonderboy jizz jazz paling nyeleneh untuk naik pentas. Tampil santai bersama sang band pengiring, Mac DeMarco yang terlihat ceria menghadapi crowd malam itu membuka penampilan dengan nomor “Salad Days” yang dilanjut degan “The Stars Keep on Calling My Name”.

Mac Demarco & band

Mac Demarco & band

Mac DeMarco adalah tipikal seniman yang tahu benar bagaimana cara serius ketika sedang bersenang-senang. Tetap tampil elegan mengumandangkan “Blue Boy”, “Cooking Up Something Good”, “Let Her Go” sampai “Ode To Viceroy”, dirinya juga sesekali melempar senyum ramah kepada penonton.

Salah satu momen yang cukup mengundang tawa adalah ketika Mac Demarco dilempari beberapa bungkus rokok karena penonton tahu bahwa dia adalah seorang perokok berat, kemudian Mac menghisap rokok tersebut disela-sela gitarnya.

Lawakan-lawakan satir berbalut porno pun tak henti-henti dia lemparkan demi mengundang tawa penonton agar suasana konser kian cair. Stateginya tersebut sukses berat, penonton yang sudah terlihat santai, kian tidak malu untuk membuat koor massal di lagu-lagu macam “Brother”, “Chamber of Reflection” dan “Rock n Roll Night Club”.

Mac DeMarco & band

Mac DeMarco & band

Nuansa total lawak semakin menyeruak saat Mac memainkan dua nomor heavy metal legendaris, “Du Hast” milik Rammstein dan “Enter Sandman” dari Metallica. Kedua lagu tersebut dibawakan dengan gaya bermusiknya yang khas. Terciptanya sebuah moshpit kecil malam itu semakin menasbihkan bahwa Mac DeMarco adalah seorang pelawak handal yang pandai menyulut selera humor orang lain dengan cara bernyanyi.

photo: Arfie Mahadevanto

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *